Hari ini: Senin, 15 April 2024
Jumat, 31 Maret 2023, 10:30 WIB

Pasteurellosis Kelinci: Penyebab, Gejala dan Cara Mengobatinya

Pasteurellosis Kelinci: Penyebab, Gejala dan Cara Mengobatinya

Waspadai penyakit pasteurellosis pada kelinci, infeksi bakteri yang menyerupai flu (Gambar: Unsplash/Gavin Allanwood)

Apakah kelinci peliharaan terlihat seperti terserang flu akhir-akhir ini? Kenali penyakit pasteurellosis yang penjelasannya bisa kamu simak di bawah ini.

Sobat Pintar, pernahkah kamu mendengar tentang pasteurellosis pada kelinci? Ya, jenis penyakit yang berbahaya ini merupakan gangguan kesehatan yang disebabkan oleh bakteri pasteurella dari famili Brucellaceae.

Pemberian nama tersebut berdasarkan jasa seorang ahli mikrobiologi dari Prancis yaitu Pasteur. Untuk pertama kalinya, beliau berhasil mengetahui mikroorganisme penyebab penyakit kolera ayam, yang saat ini dikenal menjadi Pasteurella Multocida.

Nah, apakah kamu ingin tahu lebih lanjut tentang penyakit Pasteurellosis yang kerap menginfeksi kelinci ini? Jika iya, yuk mari kita simak bersama-sama penjelasannya di bawah ini.

Follow Instagram @PintarPet untuk lebih tahu tentang Kelinci lainnya!
>> FOLLOW DISINI

Apa itu Pasteurellosis pada Kelinci?

pasteurellosis bisa menginfeksi kelinci di segala usia (Gambar: Unsplash/Nathan Anderson)

Seperti yang sudah dibahas sebelumnya, pasteurellosis adalah infeksi bakteri yang diakibatkan dari bakteri pasteurella. Pasteurella multocida merupakan spesies yang ternyata juga sangat sering menginfeksi manusia.

Pasteurella multocida juga bisa menyerang ternak seperti kelinci, anjing dan kucing. Bakteri ini paling sering menyerang kelinci dewasa dan kelinci betina. 

Infeksi dari bakteri tersebut bisa mengakibatkan penyakit pernapasan yang sangat parah dan biasanya ditandai dengan infeksi umum dari darah, radang paru-paru, konjungtivitis, infeksi telinga, sinusitis, dan infeksi hidung.

Keadaan yang biasa dikenal dengan istilah “ingusan” ini disebabkan oleh efek suara nafas mendengus yang dilakukan oleh kelinci yang terinfeksi.

Tidak hanya itu saja, hal tersebut juga bisa mengakibatkan abses pada subkutan (pada bagian bawah lapisan kulit atas) organ internal, sendi, atau tulang di kelinci.

Kamu harus tahu jika kelinci yang mempunyai sistem kekebalan tubuh yang kuat, maka pada awalnya biasanya mereka tidak akan memperlihatkan gejala infeksi.

Tetapi, bakteri pasteurella multocida ini bersifat sangat menular dan menyebar dengan cara kontak langsung atau bisa juga melalui udara karena berdekatan. Tidak sedikit kelinci yang terinfeksi ketika lahir lewat infeksi vagina atau karena dekat dengan induknya yang terinfeksi.

Apabila bakteri tersebut menjadi aktif pada saluran hidung, infeksi yang ditimbulkan bisa mengakibatkan radang atau iritasi hidung pada awalnya. Infeksi tersebut biasanya akan menyebar ke tulang wajah, sinus, dan berikutnya ke dalam hidung, telinga lewat air mata, dan sistem organ yang lainnya.

Penyebab Pasteurellosis Kelinci

Biasanya penyakit pada kelinci diakibatkan oleh beberapa kondisi tertentu, seperti:

  • Kandang yang tidak bersih,
  • Tertular kelinci lain,
  • Air minum tidak bersih,
  • Jumlah pakan yang kurang,
  • Nutrisi dalam pakan yang kurang seimbang,
  • Ketidaktahuan pemilik terhadap penyakit kelinci, dan
  • Perubahan cuaca yang sangat ekstrim.

Penyakit yang satu ini disebabkan oleh bakteri pasteurella multocida yang sering menyerang kelinci dewasa. Awalnya penyakit ini menyerang sistem pencernaan dan menjalar ke organ lainnya seperti uterus, kelenjar susu dan testicles. 

Selanjutnya, kelinci bisa terinfeksi jika masih menyusu dengan indukan yang sudah terinfeksi. Aktivitas seperti menyusui pun juga dapat menularkan penyakit dari induk ke anak kelinci.

Tetapi, penyakit ini juga bisa ditularkan lewat kontak langsung maupun tidak langsung. Penularannya lewat udara, namun itu tidak menjadi kemungkinan cara transmisi menjadi kontak langsung.

Gejala Klinis Kelinci Pasteurellosis

Kelinci yang terkena penyakit ini akan memiliki gejala klinis yang terlihat dengan jelas, seperti:

  • Sesak panas,
  • Timbulnya abses,
  • Terlihat sering bersin,
  • Mata dan hidung terlihat lembab,
  • Broncho pneumonia,
  • Meningitis, otitis, sinusitis, hingga rhinitis,
  • Kelinci menjadi depresi yang kerap disertai anoreksia,
  • Selalu memiringkan kepala,
  • Menggaruk telinga secara berlebihan,
  • Penyumbatan pada saluran air mata,
  • Wajah yang membengkak,
  • Air liur keluar berlebihan, dan
  • Ada noda di cakar depannya.

Apabila dilakukan pemeriksaan setelah kelinci tersebut mati, maka akan biasanya hasilnya akan mendapati radang akut hingga kronis pada selaput lendir di paru-paru dan saluran pernapasan.

Pada umumnya lesi disertai dengan broncho pneumonia, meningitis, otitis, sinusitis, dan rinitis. Sedangkan, untuk abses bisa ditemukan pada tubuh kelinci khususnya di kepala.

Pada kondisi akut akan terjadi septikemia umumnya kelinci mati dalam kurun waktu 48 jam.

Pengecekan pasca kematian dalam bentuk akut juga akan memperlihatkan kongesti pembuluh darah sistem pernapasan, pendarahan pada bagian bawah kulit, kelenjar pertahanan membesar dan rakhitis.

Cara Mengobati Pasteurellosis Kelinci

Pengobatan Kelinci Yang Terinfeksi Pasteurellosis
pengobatan kelinci yang terinfeksi pasteurellosis (Gambar: Unsplash/Tolga Ahmetler)

Pengobatan dikhususkan kepada gejala demam dan bersin. Kebersihan, suhu, gizi dan hidrasi sangat penting. Antimikroba dan antibiotik akan dipakai untuk menyembuhkan infeksi bakteri dan obat penenang ringan atau obat nyeri bisa kamu gunakan untuk mengobatinya. 

Apabila kelinci kesulitan dalam bernapas, humidifikasi lingkungan bisa membantu untuk membuat kelinci lebih nyaman dan mengeluarkan cairan dari hidungnya. Selain itu, saline nebulization bisa membantu untuk humidifikasi melalui hidung. Perawatan harian kamu bisa membersihkan saluran hidung dan membilas matanya. 

Penyakit pasteurellosis pada kelinci ini berasal dari bakteri pasteurella multocida. Gejala yang muncul dari penyakit pasteurellosis ini seperti rhinitis, sinusitis, dispnea dan bisa menjalar ke bagian telinga yang mengakibatkan otitis medio dan dapat mempengaruhi otak kelinci sehingga terjadilah meningitis. 

Otitis medio sendiri mengakibatkan kelinci terkena torticollis. Diagnosis akan penyakit pasteurellosis setelah mati akan mendapati abses di bagian kepala dan dalam kondisi akut kelinci bisa mati.

Untuk itu, perlunya pencegahan dan pengendalian untuk penyakit yang satu ini dengan mengkarantina kelinci dan membawanya ke dokter hewan untuk mendapatkan perawatan yang tepat. Kelinci harus diberikan obat supaya mereka bisa sembuh walaupun tidak dapat sembuh secara total.

Cara Mencegah Infeksi Pasteurellosis

Bakteri pasteurella multocida tersebut sangat menular sehingga kelinci yang terkena penyakit ini perlu dipisahkan dan dikarantina dari kelinci yang masih sehat. Mengingat kondisi kesehatan yang begitu serius akibat bakteri ini dan stres serta pola makan yang buruk ini mengakibatkan kelinci sakit parah.

Dengan mengoptimalkan kesehatannya bisa membuat tubuh kelinci bisa melawan patogen seperti bakteri tersebut dan lebih mudah pulih dari cedera atau penyakit.

Lalu, pencegahan bisa dimulai dengan memberikan pengobatan yang tepat, seperti hidup bersih dan diet yang benar.

Menjaga kelinci supaya tetap sehat bisa meminimalisir stres dan membuat sistem kekebalan tubuhnya menjadi lebih kuat.

Di bawah ini terdapat beberapa cara untuk membuat sistem kekebalan tubuh kelinci membaik, seperti:

  • Lakukan diet dengan tepat, seperti batasi jumlah rumput dan sediakan air tawar.
  • Kandang yang bebas dari bahan kimia, suara keras dan lainnya.
  • Jaga kebersihan kandang secara rutin.
  • Cuci tempat makan dan air setiap hari.
  • Cuci tangan menggunakan air dan sabun jika ingin memegang kelinci agar mencegah penyebaran bakteri.
  • Buka jendela kadang agar udara di dalamnya bisa berganti dengan udara luar yang masih fresh.
  • Jaga suhu kandang untuk cegah kelinci kelelahan dan stres karena panas.
  • Lakukan pengecekan kesehatan secara rutin, catat berbagai gejala yang dialami oleh kelinci agar membantu dokter untuk mengidentifikasi penyakit kelinci.
  • Bawa ke dokter hewan terdekat jika mendapati gejala aneh pada kelinci agar mereka cepat mendapatkan penanganan yang tepat.

Kamu bisa melakukan beberapa cara di atas untuk mencegah dan mengendalikan penyebaran penyakit pasteurellosis yang menyerang kelinci kesayanganmu. Lakukan semua hal tersebut jika kamu tidak ingin kehilangan kelinci peliharaanmu.

Sobat Pintar, itulah tadi akhir dari ulasan mengenai pasteurellosis pada kelinci yang perlu kamu pahami sebagai pemilik agar kamu tidak mudah panik dan bisa menanganinya dengan tepat saat kelinci terserang penyakit ini.

Jangan lupa untuk mencegah kelinci terserang penyakit pasteurellosis, kamu harus rajin membersihkan kandangnya dan berikan makanan yang bernutrisi dengan cukup ya!

Jika kamu suka dengan artikel PintarPet, jangan lupa bagikan artikel ini ke seluruh dunia dan follow juga Instagram @pintarpet untuk tahu informasi tentang Kelinci terbaru lainnya!

Baca juga artikel menarik berikut:

Perhatian: Informasi ini dihimpun dari beberapa sumber. Tim PintarPet tidak bertanggung jawab atas cidera, kematian, kerusakan atau kerugian langsung maupun tidak langsung, materiil dan immateriil yang disebabkan oleh informasi yang kami berikan. Untuk informasi dan tindakan lebih lanjut, sebaiknya kamu bisa mengkonsultasikannya dengan dokter hewan terdekat.

Referensi Tulisan [ Tampilkan ]
  • https://www.dictio.id/t/bagaimana-cara-mencegah-penyakit-pasteurellosis-pada-kelinci/103767/2
  • https://www.ilmuternak.com/2015/04/penyakit-pasteurellosis-pada-ternak-kelinci.html
  • https://www.rajapetshop.com/en/news/(-RABBIT---KELINCI-)-PASTEURELLOSIS-PADA-KELINCI

Tentang Penulis

Saya adalah seorang penulis yang antusias dengan hewan peliharaan seperti burung, amfibi dan juga hewan peliharaan lainnya.

Suka dengan tulisan saya? Hubungi saya disini.

Komentar