Hari ini: Senin, 05 Desember 2022
Senin, 29 November 2021, 10:00 WIB

Inilah Alasan Kenapa Kucing Ekor Pendek Disertai Fakta Menariknya

Inilah Alasan Kenapa Kucing Ekor Pendek Disertai Fakta Menariknya

kucing ekor pendek - petfinder

Pasti kamu sering bertanya kenapa kucing bisa berekor pendek? Nah inilah alasan kucing berekor pendek & fakta yang harus kamu ketahui tentang ekor kucing.

Sobat Pintar, kamu pasti pernah penasaran dengan kucing ekor pendek dan ekor panjang, bukan? Sama dengan spesies yang terbesar dari kucing yaitu harimau, kucing adalah salah satu hewan yang mempunyai ekor yang terletak pada bagian belakang badannya. 

Tetapi, tidak semua kucing memiliki ukuran ekor yang sama, ada kucing dengan ekor pendek dan ada pula kucing yang mempunyai ekor panjang.

Untuk hal yang satu ini, mari kita simak langsung penjelasan dari dokter hewan berikut ini. 

Follow Instagram @PintarPet untuk lebih tahu tentang Kucing lainnya!
>> FOLLOW DISINI

Alasan Kenapa Kucing Mempunyai Ekor Pendek

Alasan Kenapa Kucing Punya Ekor Pendek
alasan kenapa kucing punya ekor pendek - vet street

Dilansir dari akun TikTok milik Drh. Nurul Anjar Prastiwi pada Selasa (5/10/2021), artikel ini menjelaskan tentang mengapa ada jenis kucing ekor pendek padahal kucing itu biasanya memiliki ekor yang panjang.

Berdasarkan hasil penelitian, ternyata jawabannya adalah karena faktor genetik dan keturunan. Selain itu, para peneliti juga menemukan bahwa jika perbedaan pendek dan panjangnya ekor kucing disebabkan terdapat genetik yang berbeda pada setiap kucing. 

Contohnya, apabila induk kucing mempunyai ekor yang pendek, maka keturunannya pun dapat mempunyai ekor yang pendek.

Tetapi, jika induk kucing atau kucing jantan tidak mempunyai ekor panjang, namun ternyata keturunannya mempunyai ekor yang panjang, kemungkinan besar itu terjadi karena genetik yang dihasilkan dari induk kucing atau sang ayah. 

Ekor kucing sendiri adalah salah satu bagian dari tubuhnya, sama halnya dengan bentuk mata, warna bulu, dan lainnya, sehingga mereka tampil berbeda.

Jadi, jika terdapat kucing dengan ekor yang pendek maupun panjang, maka hal tersebut bukanlah sebuah hal yang harus dikhawatirkan, mengingat fenomena ini merupakan bagian dari keturunan genetik. 

Kemudian, apakah ada jenis kucing yang memiliki ekor pendek? Jawabannya ya tentu saja ada, dimana salah satunya adalah ras Manx. Kucing Manx adalah jenis kucing domestik yang berasal dari Pulau Man dengan mutasi alami yang memperpendek ekor.

Setelah kamu mengetahui alasan kenapa ekor kucing ada yang pendek, kamu tentu harus memahami juga fakta apa saja yang terdapat pada ekor kucing tersebut. Di bawah ini terdapat fakta-fakta menarik tentang ekor kucing yang harus kamu ketahui. 

Fakta Menarik Terkait Ekor Kucing

Fakta Kucing Ekor Pendek
fakta kucing ekor pendek - wamiz

Sering kali ekor kucing menyatakan banyak hal. Salah satunya yaitu ekor kucing bergerak ketika kamu pulang kerja sebagai tanda penyambutan.

Selain itu, ekor kucing pun bisa mengungkapkan apa saja yang sedang mereka rasakan sehingga kamu dapat memahaminya dengan mudah. Untuk lebih jelasnya, simak penjelasannya berikut ini. 

1. Ekor Kucing Menjadi Alat Penyeimbang

Hal pertama yang harus kamu ketahui yaitu ekor kucing berfungsi menjadi penyeimbang saat ia berjalan pada permukaan jalan yang sempit seperti sandaran kursi atau puncak pagar.

Selain itu, ekor kucing pun bisa membantunya untuk berlari agar tetap berdiri ketika ia berbelok tajam untuk bermain dengan mainan favoritnya atau mengejar mangsa. 

2. Sebagai Alat Komunikasi

Sebagian besar alat komunikasi kucing menggunakan bahasa tubuh. Untuk itu, ekor kucing menjadi bagian yang penting sekali sebagai alat komunikasi kucing.

Jika kamu memahami “tail talk”, maka kamu bisa mengetahui perasaan hewan lucu yang satu ini hanya sekali pandang saja. 

Kucing yang sedang kesal biasanya ia menggerakan ujung ekornya, namun bila ia mencambuk ekornya ke belakang dan ke depan, lebih baik kamu menjauh, sebab ia akan mengeluarkan cakarnya.

Lalu, kucing yang sedang berkonsentrasi ke mangsanya, biasanya ekor mereka akan terangkat rendah ke tanah. Walaupun mungkin saja terjadi kedutan di akhir ketika ia mencoba untuk mengendalikan kebahagiaannya. 

3. Kucing Dapat Hidup Tanpa Ekor

Hal selanjutnya yang harus kamu ketahui yaitu kucing yang mengalami amputasi pada ekornya dikarenakan cedera tetap bisa hidup seperti biasanya. Ia bisa menyeimbangkan hidupnya dengan mudah meskipun tidak memiliki ekor. 

4. Cedera Pada Ekor Kucing Bisa Menyebabkan Kerusakan Permanen

Walaupun sumsum tulang belakang nya tidak panjang hingga ke ekor nya, cedera masih bisa menimbulkan kerusakan saraf yang sangat serius.

Saat sumsum tulang belakang berakhir, maka saraf yang mengontrol dan membuat peka ekor, kandung kemih, kaki belakang, anus dan usus besar harus memanjang hingga ke luar dengan tidak ada perlindungan dari tulang belakang. 

Selain itu, jangan pernah kamu menarik ekor kucing sebab bisa menyebabkan saraf meregang sampai robek sehingga bisa membuat kucing tidak mampu berjalan sementara maupun permanen, nyeri kronis, inkontinensia dan tidak mampu menahan ekornya untuk tetap tegak seperti biasanya.

Apabila hal tersebut sampai terjadi, kamu akan kesulitan untuk memahami apa saja yang sedang dirasakan kucing, sebab ekor menjadi alat komunikasi yang penting sekali bagi kucing. 

5. Kucing Memiliki Gen Ekor yang Berbeda-beda

Seperti yang sudah dibahas sebelumnya, bahwa ras Manx adalah kucing yang memiliki ekor pendek akibat mutasi gen alami.

Nah dari sisi medis, gen yang membentuk tampilan ekor yang unik pada kucing Manx adalah satu kali salinan gen yang dominan. 

Sehingga otomatis apabila jenis kucing ini kawin dengan ras kucing berekor lainnya, maka dapat dipastikan bahwa anaknya akan memiliki bentuk ekor yang sama dengan ras Manx.

Selanjutnya apabila anak kucing yang memiliki dua gen tidak berekor umumnya secara otomatis akan digugurkan, sehingga kucing Manx yang tidak berekor ini akan dikembangbiakan hanya dengan satu induk tidak berekor dan satu yang berekor. 

Selain menyebabkan ekor pendek, kucing yang mempunyai satu salinan gen bisa menimbulkan kondisi lainnya yang dikenal sebagai sindrom Manx, yang meliputi vertebrata yang menyatu, spina bifida, dan masalah pada kandung kemih hingga masalah usus. 

6. Ekor Kucing Tidak Mati Rasa

Jangan menganggap jika ekor kucing mati rasa sehingga mereka tidak bisa merasa kesakitan saat terinjak. Ekor kucing bisa merasakan sakit sebab mempunyai saraf perasa jadi akan terasa sakit bila tidak sengaja terinjak atau dicubit. Lalu, kucing juga senang sekali menyisir ekornya atau saat kamu membelai ekornya. 

Itu tadi beberapa alasan dan fakta dari kucing ekor pendek yang harus kamu ketahui. Sekarang kamu tidak perlu khawatir lagi jika kucingmu memiliki ekor yang pendek, ya Sobat Pintar! 

Jika kamu suka dengan artikel PintarPet, jangan lupa bagikan artikel ini ke seluruh dunia dan follow juga Instagram @pintarpet untuk tahu informasi tentang Kucing terbaru lainnya!

Baca juga artikel menarik berikut:

Perhatian: Informasi ini dihimpun dari beberapa sumber. Tim PintarPet tidak bertanggung jawab atas cidera, kematian, kerusakan atau kerugian langsung maupun tidak langsung, materiil dan immateriil yang disebabkan oleh informasi yang kami berikan. Untuk informasi dan tindakan lebih lanjut, sebaiknya kamu bisa mengkonsultasikannya dengan dokter hewan terdekat.

Referensi Tulisan [ Tampilkan ]
  • https://kids.grid.id/read/472790988/wajib-diketahui-pemilik-inilah-fakta-menarik-ekor-kucing-yang-jarang-disadari?page=all
  • https://www.kompas.com/homey/read/2021/07/15/221451576/5-fakta-tentang-ekor-kucing-yang-kamu-harus-tahu?page=all
  • https://www.kompas.com/homey/read/2021/10/05/113700476/mengapa-ekor-kucing-ada-yang-panjang-dan-pendek?page=all
Share

Tentang Penulis

Saya adalah lulusan Sarjana Kedokteran Hewan (S.K.H) UNAIR 2021 yang antusias dengan hewan peliharaan seperti kucing, hamster dan juga hewan peliharaan lainnya. Saat ini saya sedang mengikuti program Co-Asst Gelombang 36 UNAIR 2021.

Suka dengan tulisan saya? Hubungi saya disini.

Komentar