Hari ini: Kamis, 26 Mei 2022
Rabu, 27 April 2022, 10:00 WIB

Kucing Susah Melahirkan? Segera Ketahui Apa Penyebabnya!

Kucing Susah Melahirkan? Segera Ketahui Apa Penyebabnya!

penyebab kucing susah melahirkan - pixabay

Tidak banyak tahu penyebab kucing susah melahirkan. Agar kamu bisa mendeteksi sejak dini, yuk cari tahu penyebab utamanya berikut ini

Sobat Pintar, pada kondisi normal kucing umumnya tidak membutuhkan bantuan saat melahirkan dan jarang sekali ditemukan kasus dari kucing yang susah melahirkan.

Tetapi, ternyata pada kondisi tertentu mungkin akan ditemukan kucing yang kesulitan dalam melahirkan dan bahkan berpotensi mengancam nyawa induk kucing hingga anaknya yang akan dilahirkan.

Kesulitan melahirkan tersebut umumnya dikenal dengan Distokia dan berdasarkan penyebabnya distokia dapat digolongkan dalam 2 golongan yaitu distokia maternal yang merupakan permasalahan dari induknya dan distokia fetal yang dimana masalah berasal dari si janin kucing.

Lantas, apa itu distokia yang menjadi penyebab kucing susah melahirkan dan apa saja tanda-tandanya? Untuk lebih jelasnya, yuk mari kita simak ulasan PetPi berikut ini.

Penyebab Kenapa Kucing Susah Melahirkan

Penyebab Kucing Susah Melahirkan
penyebab kucing susah melahirkan - pixabay

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, kucing yang susah melahirkan itu akan disebabkan oleh suatu kondisi tertentu yaitu distokia yang terbagi menjadi dua sebab yaitu maternal dan fetal. 

Pada distokia maternal, permasalahan utamanya adalah karena adanya masalah pada induk kucing seperti anatomi panggul yang abnormal, panggul kucing yang terlalu sempit, dan kontraksi pada uterus yang tidak memadai atau biasa disebut inersia uteri. 

Inersia uteri pada kucing yang mengalami distokia maternal itu dapat bersifat sekunder atau primer. Untuk inersia uteri primer maka uterus dari awal tidak dapat berkontraksi atau bisa tapi kemungkinan kontraksinya sangat lemah.

Lain halnya dengan inersia uteri sekunder, yang dimana uterus kucing akan berkontraksi kuat di awal namun perlahan-lahan akan melemah. Kondisi tersebut biasanya dapat terjadi jika pada proses kelahiran pertamanya memakan waktu yang sangat lama.

Selanjutnya ada distokia fetal, dimana kondisi ini terjadi karena adanya masalah pada janin seperti fetus yang sangat besar, kepala anak kucing yang besar (umumnya terjadi pada kucing persia) dan kelainan pada anatomi, kematian fetus dan malformasi fetus.

Tanda Kucing Susah Melahirkan

Tanda Kucing Kesulitan Melahirkan
tanda kucing kesulitan melahirkan - pixabay

Sama halnya dengan kucing yang akan melahirkan secara normal, kucing yang kesulitan dalam melahirkan pun juga akan menunjukkan tanda-tanda yang dapat kamu amati, seperti:

  • Kehamilan kucing berusia lebih dari 70 hari. 
  • Proses kelahiran pertama memakan waktu lebih dari 1 hari. 
  • 30 menit mengejan tanpa melahirkan. 
  • Temperatur melebihi 39 derajat celcius. 
  • Jarak antar kelahiran melebihi 2 jam.   
  • Induk terus menjilat kemaluannya dan merintih kesakitan. 
  • Jika fetus telah tampak pada saluran kelahiran lalu mengejan 10 menit. 
  • Biasanya sang induk tampak depresi. 
  • Terdapat aliran cairan dengan darah yang berbau busuk saat antar kelahiran maupun sebelum melahirkan. 
  • Tidak ada refleks ferguson yang dimana saat dirangsang di bagian atas vagina tidak mengeluarkan respon, hal tersebut menunjukkan terdapat inersia (rahim tidak bisa berkontraksi). 

Apabila terlihat ada satu atau lebih gejala di atas pada kucing kamu, kemungkinan besar kucing tersebut mengalami distokia.

Terdapat sejumlah faktor yang dapat menjadi pemicu terjadinya distokia seperti jenis brachycephalic (kepala bayi kucing peyang pada bagian belakang), usia kucing ketika hendak melahirkan, jenis ras kucing, perubahan lingkungan secara tiba-tiba sebelum persalinan, kegemukan, dan pernah mengalami distokia pada kelahiran pertamanya. 

Tahapan Kucing Yang Melahirkan Normal

Fase Melahirkan Kucing Yang Normal
fase melahirkan kucing yang normal - pixabay

Setelah kamu mengetahui apa saja penyebab dan tanda kucing susah melahirkan, kamu perlu tahu apa saja tahapan dari persalinan kucing yang normal agar kamu bisa membandingkannya dengan kondisi kucing kesayanganmu ketika melahirkan. 

Secara umum, proses kelahiran yang akan berlangsung normal terbagi menjadi 3 tahap, seperti di bawah ini.

Follow Instagram @PintarPet untuk lebih tahu tentang Kucing lainnya!
>> FOLLOW DISINI

1. Fase Awal Kucing Melahirkan

Pada tahap awal, umumnya kucing terlihat terengah-engah di kandangnya atau kotak melahirkan. Tetapi, tidak terlihat mengejan, pernafasan dan denyut jantungnya menjadi sangat cepat.

Diproses tersebut janin kucing biasanya berpindah yang awalnya di rahim menjadi ke mulut rahim. Tahapan ini dapat berlangsung hingga 12 jam lamanya. 

Jika tahap tersebut berlangsung hingga lebih dari 1 hari, ada baiknya kamu menghubungi atau segera membawa kucing kamu tersebut ke dokter hewan terdekat untuk mendapatkan perawatan yang tepat. 

2. Fase Kontraksi Kucing Melahirkan

Ketika memasuki tahapan kedua, biasanya akan terjadi kontraksi otot perut karena ingin mengeluarkan janin. Di dalam perut terdapat selaput ketuban pembungkus janin yang bisa pecah dan mengakibatkan keluarnya air ketuban dari dalam kelamin (vulva), sehingga merangsang sang induk untuk membersihkan atau menjilat air ketuban tersebut.

Lalu, proses menjilati tersebut akan mendorong juga keluarnya hormon sehingga dapat memudahkan proses kelahiran. 

Ketika janin ada di daerah panggul, maka sang induk bisa mencari posisi yang tepat dan nyaman (dapat berbaring atau berdiri di satu posisi). Ketika janin tersebut mulai keluar, maka umumnya induk kucing akan mengejan sekitar 1 hingga 2 kali untuk dapat mengeluarkan si bayi kucing. 

Ada sekitar 50% dari proses melahirkan ini, anak kucing akan mengeluarkan kepalanya dahulu, dan sisanya akan mengeluarkan kakinya. Proses melahirkan masing-masing anak kucing membutuhkan waktu selama 10 hingga 30 menit.

Lalu, sang induk akan menjilati tubuh anaknya agar mereka dapat bernafas, jika induknya tidak cepat melakukannya, maka kamu bisa membantunya untuk melepaskan kantung tersebut. 

Induk akan memakan kantung nya dan memotong tali pusar dengan menggigitnya. Jika induk tidak dapat memotong tali pusar tersebut dan dalam kondisi yang sangat terpaksa atau darurat, maka kamu bisa membantu memotongnya dengan cara: 

  • Cuci tangan menggunakan larutan antiseptik. 
  • Ikat tali pusar 3 cm dari perut si bayi kucing memakai dental floss. 
  • Potong menggunakan gunting yang telah disterilkan. 
  • Potong dan rapikan sisa dari dental floss. 
  • Olesi larutan antiseptik (betadine atau missal iodine). 
  • Tali pusar akan kering sendiri sesudah 3 hingga 4 hari.

3. Fase Akhir Kucing Melahirkan

Di tahap akhir ini biasanya plasenta akan keluar sesudah semua anak kucing dilahirkan. Kamu harus mengamati jumlah plasenta tersebut, sesuai tidak dengan jumlah anak kucing yang dilahirkan.

Jika hingga 6 jam sesudah bayi kucing keluar dan plasenta belum juga keluar, maka kamu harus segera membawanya ke dokter hewan untuk mendapatkan pertolongan. 

Menjadi hal yang sangat wajar bila cairan plasenta yang keluar berwarna coklat kemerahan dapat berlangsung hingga 3 minggu. Tetapi, tidak normal jika plasenta yang keluar berbau busuk dan berwarna kehijauan.

Tentu saja tergantung pada masing-masing kucing dan jumlah anak yang ia keluarkan, waktu melahirkan dapat berlangsung 10 hingga 60 menit dan proses pertama dan kedua akan diulang hingga semua anak keluar. Sehingga keseluruhan proses tersebut dapat berlangsung 2 hingga 6 jam sesudah proses kedua dimulai. 

Sobat Pintar, itulah dia penjelasan lengkap mengenai penyebab kucing susah melahirkan disertai tanda-tandanya yang harus kamu ketahui.

Apabila kondisi kucing kamu tidak berada dalam tahapan persalinan normal di atas dan untuk mencegah terjadinya hal-hal yang lebih parah, maka kamu harus segera membawanya ke dokter hewan terdekat, ya!

Jika kamu suka dengan artikel PintarPet, jangan lupa bagikan artikel ini ke seluruh dunia dan follow juga Instagram @pintarpet untuk tahu informasi tentang Kucing terbaru lainnya!

Perhatian: Informasi ini dihimpun dari beberapa sumber. Tim PintarPet tidak bertanggung jawab atas cidera, kematian, kerusakan atau kerugian langsung maupun tidak langsung, materiil dan immateriil yang disebabkan oleh informasi yang kami berikan. Untuk informasi dan tindakan lebih lanjut, sebaiknya kamu bisa mengkonsultasikannya dengan dokter hewan terdekat.

Referensi Tulisan [ Tampilkan ]
  • https://felinkucing.wordpress.com/2016/04/08/tanda-tanda-kucing-melahirkan-secara-tidak-normal/
  • https://www.goldenmaze.net/plasenta-kucing-tidak-keluar/

Tentang Penulis

Saya adalah seorang penulis yang antusias dengan hewan peliharaan seperti burung, amfibi dan juga hewan peliharaan lainnya.

Suka dengan tulisan saya? Hubungi saya disini.

Komentar