Hari ini: Kamis, 09 Desember 2021
Jumat, 03 Desember 2021, 22:00 WIB

Daftar Jenis Burung Beo Terbaik yang Suka Dipelihara

Daftar Jenis Burung Beo Terbaik yang Suka Dipelihara

jenis burung beo - thai national parks

Berikut ini adalah daftar Jenis burung beo terbaik yang biasa dipelihara, di mana ada beberapa jenis yang sudah masuk kategori dilindungi. Yuk simak ulasannya!

Sobat Pintar sudah pasti tahu dengan burung beo, di mana burung yang satu ini dikenal memiliki keunikan tersendiri dan membuat burung ini banyak dipelihara oleh pecinta hewan.

Tapi, apakah Sobat Pintar tahu tentang beragam jenis burung beo yang sering dipelihara?

Petpi disini akan menjelaskan apa saja jenis dari burung beo yang ternyata tidak banyak diketahui. 

Peringatan:

Menurut PERMEN LHK no.106 tahun 2018 cc PP RI No. 7 Tahun 1999 cc UU No. 5 Tahun 1990, hampir semua jenis Beo / Tiong (genus: Gracula) yang berada di Indonesia adalah burung yang dilindungi.

Jenis burung beo yang dilindungi tersebut adalah Tiong Nias (Gracula robusta), Tiong Emas (Gracula religiosa), dan Tiong Nusa-Tenggara (Gracula venerata).

Sehingga apabila kamu ingin atau sudah memelihara burung beo, sangat penting sekali untuk memperhatikan izin penangkaran dari Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) atau otoritas setempat.

Meskipun ada beberapa jenis burung beo yang tidak dilindungi dan tidak memerlukan izin, tetapi pemerintah kini sudah mengatur juga peredarannya.

Oleh karena itu, semoga bacaan di bawah ini dapat dipahami dan diartikan dengan bijak ya, Sobat Pintar!

Jenis Burung Beo yang Sering Dipelihara

Burung beo sendiri memiliki beberapa keunikan, salah satunya bisa berbicara. Sebenarnya burung ini hanyalah melakukan peniruan dari kata yang diucapkan manusia.

Karena hal inilah yang membuat banyak orang suka dengan burung beo dan menjadikannya peliharaan.

Berikut ini, Petpi akan memberikan daftar jenis dari burung beo yang sering dipelihara kebanyakan orang, yaitu: 

Follow Instagram @PintarPet untuk lebih tahu tentang Burung lainnya!
>> FOLLOW DISINI

1. Burung Beo Nias

Burung Beo Nias
burung beo nias - wikipedia

Bagi Sobat Pintar yang ingin memelihara Burung Beo Nias ini ada baiknya untuk berpikir lagi dua kali. Hal ini sendiri dikarenakan burung beo jenis ini sudah masuk kategori dilindungi oleh pemerintah Indonesia.

Sehingga, jika Sobat Pintar memelihara jenis burung beo yang dilindungi ini harus mengantongi izin penangkaran dari BKSDA atau Badan Konservasi Sumber Daya Alam. 

Kategori dilindungi sendiri tidak lepas dari jumlah Burung Beo Nias di alam semakin berkurang, bahkan sudah sulit sekali untuk ditemukan.

Seperti namanya, burung dengan nama latin Gracula robusta ini hanya bisa ditemukan di Pulau Nias, Sumatera Utara. Keunikan dari Burung Beo Nias sendiri adalah pada bagian pundaknya yang terdapat daging berwarna kuning. 

2. Burung Beo Jawa

Burung Beo Jawa
burung beo jawa - jenis

Jenis selanjutnya adalah Burung Beo Jawa (Gracula religiosa), di mana seperti namanya jenis beo yang satu berasal dari Pulau Jawa. Jenis beo ini juga paling banyak dipelihara oleh orang Indonesia.

Karakteristiknya tidak berbeda jauh dari Beo Nias, hanya saja ada perbedaan dari ciri cirinya. Burung Beo Nias sendiri terbilang memiliki ukuran yang paling besar di antara burung beo jenis lainnya.

Sedangkan untuk Burung Beo Jawa memiliki ukuran yang lebih kecil dan pada bagian gelambirnya yang ada pada bagian bahu hingga telinga. 

Burung Beo Jawa sendiri sangat sering ditemukan di pasar burung, karena memang sudah banyak yang juga membudidayakan jenis burung yang satu ini.

Walaupun namanya Burung Beo Jawa, tapi salah satu jenis beo yang bisa bicara ini menyebar di sekitar Asia Tenggara dan Asia Selatan. 

Berbeda dengan Burung Beo Nias yang sudah masuk kategori hewan langka, untuk Burung Beo Jawa ini sendiri masih cukup banyak jumlahnya bahkan bisa ditemukan di alam liar. 

Meskipun demikian, peredaran burung ini sudah dilarang dan berdasarkan data dari IUCN tahun 2018, Tiong emas / Beo Jawa  termasuk ke dalam kategori "Least Concern" atau sedang mengalami pengurangan populasi.

3. Burung Beo Enggano

Burung Beo Enggano
burung beo enggano - agrotek

Satu lagi jenis burung beo yang asli Indonesia yaitu Burung Beo Enggano (Gracula enganensis). Burung beo jenis ini memang hanya bisa ditemukan di Pulau Enggano yang terletak di Bengkulu Utara, Sumatera.

Mereka biasanya dapat ditemukan di tepian pulau dan ukurannya juga lebih kecil dibandingkan jenis lainnya. 

Gelambir yang ada ada pada Burung Beo Enggano ini biasanya memiliki warna orange-kekuningan dan warna pada bagian kepala hingga leher tidak hitam, tapi agak kebiruan.

Burung beo jenis ini sendiri masih bisa kamu temukan di alam liar. Walaupun begitu, kamu tidak bisa langsung saja serta merta memeliharanya karena saat ini distribusi burung beo sudah diatur oleh pemerintah. 

4. Burung Beo Sri Lanka

Burung Beo Sri Lanka
burung beo sri lanka - pinterest

Seperti namanya, Sobat Pintar pasti sudah bisa menebak bahwa burung beo yang satu ini berasal dari Sri Lanka.

Ya, Burung Beo Sri Lanka (Gracula ptilogenys) memang endemik dari negara tersebut, di mana hingga saat ini sendiri jumlahnya masih banyak dan juga dapat dipelihara di Indonesia.

Hal ini sendiri karena iklim di Sri Lanka dan Indonesia tidaklah jauh berbeda.

Habitat dari burung beo yang satu ini adalah sekitar Sri Lanka, India, Himalaya hingga ke Filipina. Burung ini dinamakan Burung Beo Sri Lanka karena pertama ditemukan di Bukit Sri Lanka.

Burung beo jenis ini jika diperhatikan memiliki ciri fisik yang mirip dengan Burung Beo Nias. Tapi jika diperhatikan maka akan terlihat sekali perbedaan pada bulunya dengan jenis beo lainnya. 

Terpenting adalah jika kamu telah atau ingin memeliharanya, jangan lupa untuk selalu membaca terkait perizinan Tiong Sri Lanka tersebut karena bisa saja mereka dilindungi pendistribusiannya.

5. Burung Beo Southern

Burung Beo Southern
burung beo southern - kerala

Memiliki nama latin Gracula indica, Burung Beo Selatan ini lebih banyak ditemukan di India dan sebagian Sri Lanka. Sama seperti jenis dari burung beo lainnya, dimana burung ini pun merupakan omnivora. 

Keberadaan burung ini pun juga masih bisa ditemukan di Indonesia karena sudah ada yang memeliharanya, mengingat kondisi iklim negara-negara tersebut dengan Indonesia hampir sama. 

Mereka adalah jenis dari burung beo memang lebih banyak ditemukan di sekitar Asia Tenggara dan Asia Selatan.

Apabila kamu tertarik untuk membawanya ke Indonesia sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu ya terkait izinnya, karena apabila kamu memelihara satwa dilindungi hukumannya lima tahun penjara, lho.

6. Burung Beo Papua

Burung Beo Papua
burung beo papua - world birds blog

Burung beo yang terakhir ini berasal dari Indonesia. Burung beo papua (Mino dumontii) merupakan salah satu beo yang juga disukai oleh pecinta burung.

Untuk mendapatkan burung beo ini, kamu harus merogoh kocek yang lumayan besar sekitar Rp 2 juta untuk anakan yang baru berusia 4 bulan.

Beo papua mempunyai suara yang cukup khas dari beo lainnya. Selain itu juga lingkaran warna kuning yang khas di area sekitar mata yang membuat burung beo papua ini mempunyai daya tarik tersendiri bagi pecinta burung.

Tentu saja bagi Sobat Pintar yang ingin membawanya pulang, perlu untuk memperhatikan dokumen perizinannya karena meskipun tidak dilindungi kini pemerintah telah mengatur peredaran burung beo.

Nah, bagi kamu yang sudah memiliki izin dalam memelihara burung ini tentu harus mengetahui cara merawatnya dengan tepat.

Di bawah Petpi akan membagikan beberapa tips dan trik untuk bisa merawat burung beo yang bisa kamu praktekkan di rumah.

Cara Merawat Burung Beo

Cara Merawat Burung Beo Di Rumah
cara merawat burung beo di rumah - pets world

Burung Beo masuk ke dalam kategori hewan omnivora, di mana makanan utama mereka adalah biji-bijian, buah, hewan kecil bahkan nectar.

Untuk itu, jika Sobat Pintar ingin memelihara burung beo jenis apapun, ada baiknya memberikan pakan yang seimbang. 

Sobat Pintar bisa memberikan buah-buahan seperti pepaya, pisang atau apel bahkan sayuran segar. Jangan terlalu banyak memberikan biji-bijian karena bisa membuat burung beo obesitas.

Ada baiknya, diberikan secara bergantian bersama dengan makanan yang mungkin dibuat sendiri seperti roti untuk burung beo. Hal ini sendiri agar burung beo tidak bosan. 

Selain dari pemberian pakan, kebersihan kandang juga harus diperhatikan. Sobat Pintar dapat membersihkan kandang dari kotoran, bulu rontok ataupun makan sisa setiap harinya.

Hal ini sangatlah penting agar burung beo tidak mudah terserang penyakit. Apalagi makanan sisa dan kotoran yang ada di kandang bisa menyebabkan jamur yang tentu saja akan berakibat fatal pada burung.

Sobat Pintar, itulah beberapa penjelasan tentang jenis burung beo yang sering dipelihara dan tips singkat bagaimana cara merawatnya.

Petpi sangat menyarankan untuk memperhatikan jenis dari burung ini, karena beberapa jenis di atas sudah masuk ke dalam kategori langka dan dilindungi peredarannya.

Jika kamu suka dengan artikel PintarPet, jangan lupa bagikan artikel ini ke seluruh dunia dan follow juga Instagram @pintarpet untuk tahu informasi tentang Burung terbaru lainnya!

Perhatian: Informasi ini dihimpun dari beberapa sumber. Tim PintarPet tidak bertanggung jawab atas cidera, kematian, kerusakan atau kerugian langsung maupun tidak langsung, materiil dan immateriil yang disebabkan oleh informasi yang kami berikan. Untuk informasi dan tindakan lebih lanjut, sebaiknya kamu bisa mengkonsultasikannya dengan dokter hewan terdekat.

Terbit: Minggu, 30 Mei 2021, 20:00 WIB
Update pada: Jumat, 03 Desember 2021, 22:00 WIB

Referensi Tulisan [ Tampilkan ]
  • https://agrotek.id/hewan/jenis-jenis-burung-beo/
  • https://jdihn.go.id/search/pusat/detail/463166
  • https://www.amazine.co/10767/tips-memelihara-beo-panduan-lengkap-merawat-burung-beo/
  • https://www.bertani.co.id/jenis-burung-beo/
  • https://www.iucnredlist.org/species/103878755/135865132

Tentang Penulis

Saya adalah lulusan Sarjana Kedokteran Hewan (S.K.H) UNAIR 2021 yang antusias dengan hewan peliharaan seperti kucing, hamster dan juga hewan peliharaan lainnya. Saat ini saya sedang mengikuti program Co-Asst Gelombang 36 UNAIR 2021.

Suka dengan tulisan saya? Hubungi saya disini.

Komentar