Hari ini: Kamis, 29 Juli 2021
Rabu, 13 Januari 2021, 16:00 WIB

Kelincimu Melahirkan? Segera Ketahui 7 Cara Merawat Anak Kelinci Ini!

Kelincimu Melahirkan? Segera Ketahui 7 Cara Merawat Anak Kelinci Ini!

cara merawat anak kelinci - petpintar

Menanti kelahiran anak kelinci mu yang baru? Sebelum itu, cari tau dulu cara merawat anak kelinci hingga dewasa yang mudah dipahami berikut ini

Memelihara kelinci adalah hal yang menyenangkan dan menggemaskan. Namun, penting untuk mempelajari cara merawat anak kelinci jika kamu mengetahui kelinci induk peliharaan kamu menunjukkan ciri-ciri kelinci hamil.

Hal itu mengingat dalam satu kali hamil, kelinci induk betina bisa melahirkan lebih dari 7 anak baru.

Tentu, kondisi bisa membuat bingung para pemilik kelinci yang masih pemula dan belum memiliki banyak pengalaman dalam merawat anak kelinci baru.

Kali ini, PetPintar akan membagikan tutorial cara merawat anak kelinci agar mereka tetap sehat dan tumbuh menjadi kelinci dewasa yang mahal dijual, lucu dan menggemaskan.

8 Cara Merawat Anak Kelinci Agar Cepat Besar Meski Tanpa Induk

Cara Merawat Anak Kelinci
Cara merawat anak kelinci - petpintar

Anak kelinci adalah hewan kecil yang perlu perawatan khusus di awal-awal sebelum mereka beranjak remaja hingga dewasa. Salah satu yang paling prioritas dalam merawat anak kelinci adalah jenis makanan yang harus diberikan.

Tanpa perawatan yang baik, anak kelinci akan tumbuh menjadi kelinci yang sering terserang penyakit, tidak menarik dan hanya merepotkan kamu. Tentu, kondisi ini tidak kamu inginkan, kan? Maka, ikutilah langkah-langkah berikut ini.

Follow Instagram @PintarPet untuk lebih tahu tentang Kelinci lainnya!
>> FOLLOW DISINI

1. Pisahkan Induk dan Anak Kelinci dari Kelinci Jantan Dewasa

Kelinci jantan dewasa memang jarang menyakiti anak kelinci yang baru lahir. Tapi, kelinci jantan bisa merusak proses pertumbuhan anak kelinci yang dirawat oleh induknya.

Hal ini mengingat kelinci jantan dewasa sangat cepat mengawini kelinci betina meskipun mereka baru saja melahirkan.

Bila hamil lagi, tentu anak kelinci baru peliharaan kamu tidak akan mendapatkan kasih sayang penuh dari induknya, dimana seharusnya induknya tersebut bertugas untuk memberi kehangatan dan asupan air susu.

2. Cek Kondisi Anak Kelinci Setelah Lahir

Kamu pernah mendengar ada saran dari seseorang untuk tidak mengganggu anak kelinci yang baru saja dilahirkan karena mereka akan mudah stress dan jika induknya merasakan aroma tubuh manusia, mereka akan berhenti memberikan makanan kepada anaknya?

Faktanya, hal tersebut salah. Karena, kelinci adalah salah satu hewan yang cukup terbiasa dengan aroma manusia dan tidak akan merasa terganggu jika anaknya dipegang oleh manusia.

Mereka sama sekali tidak keberatan jika anaknya dipegang olehmu. Jadi, segeralah lakukan pengecekan kondisi kelahiran mereka untuk memastikan tidak ada anak kelinci yang lahir dengan kondisi mati atau sakit.

3. Jaga Anak Kelinci Tetap Hangat

Ketika anak kelinci lahir dari induknya di luar gorong-gorong yang biasanya dibuat ketika kelinci betina akan melahirkan, maka tugasmu kini adalah membuat mereka tetap hangat dengan sebuah kandang kecil yang hangatnya menyerupai hangatnya eraman induk kelinci.

Siapkanlah satu kotak box yang cukup besar untuk menampung seluruh anak kelinci yang baru lahir.

Lapisi bagian bawah kotak dengan dua handuk tebal dan lembut. Lipat salah satunya sedikit sehingga bayi memiliki tempat untuk bersembunyi.

Ingatlah untuk tidak memindahkan anak kelinci yang lahir dalam gorong-gorong karena mereka tetap akan mendapatkan kehangatan dari induknya sendiri.

Tugasmu hanyalah untuk memastikan induknya tersebut selalu menjaga anak-anaknya.

4. Beri Susu Formula yang Biasa Dipakai Anjing atau Kucing

Ketika anak kelinci tidak mendapatkan asuhan dari induknya, mereka tidak akan mendapatkan air susu dari induknya pula. Hal ini wajar terjadi ketika kelinci betina yang baru saja melahirkan tersebut sudah pernah melahirkan lebih dari 1x.

Kamu bisa memberikan susu ini kepada anak kelinci sebanyak 2x sehari sesuai dengan anjuran dokter hewan dan komunitas pecinta kelinci.

Perlu diingat, susu kelinci harus memiliki probiotik yang bagus dan tidak mengandung susu sapi sama sekali. Karena, susu sapi sama sekali tidak bagus diberikan kepada kelinci jenis apapun.

5. Beri Makanan Diet pada Anak Kelinci

Merawat Anak Kelinci Di Rumah
berikan makanan pada anak kelinci 

Cara merawat anak kelinci sendiri tidak mudah, kamu harus memilah makanan yang tepat, bernutrisi dan efektif (tidak terlalu sedikit atau terlalu banyak).

PetPi pernah membagikan artikel apa saja jenis makanan kelinci yang sehat pada hari-hari sebelumnya.

Di sana tertulis beberapa makanan terbaik untuk anak kelinci juga. Beberapa diantaranya rumput segar, wortel, selada, kangkung, dan bayam.

Kemudian, berikan porsi makanan yang cukup pada anak kelinci yang sesuai dan benar. Setidaknya, untuk kelinci yang baru lahir sekitar 2 minggu berikanlah makanan 3 kali sehari dengan mangkuk kecil.

6. Hindari dari Makanan yang Berbahaya untuk Anak Kelinci

Dari sekian banyak jenis makanan organik di dunia, tidak semua baik bagi kesehatan anak kelinci. Beberapa diantaranya perlu dihindari sekecil apapun. Karena, berpotensi dapat merusak perut sampai membuat kelinci diare.

Sawi hijau, lobak hijau, coklat, kacang polos, yogurt, gula, jagung dan makanan manusia adalah contoh makanan yang harus dihindari oleh kelinci, baik anakan maupun indukan. Jadi, jangan sesekali memberikan makanan ini pada mereka, ya.

7. Berikan Anak Kelinci Air yang Cukup

Air adalah sumber minuman yang sangat baik bagi kesehatan semua jenis makhluk hidup di dunia, terutama anak kelinci. Karena, air dapat membantu pencernaan anak kelinci dan membantunya agar tetap sehat dan tidak dehidrasi.

Air ini bisa kamu berikan secara bertahap sebanyak 3x sehari dengan porsi yang cukup. Jangan biarkan anak kelinci kembung karena terlalu banyak air yang mereka konsumsi. Ingat!

Kelinci adalah hewan yang punya potensi besar terserang penyakit kembung.

Apakah Bayi Kelinci Punya Penyakit yang Sering Dialami?

Penyakit Anak Kelinci
penyakit anak kelinci - rabbitpedia

Bayi kelinci yang baru lahir atau dalam masa pertumbuhan bisa menderita penyakit dan gangguan masalah kesehatan seperti layaknya kelinci dewasa.

Namun, karena imunitas bayi kelinci belum sekuat kelinci dewasa, maka penyakit kelinci biasa bisa menyebabkan kematian pada anak kelinci yang masih kecil.

Penyakit anakan kelinci yang paling umum adalah diare. Hal ini disebabkan oleh ketidakseimbangan mikroba pada sekum (bagian dari usus kelinci). Sekum adalah tempat terjadinya fermentasi usus belakang pada setiap kelinci.

Nah, yang seharusnya bagian tersebut diisi oleh bakteri baik yang membantu pencernaan, kali ini bakteri jahat seperti E.Coli juga dapat masuk ke dalam sekum.

Maka dari itu, setiap kalian memiliki anak kelinci yang baru lahir, sebisa mungkin semuanya dipastikan selalu mendapatkan makanan dan nutrisi yang terbaik dari indukannya.

Diare pada bayi kelinci bisa mematikannya dengan cepat. Jika bakteri berbahaya bukan menjadi penyebabnya, mungkin bisa jadi dari parasit.

Perhatikan hal-hal berikut ini sebagai tanda-tanda bahwa dia terkena diare.

  • Diare atau buang air besar setiap saat
  • Kotoran mengandung darah
  • Terlihat lesu
  • Perut cekung karena tidak mau menyusui

Jika kamu sudah melihat salah satu dari gejala di atas, maka kamu segera ke dokter hewan terdekat untuk diberikan pertolongan khusus untuk mengobati dan menyelamatkan hidupnya.

Itu dia tadi 7 cara merawat anak kelinci dengan baik dan benar agar mereka tumbuh menjadi kelinci yang sehat, lucu, dan menggemaskan. Terapkan semua langkah-langkah di atas dengan benar. Jangan ada langkah yang kamu lupakan.

Kemudian, bagikan artikel ini ke teman-teman kamu di sosial media agar banyak pemilik kelinci yang siap untuk menyambut anak kelinci baru di rumah mereka.

Jika kamu suka dengan artikel PintarPet, jangan lupa bagikan artikel ini ke seluruh dunia dan follow juga Instagram @pintarpet untuk tahu informasi tentang Kelinci terbaru lainnya!

Perhatian: Informasi ini dihimpun dari beberapa sumber. Tim PintarPet tidak bertanggung jawab atas cidera, kematian, kerusakan atau kerugian langsung maupun tidak langsung, materiil dan immateriil yang disebabkan oleh informasi yang kami berikan. Untuk informasi dan tindakan lebih lanjut, sebaiknya kamu bisa mengkonsultasikannya dengan dokter hewan terdekat.

Terbit: Kamis, 10 September 2020, 19:30 WIB
Update pada: Rabu, 13 Januari 2021, 16:00 WIB

Referensi Tulisan [ Tampilkan ]
  • https://petlifetoday.com/take-care-of-a-bunny/
  • https://www.rabbitcaretips.com/how-to-take-care-of-baby-bunnies/
  • https://www.rabbitcaretips.com/how-to-take-care-of-baby-bunnies/#What_Do_You_Feed_Baby_Rabbits
  • https://www.raising-rabbits.com/raising-baby-rabbits.html
  • https://www.wikihow.com/Care-for-Newborn-Rabbits

Tentang Penulis

Saya adalah seorang penulis yang antusias dengan hewan peliharaan seperti kucing, kelinci dan hewan peliharaan lainnya.

Suka dengan tulisan saya? Hubungi saya disini.

Komentar