Hari ini: Kamis, 09 Desember 2021
Sabtu, 06 Februari 2021, 16:30 WIB

Cara Ternak Ikan Cupang Lengkap, Mudah untuk Budidaya dan Bisnis

Cara Ternak Ikan Cupang Lengkap, Mudah untuk Budidaya dan Bisnis

cara ternak ikan cupang - unsplash

Ingin mendapatkan keuntungan dari budidaya cupang? Berikut panduan cara ternak ikan cupang yang praktis dan bikin kamu makin kaya.

Ikan cupang (betta fish) menjadi salah satu ikan hias yang sedang banyak digemari belakangan ini sebagai koleksi. Walaupun mudah dipelihara, namun cara ternak ikan cupang membutuhkan ketelatenan.

Meskipun begitu, budidaya ikan cupang tidak memerlukan tempat luas  dan modal yang besar. Bahkan, kamu juga bisa menjadikannya sebagai usaha rumahan.

Membudidayakan ikan cupang juga bisa membantu agar spesiesnya tidak punah, mengingat melambungnya permintaan atas ikan berwarna cantik ini.

Sehingga, nantinya akan bisa dijual kembali untuk para kolektor. Harga ikan cupang juga masih relatif terjangkau walaupun peminatnya sangat tinggi.

Cara Ternak Ikan Cupang Mudah dan Lengkap

Cara Ternak Ikan Cupang
cara ternak ikan cupang - betta fish center

Ikan cupang merupakan ikan air tawar dari daerah tropis. Sehingga ikan ini akan banyak ditemukan di perairan Asia Tenggara, termasuk di Indonesia.

Dengan daya tahan yang luar biasa, ikan cupang mampu hidup dalam lingkungan air yang minim oksigen. Sehingga Sobat Pintar juga bisa memelihara ikan cupang dalam toples kecil tanpa menggunakan aerator.

Hal inilah yang menjadikan ikan cupang sebagai primadona para kolektor ikan hias. Cara memelihara ikan cupang juga tidak susah, cenderung mudah dan tidak butuh biaya banyak.

Membudidayakan ikan cupang juga bisa menjadi salah satu peluang usaha, terutama di tengah permintaan yang cukup tinggi sekarang ini. Berikut adalah cara ternak ikan cupang yang lengkap dan praktis.

Follow Instagram @PintarPet untuk lebih tahu tentang Ikan lainnya!
>> FOLLOW DISINI

1. Memilih indukan ikan cupang

Pertama-tama, yang perlu dilakukan adalah memilih indukan ikan cupang. Perhatikan jenis dan warna ikan cupang yang ingin kamu ternakkan.

Selain itu, pastikan juga bahwa indukan jantan dan betina sudah dalam masuk fase matang atau siap kawin. Kemudian bebas dari penyakit, cacat bawaan, dan kondisinya bugar.

Ada beberapa penyebab atau ciri ciri ikan cupang tidak mau kawin, seperti belum masuk masa kawin atau ikan cupang stres. Bisa jadi ikan cupang justru berkelahi saat pemijahan atau perkawinan.

Oleh karena itu perhatikan beberapa ciri-ciri ikan cupang siap kawin sebagai berikut:

Ikan cupang jantan:

  • Bisa mulai dibudidayakan pada usia 4-8 bulan
  • Bentuk badan panjang
  • Siripnya panjang dan warnanya terang atraktif
  • Gerakannya agresif dan lincah

Ikan cupang betina:

  • Berumur setidaknya 3-4 bulan
  • Bentuk badan membulat, bagian perut sedikit buncit
  • Siripnya pendek dan warnanya kusam tidak menarik
  • Gerakannya lambat

Simpan indukan jantan dan betina di tempat terpisah. Ukuran tubuhnya juga harus diperhatikan, jangan gunakan ikan cupang betina yang lebih besar daripada jantannya.

Di alam liar, cupang betina akan memilih cupang jantan berdasarkan ukuran, warna, panjang sirip, dan kualitas sarang gelembung mereka.

Maka dari itu, saat memelihara cupang dan ingin membudidayakannya, pilihlah yang terbaik dan ciptakan kondisi yang optimal agar pembuahan terjadi secara efektif.

2. Persiapkan tempat pemijahan

Sebagai tempat pemijahan atau perkawinan, gunakan wadah atau akuarium kecil, bisa berukuran 20x20x20 cm.

Kemudian isi dengan air bersih setinggi 10-15 cm. Sebaiknya gunakan air tanah atau air sungai yang jernih yang sudah diendapkan selama satu malam.

Hindari menggunakan air minum kemasan botol atau air PAM yang mengandung kaporit karena bisa membahayakan ikan cupang.  

Setelah itu masukkan tanaman air seperti kayambang sebagai tempat burayak atau anakan ikan cupang berlindung.

Tapi jangan ditempatkan terlalu padat. Sebab tanaman ini berpotensi mengambil oksigen yang ada di dalam air.

Dalam satu kali perkawinan, ikan cupang bisa menghasilkan sampai 1000 butir telur. Kemudian telur tersebut dapat menetas dalam waktu 25 jam setelah pembuahan.

Namun menurut pengalaman, tingkat kematian pembenihan ikan cupang cukup tinggi. Maka dari itu dalam sekali kawin biasanya hanya bisa dipanen 30-50 ikan cupang hidup.

Untuk indukan jantan bisa dikawinkan hingga 8 kali dengan interval waktu kurang lebih 2-3 minggu.  

Berapa lama ikan cupang betina bisa bertelur lagi? Sayangnya indukan betina disarankan hanya dikawinkan satu kali saja.

Sebab apabila dipaksakan, pada perkawinan berikutnya bisa terjadi penurunana keragaman jenis kelamin, yakni anakan ikan cupang akan didominasi oleh jenis kelamin betina.

3. Masukkan ikan cupang jantan

Setelah tempat pemijahan selesai disiapkan dengan baik, masukkan ikan cupang jantan. Cupang jantan ini akan membuat gelembung-gelembung udara.

Gelembung ini berguna untuk menyimpan telur-telur yang sudah dibuahi. Proses ini membutuhkan waktu sekitar satu hari.

Untuk memancing proses tersebut, kamu bisa ‘mengenalkan’ ikan cupang betina. Namun memasukkan cupang betina harus dipisah, misalnya menggunakan gelas plastik bening.

Warna cupang jantan akan berubah menjadi gelap dan mulai mempertontonkan siripnya untuk menarik perhatian cupang betina. Ia juga akan mendekati wadah tempat ikan betina.

Apabila cupang betina juga tertarik dengan si jantan, warnanya juga menjadi lebih gelap dan akan tampak garis vertikal di tubuhnya.

4. Proses perkawinan dan pembuahan

Setelah gelembung udara siap, kamu bisa memasukkan indukan betina. Si betina akan langsung berenang ke gelembung udara untuk memeriksanya.

Berhati-hati apabila si betina malah menghancurkan gelembung tersebut. Artinya gelembung itu tidak sesuai dan kamu perlu mengulangi prosesnya dari awal.

Biarkan cupang jantan dan betina bertemu secara alami. Dalam proses ini, sebaiknya kamu tidak meninggalkan wadah dan tetap amati, karena bisa saja berisiko terjadi sesuatu yang buruk.

Tiap mereka bertemu, cupang betina akan melepaskan sejumlah telur yang nantinya akan langsung dibuahi si jantan. Proses ini bisa berlangsung beberapa kali.

Lakukan cara mengawinkan ikan cupang ini di tempat yang tenang agar tidak terganggu sebab ikan-ikan ini cukup sensitif di masa kawin.

Pemijahan atau perkawinan ikan cupang biasanya mulai terjadi pukul 7-10 pagi atau pukul 4-6 sore.

5. Ambil ikan cupang betina

Setelah ikan cupang betina selesai melepaskan telur dan dibuahi, ikan cupang jantan yang berperan untuk menjaga telurnya akan mulai memindahkan telur ke gelembung secara bertahap.

Beberapa ikan cupang betina membantu proses ini, namun sebagian besar justru memakan mereka sehingga sangat krusial untuk segera mengambilnya begitu proses pemijahan selesai.

Selain itu, ikan cupang jantan juga bisa menyerangnya karena dianggap sebagai ancaman.

Setelah ikan cupang betina diangkat, tutup wadah atau akuarium dengan koran atau plastic wrap untuk menjaga kelembaban dan kondisi hangat di dalam.

Lingkungan yang lembab dan membantu menetaskan telur dan membantu perkembangan burayak atau anakan.

Proses pengambilan telur bisa berlangsung selama sehari atau dua hari. Terkadang, ikan cupang jantan juga bisa memakan telurnya terutama yang tidak dibuahi dengan benar.

6. Perawatan telur dan anakan ikan cupang

Cara ternak ikan cupang yang terakhir adalah menanti telur-telur tersebut menetas. Biasanya akan memakan waktu sekitar 3 hari.

Setelah menetas, biarkan burayak tetap berada di dalam gelembung selama 2-3 hari. Lalu mereka akan bisa berenang di hari ke-4.

Saat itu, angkat ikan cupang jantan dari wadah untuk menghindarinya memakan anakan ikan tersebut.

Berilah kutu air (moina atau daphnia) atau larva nyamuk dalam jumlah yang sedikit sebagai makanan para burayak. Setelah 1,5 bulan, pisahkan ikan-ikan tersebut sesuai dengan jenis kelaminnya.

Dibutuhkan sampai empat bulan untuk merawat anakan ikan cupang hingga dewasa. Berilah makanan yang berkualitas seperti serangga kecil, daging yang dipotong kecil-kecil, atau cacing.

Keuntungan Ternak Cupang

Keuntungan Ternak Ikan Cupang
keuntungan ternak ikan cupang - detik

Bisa dikatakan, bisnis ikan hias merupakan bisnis yang cukup menjanjikan lho. Dengan kamu tau cara beternak ikan cupang, berarti kamu sudah memulai langkah awal untuk menjadi pebisnis ikan hias yang menguntungkan.

Siapa disini yang mau ikutan bisnis yang untungnya besar?

Salah satu faktor kenapa bisnis ini sangat menguntungkan adalah modalnya yang tidak terlalu besar.

Untuk memulai bisnis ikan cupang ini, kamu hanya perlu modal untuk beternak ikan cupang dari awal, seperti, bibit ikan cupang, tempat untuk pemijahan, wadah untuk menaruh anak ikan cupang dan beberapa perlengkapan lainnya termasuk makanan dan obat-obatannya. 

Harga bibit ikan cupang berkisar Rp 1 juta saja dengan estimasi mendapatkan 4000 ekor. Itu jika kamu memulai dari bibit ikan cupang.

Jika kamu mempunyai indukan ikan cupang yang diternak, kamu akan lebih murah lagi untuk modal awalnya.

Bayangkan saja, dengan modal segitu, kamu bisa mendapatkan keuntungan yang hampir 3x lipat dari modal awal. Jangan lupa, untuk membudidayakan ikan cupang, kamu tidak perlu area yang luas karena kamu bisa menaruhnya di beberapa wadah saja saat pemisahan.

Ikan cupang yang berkualitas bisa kamu jual satuan lebih mahal, sedangkan ikan cupang yang “tidak jadi” bisa kamu jual ke pengepul dengan kisaran harga Rp 2000 - Rp 3000 per ekor.

Itulah cara ternak ikan cupang yang paling praktis dan mudah untuk dilakukan, terutama jika kamu sedang menjadikannya sebagai salah satu peluang usaha rumahan.

Beberapa kolektor ada yang memanfaatkannya dalam ajang aduan. Namun sebaiknya kamu tidak melakukan ini karena hal ini dilarang oleh beberapa asosiasi perlindungan hewan.

Jika kamu suka dengan artikel PintarPet, jangan lupa bagikan artikel ini ke seluruh dunia dan follow juga Instagram @pintarpet untuk tahu informasi tentang Ikan terbaru lainnya!

Perhatian: Informasi ini dihimpun dari beberapa sumber. Tim PintarPet tidak bertanggung jawab atas cidera, kematian, kerusakan atau kerugian langsung maupun tidak langsung, materiil dan immateriil yang disebabkan oleh informasi yang kami berikan. Untuk informasi dan tindakan lebih lanjut, sebaiknya kamu bisa mengkonsultasikannya dengan dokter hewan terdekat.

Terbit: Senin, 30 November 2020, 19:30 WIB
Update pada: Sabtu, 06 Februari 2021, 16:30 WIB

Referensi Tulisan [ Tampilkan ]
  • https://modestfish.com/breeding-betta-fish-guide/
  • https://www.dictio.id/t/mengapa-ikan-cupang-tidak-mau-kawin/107755
  • https://www.fishkeepingworld.com/breeding-betta-fish/

Tentang Penulis

Saya adalah seorang penulis yang antusias dengan hewan peliharaan seperti kucing, hamster dan hewan peliharaan lainnya.

Suka dengan tulisan saya? Hubungi saya disini.

Komentar