Hari ini: Minggu, 19 Mei 2024
Minggu, 23 Juli 2023, 16:30 WIB

Burung Bubut: Keindahan dan Pesona dari Alam Indonesia

Burung Bubut: Keindahan dan Pesona dari Alam Indonesia

Mengenal keunikan burung bubut, keajaiban kecil di dalam hutan Indonesia (Gambar: pixabay/@anirudhsingh2342)

Burung bubut merupakan salah satu keajaiban alam di Indonesia. Dikenal dengan keindahan warna bulu yang mencolok dan suara kicauannya yang khas mempesona.

Sobat Pintar, pernahkah kamu mendengar tentang Burung Bubut (bahasa ilmiah: Centropus sp.)? Ya, mereka adalah kelompok burung yang menarik perhatian para pecinta burung dan alam di Indonesia.

Dikenal dengan keindahan warna bulu yang indah dan mencolok ditambah dengan bentuk tubuh yang khas, Coucals telah menjadi daya tarik tersendiri dalam keanekaragaman hayati Indonesia.

Dalam artikel ini, PetPi akan menggali lebih dalam tentang burung bubut, termasuk penjelasan, manfaat, berbagai jenisnya, makanannya, hingga status perlindungannya dalam kehidupan alam di Indonesia.

Follow Instagram @PintarPet untuk lebih tahu tentang Burung lainnya!
>> FOLLOW DISINI

Apa Itu Burung Bubut?

Burung Bubut Indonesia
burung bubut indonesia (Gambar: pixabay/@Finflix-Design-Jon)

Burung bubut (Coucals) adalah jenis burung dari anggota famili Cuculidae, yang terkenal dengan bentuk tubuh yang besar dan ekor yang panjang. Mereka termasuk dalam ordo Cuculiformes dan sering dianggap sebagai saudara dari burung kuntul.

Pada umumnya, ciri khas burung bubut adalah paruh yang kuat dan kaki yang panjang. Warna bulunya pun bervariasi tergantung pada jenisnya, namun biasanya berwarna cokelat dengan corak hitam atau putih di bagian tubuhnya.

Berukuran sedang hingga besar, bubut dewasa bisa tumbuh dengan panjang tubuh mencapai 30-75 cm, menjadikan jenis burung asal Indonesia ini menarik untuk diamati dalam habitat aslinya.

Meskipun keberadaannya cukup umum di berbagai wilayah di Indonesia, namun terkadang mereka cukup sulit untuk diamati karena keahlian mereka dalam bersembunyi di balik dedaunan dan semak-semak.

Jenis-Jenis Burung Bubut di Indonesia (A-Z)

Perlu kamu tahu bahwa tanah air kita Indonesia ini merupakan rumah asli bagi beberapa jenis burung bubut yang mempesona tersebut loh. Berikut adalah beberapa di antaranya:

1. Bubut Alang-alang

Centropus Bengalensis
Centropus bengalensis (Gambar: eBird)

Jenis burung bubut ini sering ditemukan di pulau Sumatera. Ciri khas Lesser coucal adalah ekor yang pendek dengan corak warna bulu cokelat gelap serta corak belang hitam dan putih di bagian bawahnya.

Burung Bubut Alang-alang (Centropus bengalensis) memiliki ukuran tubuh yang sedang, dengan panjang sekitar 40-45 cm. Tubuhnya yang tegap dan gagah membuatnya mudah dikenali di habitatnya.

2. Bubut Besar

Centropus Sinensis
Centropus sinensis (Gambar: eBird)

Sesuai dengan namanya, burung bubut besar (Centropus sinensis) memiliki ukuran tubuh yang besar dan gagah. Panjang tubuhnya bisa mencapai 45-50 cm, menjadikannya burung yang cukup mencolok di habitatnya.

Bulu burung Greater coucal didominasi oleh warna cokelat gelap dengan corak belang hitam di bagian tubuhnya. Paruhnya kuat dan tebal, cocok digunakan untuk mencari makanan seperti serangga.

3. Bubut Goliath

Centropus Goliath
Centropus goliath (Gambar: eBird)

Jenis burung bubut yang satu ini ukuran tubuhnya lebih besar dibandingkan Bubut Besar. Panjang tubuh Goliath coucal mencapai sekitar 62-70 cm, menjadikannya sebagai salah satu burung terbesar dalam keluarga Cuculidae.

Burung bubut goliath (Centropus goliath) mempunyai corak bulu yang eksotis dengan kombinasi warna cokelat, hitam, dan putih. Sedangkan, bulu pada bagian perutnya cenderung berwarna cerah dan mencolok.

4. Bubut Hitam

Bernsteini Centropus
Bernsteini centropus (Gambar: eBird)

Burung bubut hitam (Bernsteini centropus) mempunyai bulu dengan warna dominan hitam pekat. Keindahan bulu hitamnya memberikan kesan elegan dan misterius.

Dengan panjang tubuh sekitar 30-35 cm, bisa dibilang burung Black-billed coucal atau Lesser Black Coucal memiliki ukuran tubuh yang memikat dengan postur sedang.

5. Bubut Hutan

Centropus Rectunguis
Centropus rectunguis (Gambar: eBird)

Salah satu spesies burung Indonesia ini sangatlah mempesona. The short-toed coucal hadir dengan corak yang menarik, dengan warna cokelat dan biru yang indah.

Suara kicauan dari burung bubut hutan (Centropus rectunguis) mengeluarkan melodi serta irama yang khas dan sering terdengar di tengah hutan yang sunyi.

6. Bubut Jawa

Centropus Nigrorufus
Centropus nigrorufus (Gambar: WikiMedia)

Jenis burung bubut ini sering dijumpai di pulau Jawa. Panjang tubuh burung Sunda coucal ini berada pada rentang sekitar 35-40 cm.

Bubut Jawa (Centropus nigrorufus) memiliki warna bulu yang menarik dengan aksen cokelat gelap dan corak merah/orange pada bagian sayap, perut, dan dada.

7. Bubut Kai

Centropus Spilopterus
Centropus spilopterus (Gambar: eBird)

Corak yang memikat, dengan warna dominan cokelat muda dan cokelat gelap pada bagian sayap tubuhnya merupakan ciri khas dari Kai coucal.

Dengan panjang tubuh sekitar 46-52 cm, burung bubut Kai (Centropus spilopterus) bisa dibilang punya ukuran tubuh yang sedang dan tidak terlalu besar.

8. Bubut Pacar Jambul

Clamator Coromandus
Clamator coromandus (Gambar: eBird)

Sama dengan burung kakatua, pacar jambul (Clamator coromandus) mendapatkan julukannya dari jambul di bagian atas kepala yang menarik perhatian. Jambul ini memberikan kesan anggun dan elegan pada penampilannya.

Jenis burung bubut Indonesia ini ukuran tubuhnya tidaklah besar, Chestnut-winged cuckoo hanya memiliki panjang tubuh sekitar 35-45 cm saja.

9. Bubut Pini

Centropus Menbeki
Centropus menbeki (Gambar: eBird)

Burung pini (Centropus menbeki) adalah penduduk asli wilayah Timur Indonesia, sering dijumpai di pulau-pulau terpencil dan kawasan hutan yang lebat.

Ivory-billed coucal memiliki bentuk tubuh yang proporsional dengan corak bulu yang memikat dengan dominan warna cokelat dan corak hitam di bagian tubuhnya.

10. Bubut Sulawesi

Centropus Celebensis
Centropus celebensis (Gambar: eBird)

Bay coucal adalah jenis burung bubut yang memikat hati dengan keunikan dan pesonanya di Kepulauan Sulawesi, khususnya di hutan-hutan yang lebat dan kawasan dataran rendah.

Burung bubut Sulawesi (Centropus celebensis) adalah pemangsa ulung serangga dan hewan kecil, sehingga menjaga keseimbangan ekosistem di pulau Sulawesi.

Makanan Burung Bubut

Pakan Burung Bubut
pakan burung bubut (Gambar: pixabay/@sarangib)

Setelah mengetahui apa saja jenisnya, pasti kamu bertanya-tanya tentang burung bubut makan nya apa ya? Bagi kamu yang belum tahu, burung coucals adalah pemakan serangga, kadal, reptil, dan hewan-hewan kecil lainnya.

Di habitat alaminya, mereka sering mencari makan di hutan-hutan, semak-semak, dan daerah bersemak. Bubut menggunakan paruh yang kuat dan tebal yang dimilikinya untuk menangkap dan memakan serangga, kadal, dan hewan-hewan kecil lainnya.

Beberapa jenis makanan burung yang sering dimakan oleh mereka antara lain adalah kumbang, ulat, belalang, serangga terbang, serta telur dan anak burung dari spesies lain yang lebih kecil.

Selain itu, mereka juga piawai dalam memangsa hewan-hewan kecil yang kerap bersembunyi di dalam dedaunan atau lubang-lubang di tanah loh.

Manfaat Burung Bubut

Burung Bubut Terancam Punah
burung bubut terancam punah (Gambar: eBird)

Sebagai bagian dari ekosistem alam Indonesia, burung bubut memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan. Salah satu manfaat utamanya adalah sebagai pengendali populasi serangga dan hewan-hewan kecil lainnya.

Dalam pola makan mereka, burung bubut termasuk pemakan serangga, kadal, dan bahkan anak burung dari spesies lain. Dengan memangsa serangga dan hewan-hewan kecil ini, mereka membantu menjaga populasi mereka agar tidak berlebihan dan mencegah kemungkinan wabah yang dapat merusak ekosistem.

Selain itu, mereka juga berkontribusi dalam penyebaran biji-bijian. Ketika mereka memakan buah-buahan, biji-bijian dari buah tersebut akan terbawa dalam sistem pencernaan mereka.

Setelah dikeluarkan melalui feses, biji-bijian ini memiliki peluang untuk tumbuh menjadi tanaman baru, membantu dalam proses regenerasi hutan dan memperkaya keanekaragaman lingkungan hutan.

Pertanyaan-Pertanyaan Lain Seputar Burung Bubut

Dari penjelasan di atas, mungkin masih banyak pertanyaan-pertanyaan yang dari pecinta satwa yang penasaran dengan burung ini. Nah, kali ini PetPi akan berikan informasi mengenai pertanyaan-pertanyaan umum yang mungkin sering ditanyakan berikut ini.

Apakah Burung Bubut Dilindungi di Indonesia?

Sebagai bagian dari keanekaragaman hayati Indonesia, beberapa jenis burung bubut telah mendapatkan status perlindungan berdasarkan Undang-Undang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya.

Status perlindungan ini diberikan sebagai upaya untuk memastikan kelestarian dan kelangsungan hidup populasi dari sebagian burung bubut yang sudah rentan atau terancam punah.

Apakah Burung Bubut Langka di Indonesia?

Meskipun tidak semua jenis burung bubut di Indonesia masuk dalam kategori langka, namun beberapa di antaranya memang menghadapi risiko kepunahan dan masuk dalam kategori terancam.

Beberapa faktor yang menyebabkan burung ini menjadi langka adalah perusakan habitat alam akibat perambahan hutan dan deforestasi, serta perburuan ilegal dan perdagangan burung liar.

Untuk menjaga keberlangsungan populasi burung cuckoo, diperlukan upaya konservasi dan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan, hutan dan alam sekitar.

Melalui kerjasama antara pemerintah, lembaga konservasi, dan komunitas pecinta alam, diharapkan burung bubut tetap dapat berkembang dan menjadi bagian yang tak terpisahkan dari pesona alam Indonesia.

Sobat Pintar, itulah dia akhir dari ulasan lengkap terkait burung bubut mulai dari penjelasan, manfaat, jenis-jenisnya, makanannya, hingga status konservasinya. Semoga bermanfaat ya!

Jika kamu suka dengan artikel PintarPet, jangan lupa bagikan artikel ini ke seluruh dunia dan follow juga Instagram @pintarpet untuk tahu informasi tentang Burung terbaru lainnya!

Baca juga artikel menarik berikut:

Perhatian: Informasi ini dihimpun dari beberapa sumber. Tim PintarPet tidak bertanggung jawab atas cidera, kematian, kerusakan atau kerugian langsung maupun tidak langsung, materiil dan immateriil yang disebabkan oleh informasi yang kami berikan. Untuk informasi dan tindakan lebih lanjut, sebaiknya kamu bisa mengkonsultasikannya dengan dokter hewan terdekat.

Referensi Tulisan [ Tampilkan ]
  • https://en.wikipedia.org/wiki/Coucal
  • https://ksdae.menlhk.go.id/artikel/9571/burung-bubut-penghuni-desa-penyangga-tn-batang-gadis.html
  • https://manfaat.co.id/manfaat-burung-bubut
  • https://news.detik.com/foto-news/d-5861704/mengenal-burung-bubut-jawa-hewan-endemik-yang-kian-langka
  • https://www.greeners.co/flora-fauna/burung-bubut/
  • https://www.mongabay.co.id/2020/04/19/mengenal-burung-bubut-jawa-yang-semakin-langka/
  • https://www.sobatlima.com/2019/11/jenis-burung-bubut-butbut-yang-ada-di-indonesia-harga.html#gsc.tab=0
  • https://www.sobatlima.com/2020/01/jenis-burung-bubut-butbut-yang-ada-di-indonesia-harga-bag-2.html#gsc.tab=0

Tentang Penulis

Saya adalah lulusan Sarjana Ilmu Komputer (S.Kom.) Binus University 2013 yang antusias dengan hewan peliharaan seperti kucing, ikan dan juga hewan peliharaan lainnya.

Ingin bekerja sama dengan PintarPet? Hubungi saya disini.

Komentar