Hari ini: Minggu, 19 Mei 2024
Kamis, 27 Oktober 2022, 11:30 WIB

Distemper Pada Anjing: Mulai Dari Gejala Hingga Penjelasannya

Distemper Pada Anjing: Mulai Dari Gejala Hingga Penjelasannya

distemper merupakan penyakit anjing yang menular - Wag!

Penyakit distemper pada anjing itu sangat mematikan dan dapat menular ke anjing lainnya. Kira-kira apa saja ya gejalanya? Simak penjelasan lengkapnya disini

Sobat Pintar, sebagai pemilik anjing pasti kalian akan sangat was-was ketika anjing sedang sakit, bukan? Apalagi ada beberapa jenis penyakit pada anjing yang tergolong berbahaya.

Salah satu penyakit yang harus benar-benar kamu waspadai karena bisa menyebabkan kematian adalah distemper pada anjing.

Maka dari itu, PetPi sudah menyiapkan penjelasan serta beberapa gejala dari anjing yang terkena distemper. Yuk, simak ulasan lengkapnya di bawah ini.

Follow Instagram @PintarPet untuk lebih tahu tentang Anjing lainnya!
>> FOLLOW DISINI

Apa Itu Distemper pada Anjing?

Distemper Menyerang Mata Anjing
distemper menyerang mata anjing - dogs best life

Distemper merupakan kondisi gangguan kesehatan pada anjing yang disebabkan oleh infeksi Canine Distemper Virus (CDV).

Anakan anjing berusia 1 tahun hingga anjing dewasa (1-10 tahun) yang belum divaksin sangat rentan tertular penyakit distemper anjing.

Biasanya virus ini akan menyerang beberapa organ penting, seperti mata, sistem saraf, saluran pernafasan, serta saluran pencernaan.

Ketika menyerang bagian mata, distemper dapat menyebabkan kebutaan. Sebab, infeksi dari virus CDV tersebut akan merusak dan melukai kornea mata anjing sehingga matanya pun akan terlihat keruh.

Tidak hanya itu saja, distemper juga bisa menyerang bagian kulit yang dimana bila terkena maka kulit anjing akan mengelupas dan berubah menjadi kemerahan.

Pada beberapa kasus, kulit pada telapak kaki anjing yang terinfeksi pun juga akan mengeras atau dikenal dengan istilah hard pad disease.

Distemper saraf pada anjing merupakan yang paling parah dibandingkan yang lainnya, karena jenis distemper ini adalah yang paling mematikan dan sulit dikontrol.

Apa Saja Gejala Distemper Pada Anjing?

Anjing Lemas Karena Terkena Distemper
anjing lemas karena terkena distemper - ULVH

Distemper dikenal sebagai penyakit menular dan mematikan pada anjing. Tingkat kematian untuk anjing yang tertular penyakit ini pun sangatlah tinggi.

Masalah kesehatan yang disebabkan oleh virus distemper atau canine virus distemper ini hingga sekarang masih belum ada obat yang bisa menyembuhkannya, lho.

Hal yang bisa kamu lakukan ketika tahu anjing memiliki gejala distemper adalah dengan membawa sesegera mungkin ke dokter hewan.

Penanganan penyakit ini harus cepat, karena jika tidak sudah pasti kematian jadi akhir dari anjing kesayangan.

Lebih mengerikannya lagi, virus distemper sangat cepat sekali menyebar dan akan berbahaya jika kamu memelihara lebih dari satu anjing. Pencegahan yang dapat dilakukan sendiri adalah dengan pemberian vaksin rutin.

Meski begitu, tetap saja kemungkinan tertular akan tinggi jika anabul melakukan kontak dengan anjing yang terserang distemper.

Agar kamu bisa lebih mewaspadainya, berikut ini adalah gejala-gejala distemper yang akan diperlihatkan oleh anjing, yaitu:

1. Demam

Gejala awal distemper pada anjing adalah demam. Suhu tubuh normal pada anjing sendiri adalah sekitar 38,4°C sampai 39,4°C dimana ketika melewati suhu tersebut maka sudah tidak normal.

Ketika anjing demam hingga 41°C, lebih baik kamu waspada. Terkadang demam tinggi ini juga disertai dengan tubuh anjing yang menggigil.

2. Peradangan pada mata dan ingusan

Gejala lain yang juga dialami anjing yang tertular distemper adalah peradangan pada mata.

Dimana mata akan berair, belekan yang berwarna kekuningan dan tebal. Meski sudah dibersihkan berkali–kali, kotoran pun akan terus muncul.

Distemper pada anjing juga ditandai dengan keluarnya ingus dari hidung mereka. Ingus yang keluar ini pun bertekstur lebih kental dan warnanya juga agak kekuningan.

3. Lemas dan murung

Anjing yang terserang distemper juga akan terlihat sangat lemas dan murung. Terkesan seperti anjing depresi dan lebih memilih berdiam diri.

Walau, kamu sudah berusaha untuk mengajaknya main, tapi biasanya anjing tidak akan terlihat bersemangat.

Hal yang paling mengkhawatirkan dari infeksi penyakit ini adalah anjing akan merasakan perubahan pola tidur.

4. Tidak nafsu makan

Tidak nafsu makan juga jadi salah satu gejala distemper pada anjing yang tidak boleh kamu remehkan. Sudah dapat dipastikan ketika anjing kesayangan tidak mau makan, berarti ada yang salah dengan tubuh mereka.

Meski sudah kamu berikan makanan kesukaan dan anjing masih tidak mau makan, jangan tunggu waktu lagi. Segera bawa mereka ke dokter hewan untuk diperiksa lebih lanjut.

5. Alami batuk kering

Batuk Dan Ingusan Adalah Gejala Anjing Distemper
batuk dan ingusan adalah gejala anjing distemper - Wamiz

Gejala anjing distemper selanjutnya yang harus kamu perhatikan adalah anjing mengalami batuk kering. Kamu bisa memperhatikan intensitas batuk pada anjing.

Jika ternyata batuk terlalu sering dan kering, disertai dengan gejala lain tidak usah menunggu waktu. Segera periksakan ke dokter.

Biasanya batuk ini juga disertai dengan keluarnya lendir dari hidung atau ingus berwarna kekuningan.

6. Muncul benjolan bernanah pada bagian perut

Ketika kamu menemukan benjolan bernanah di bagian perut anjing, bisa jadi itu adalah gejala distemper. Benjolan ini mirip seperti bisul kebanyakan yang berisi nanah.

Sangat disarankan untuk kamu tidak menekan benjolan tersebut, karena ketika pecah ditakutkan akan terjadi infeksi.

7. Muntah disertai diare

Ini adalah salah satu gejala yang juga tidak boleh kamu abaikan. Muntah dan diare adalah gejala paling umum untuk distemper pada anjing.

Muntah yang dikeluarkan pun bukan berisi makanan, mengingat anjing tidak mungkin mau makan. Jika sudah parah, anjing juga bisa muntah berupa lendir bercampur darah atau hanya darah saja.

Sama dengan diare yang dialami ketika anjing tertular distemper. Dimana awalnya diare yang dialami sama seperti biasa, tapi intensitasnya terlalu tinggi.

Kemudian, lama kelamaan diare ini akan bercampur bau anyir dan ada darah. Jika sudah terlalu parah, anjing akan mengalami diare darah.

8. Sempoyongan saat berjalan

Tidak hanya lemas saja, anjing yang sudah memiliki gejala yang parah akan berjalan sempoyongan. Terkadang mereka ingin berpindah tempat, tapi karena terlalu lemas, anjing tidak akan bisa berjalan dengan benar.

Kondisi ini menandakan bahwa anjing sudah benar-benar dalam keadaan buruk dan harus segera dibawa ke dokter hewan terdekat.

9. Gemetar di bagian kepala

Distemper sendiri dikenal sebagai virus yang akan menyerang bagian saraf pada anjing. Ketika sudah masuk kondisi yang sangat parah, maka kepala anjing akan terlihat gemetar.

Terkadang disertai dengan rahang yang terlihat seperti sedang mengunyah. Bahkan getaran ini seperti tidak terkendali sama sekali.

10. Kejang

Banyak pemilik yang menganggap kondisi kejang yang dialami oleh mereka merupakan akibat dari anjing keracunan.

Namun, jika kamu mendapati anjing sudah mengalami gejala di atas sebelumnya, maka lebih baik tidak mengabaikannya lagi.

Kejang adalah salah satu gejala dari distemper yang terbilang paling kronis sehingga kamu wajib untuk memperhatikannya.

11. Kaki tidak bisa berfungsi dengan baik

Ciri anjing yang tertular distemper adalah kaki mereka tidak akan berfungsi dengan baik. Kamu akan mendapati bagian leher dan kaki anjing seperti berkedut. Dimana kedutan ini semakin lama akan semakin parah.

Kaki mereka seperti bergerak tidak terkontrol, walau saat sedang tidur. Tentu saja, kondisi ini adalah dampak dari distemper yang sudah termasuk parah.

12. Kelumpuhan

Jika sudah mencapai kondisi tubuh yang benar-benar parah dari distemper, maka kelumpuhan adalah gejala yang tergolong paling menakutkan. Ini adalah akibat dari virus distemper yang sudah menyerang saraf anjing secara keseluruhan.

Ketika sudah sampai pada tahap ini, anjing juga bisa mengalami kesulitan bernafas karena otot pernafasan tidak akan bekerja dengan baik.

Bila anjing sudah mengalami kelumpuhan, andaikan bisa selamat dari virus distemper pun masih membutuhkan perawatan lebih. Karena saraf yang sudah diserang tidak begitu saja ikut sembuh.

Dalam beberapa kasus anjing yang selamat dari distemper memerlukan terapi agar bisa berjalan normal kembali.

Apakah distemper pada anjing bisa sembuh? Perlu kamu tahu bahwa distemper salah satu penyakit pada anjing yang bisa disembuhkan dengan perawatan.

Sembuh disini bukan berarti virusnya hilang, tapi dalam artian anjing harus dirawat dan dokter hewan akan memberikan obat untuk menekan gejala yang sudah dialami.

Jika memang imun dari anjing sangat baik, kemungkinan untuk sembuh pun tinggi. Kamu juga perlu berhati-hati akan kesembuhan palsu pada hari ketujuh hingga keempat belas setelah anjing sakit.

Kemudian, salah satu cara untuk mencegah anjing terkena distemper adalah dengan melakukan vaksinasi secara rutin. Sehingga, penting sekali bagi kamu menyadari pentingnya vaksin bagi hewan peliharaan.

Sobat pintar, itulah dia ulasan dari beberapa gejala distemper pada anjing disertai dengan penjelasannya yang harus kamu ketahui.

PetPi sangat menyarankan, ketika anjing sudah terlihat tidak sehat tidak mau makan dan lemas, bawa mereka ke dokter hewan dengan segera.

Karena distemper sangat cepat sekali menyebar dan bisa membunuh mereka meski hanya baru mencapai tahap diare serta muntah darah.

Jika kamu suka dengan artikel PintarPet, jangan lupa bagikan artikel ini ke seluruh dunia dan follow juga Instagram @pintarpet untuk tahu informasi tentang Anjing terbaru lainnya!

Baca juga artikel menarik berikut:

Perhatian: Informasi ini dihimpun dari beberapa sumber. Tim PintarPet tidak bertanggung jawab atas cidera, kematian, kerusakan atau kerugian langsung maupun tidak langsung, materiil dan immateriil yang disebabkan oleh informasi yang kami berikan. Untuk informasi dan tindakan lebih lanjut, sebaiknya kamu bisa mengkonsultasikannya dengan dokter hewan terdekat.

Referensi Tulisan [ Tampilkan ]
  • https://anjingkita.com/artikel/27371/distemper-pada-anjing
  • https://arenahewan.com/gejala-distemper-pada-anjing
  • https://pdhbvet.com/canine-distemper-virus/
  • https://www.postposmo.com/id/distemper-pada-anjing/

Tentang Penulis

Saya adalah seorang penulis yang antusias dengan hewan peliharaan seperti burung, amfibi dan juga hewan peliharaan lainnya.

Suka dengan tulisan saya? Hubungi saya disini.

Komentar