Hari ini: Kamis, 26 Mei 2022
Kamis, 07 April 2022, 11:00 WIB

9 Cara Budidaya Ikan Patin Agar Cepat Panen dengan Mudah

9 Cara Budidaya Ikan Patin Agar Cepat Panen dengan Mudah

cara budidaya ikan patin - makaryo

Banyak yang perlu diperhatikan untuk memulai bisnis ini. Yuk intip cara budidaya ikan patin dengan benar untuk kamu yang ingin mendapatkan keuntungan

Sobat Pintar, apakah kamu ingin terjun di bidang budidaya ikan? Jika iya, kamu bisa mencoba budidaya ikan patin sebagai permulaan. Ikan patin merupakan salah ikan air tawar yang banyak digemari masyarakat Indonesia.

Ikan ini masuk dalam golongan ikan berkumis dan mudah dibudidayakan di berbagai jenis kolam, seperti kolam tadah hujan, kolam rawa dan kolam irigasi. 

Namun, belakangan ini budidaya ikan patin sudah mulai bisa dikembangkan pada kolam tembok dan kolam terpal. Untuk jenis ikan patin yang dikembangkan adalah ikan patin siam atau nama latinnya adalah Pangasius Hypophthalmus. 

Pastinya kamu sudah sangat penasaran dengan cara budidaya nya, bukan? Tidak perlu berlama-lama lagi, mari simak ulasan lengkapnya bersama-sama di bawah ini. 

Bagaimana Cara Budidaya Ikan Patin Yang Benar?

Cara Budidaya Ikan Patin
cara budidaya ikan patin - pixabay

Banyak hal yang harus kamu perhatikan saat ingin memulai membudidayakan ikan patin. Oleh karena itu, kamu harus perhatikan semua poin-poin yang akan dibahas seperti berikut ini. 

Follow Instagram @PintarPet untuk lebih tahu tentang Ikan lainnya!
>> FOLLOW DISINI

1. Siapkan Kolam Yang Bersih

Langkah pertama dalam ternak budidaya ikan patin di kolam yang harus kamu lakukan adalah menyiapkan kolam untuk dijadikan tempat memelihara ikan patin.

Tentu saja langkah ini tidak sulit sebab ikan patin dapat hidup di berbagai tipe kolam. Bisa di kolam terpal, kolam tanah, keramba dan kolam tembok. 

Apabila kamu memakai kolam lama maka lebih baik bersihkan dulu kolam tersebut dari kotoran yang menempel hingga bersih, sehingga saat dimasukan benih ikan patin kolam telah dalam keadaan yang bersih.

Lalu, bila kamu lebih berminat untuk memakai kolam tanah, maka kamu bisa memilih jenis tanah liat, sehingga kolam tidak mudah bocor. 

Ada baiknya juga kolam dibuat sedikit miring agar memudahkan kamu ketika melakukan pengairan. Namun, bila kamu lebih memilih untuk memakai media jala apung, maka kamu bisa melakukannya di sungai dengan arus yang lambat, ya!

2. Gunakan Air Bersih Untuk Mengisi Kolam

Ketika mengisi kolam untuk ternak ikan patin, Sobat Pintar harus memakai air bersih yang tidak tercemar limbah, tidak berwarna keruh, dan bebas dari zat kimia berbahaya. Selain itu, jangan lupa untuk memperhatikan pH air dan suhunya, ya.

Suhu air yang baik untuk budidaya harus berada di angka 26-28 derajat celcius saja. Sementara untuk pH air disarankan sekitar 6,5 sampai 7, tidak berlalu basa dan tidak terlalu asam.

Jika suhu di dalam kolam terlalu rendah, kamu bisa menggunakan pemanas atau pengatur suhu agar air bisa mencapai suhunya secara ideal dengan stabil.

Kemudian setelah air bersih telah masuk ke dalam kolam, kamu bisa menambahkan blitzich atau emolien ke dalam kolam ikan yang berguna untuk menghambat pertumbuhan jamur.

3. Sebelum Menebar Benih Lakukan Pemupukan

Apabila Sobat Pintar memakai media kolam lumpur saat melakukan budidaya ikan patin, maka kamu harus memberi pupuk terlebih dahulu sebelum menebarkan benih ikan patin di kolam.

Kenapa demikian? Hal tersebut berfungsi untuk membantu pertumbuhan pakan alami untuk ikan patin sehingga produktivitas kolam pun akan meningkat.

Agar lebih optimal, kamu bisa memakai pupuk kandang atau pupuk hijau dengan takaran seimbang yakni sekitar 50 gram hingga 700 gram saja tergantung luas kolam. 

4. Sebar Benih Dengan Seimbang

Sebagai pembudidaya ikan patin pastinya kamu berharap mendapatkan untung yang besar saat panen. Tetapi, tidak berarti kamu bisa mengisi kolam dengan benih secara asal dan sembarangan.

Untuk mendapatkan hasil panen yang maksimal, kamu harus menebar benih sesuai dengan luas kolam budidaya yang kamu miliki secara seimbang dan tepat serta jangan terlalu banyak.

Sebab jika terlalu banyak, maka hal tersebut dapat menyebabkan ikan terlalu padat sehingga tidak bisa tumbuh dengan baik. Cukup tebarkan 20 hingga 30 benih ikan untuk kolam berukuran 1 meter. 

5. Beri Pakan Berkualitas

Sobat Pintar harus tahu jika pemberian pakan ini sangat menentukan pertumbuhan dari ikan yang bisa tubuh maksimal, dimana biasanya jenis pakan untuk ikan patin yaitu pelet yang mudah kamu temukan di pasar.

Namun, kamu juga bisa memberinya pakan alami agar ikan tidak bosan. Pakan alami seperti keong mas, ikan sisa, bekicot, kerang dan sejenisnya biasanya mempunyai kandungan tinggi protein sehingga bisa membantu pertumbuhan ikan lebih cepat. 

6. Beri Pakan dengan Tepat

Langkah dalam ternak budidaya ikan patin selanjutnya yang harus Sobat Pintar perhatikan yaitu saat memberi makan ikan patin.

Pakan ikan ini wajib kamu berikan dengan seimbang dan tepat sesuai kebutuhan ikan. Jangan karena ingin ikan cepat besar, jadi kamu memberi pakan secara berlebihan. 

Kamu bisa menentukan beratnya untuk memberinya makanan. Biasanya jumlah pakan ikan patin dengan berat dibawah 200 gram per ekornya yaitu 3 hingga 5% dari seluruh berat ikan di kolam tersebut.

Apabila berat diatas 200 gram per ekor, maka bisa diberikan pakan dengan persentase 1,5 hingga 2% saja dari jumlah berat ikan di kolam tersebut dan berikan pakan 1 kali sehari ketika sore.

7. Beri Pakan Tepat Waktu

Pemberian pakan tepat waktu secara rutin harus dilakukan supaya ikan sehat dan bisa tumbuh besar dengan maksimal. Jika pemberian pakan kamu lakukan dengan waktu yang tidak pernah berganti, hal tersebut bisa membuat ikan beradaptasi dengan jadwal makanan secara lebih mudah. 

Dengan memiliki jadwal rutin, selain bisa meningkatkan kualitas ikan karena tidak overfeeding, tindakan ini juga dapat membantu kolam budidaya kamu tetap bersih dan tidak kotor karena pakan ikan akan selalu habis dimakan olehnya.

8. Rajin Bersihkan Kolam

Sama seperti kandang untuk hewan lainnya, kolam menjadi tempat budidaya ikan patin untuk hidup dan kamu harus rajin membersihkannya dengan mengganti air di dalam kolam tersebut.

Dengan air kolam yang dibersihkan, maka ikan bisa sehat dan tumbuh dengan baik serta terhindar dari penyakit. Lakukan pembersihan kolam dengan benar minimal seminggu sekali supaya ikan patin bisa selalu merasa segar di dalam habitatnya. 

9. Hindari Kebisingan

Cara terakhir ketika beternak ikan patin yaitu hindari membuat kebisingan saat berada di kolam budidaya, karena ikan patin merupakan ikan yang sangat mudah panik, lho. Tentunya hal tersebut tidak bagus untuk perkembangannya. Oleh sebab itu, buatlah kolam ikan yang jauh dari kebisingan sehingga ikan dapat hidup dengan tenang. 

Itulah dia ulasan lengkap cara budidaya ikan patin untuk pemula yang bisa kamu pelajari mulai saat ini. Jika masih ragu, jangan segan untuk langsung bertanya kepada ahlinya ya, Sobat Pintar! 

Jika kamu suka dengan artikel PintarPet, jangan lupa bagikan artikel ini ke seluruh dunia dan follow juga Instagram @pintarpet untuk tahu informasi tentang Ikan terbaru lainnya!

Perhatian: Informasi ini dihimpun dari beberapa sumber. Tim PintarPet tidak bertanggung jawab atas cidera, kematian, kerusakan atau kerugian langsung maupun tidak langsung, materiil dan immateriil yang disebabkan oleh informasi yang kami berikan. Untuk informasi dan tindakan lebih lanjut, sebaiknya kamu bisa mengkonsultasikannya dengan dokter hewan terdekat.

Referensi Tulisan [ Tampilkan ]
  • https://gdm.id/cara-budidaya-ikan-patin/
  • https://www.agronet.co.id/detail/budi-daya/perikanan/4619-Budidaya-Ikan-Patin-Praktis-dan-Menguntungkan

Tentang Penulis

Saya adalah seorang penulis yang antusias dengan hewan peliharaan seperti burung, amfibi dan juga hewan peliharaan lainnya.

Suka dengan tulisan saya? Hubungi saya disini.

Komentar