
Kucing Muntah Busa Putih? Ketahui Penyebab dan Cara Mengobatinya!
Penulis: Rendy Andriyanto | Editor: Zaky Afdika

Kucing muntah busa putih - pets tiger
Kucing kamu sering mengeluarkan cairan putih berbusa? Jangan didiamkan, ini penyebab dan cara mengobati kucing muntah busa yang mengganggu aktivitasnya
Kucing adalah hewan yang cukup sensitif pada bagian pencernaannya. Ada beberapa penyakit yang bisa menyerang kucing melalui pencernaan.
Salah satu gejala yang bisa menjadi penyebab kucing sakit keras adalah kucing muntah busa.
Apakah kamu pernah melihat kondisi seperti ini? Kondisi dimana kucing muntah berbusa dengan intensitas yang cukup sering.
Segera ketahui beberapa penyebab dan cara mengobati kucing yang sudah mengalami kondisi seperti ini sebelum penyakitnya merambat menjadi yang lebih berat.
Apa Penyebab Kucing Muntah Busa?

Sebelum panik dan mengambil tindakan yang justru mengakibatkan muntah kucing semakin parah, ada baiknya untuk mengetahui kenapa kucing muntah busa dengan mengetahui penyebab pastinya terlebih dahulu.
Berikut ini beberapa hal yang bisa menyebabkan kondisi kucing muntah busa bisa terjadi terus menerus.
1. Kucing Telat Makan
Seperti yang dilansir dari petMD, kucing merupakan hewan yang akan mengeluarkan empedu, cairan lambung dan asam klorida ketika akan memasuki jam makan mereka.
Proses ini sudah umum terjadi pada semua kucing. Namun, ketika kamu tidak tepat waktu memberi makan mereka, perut yang sudah kosong tersebut akan mengalami iritasi yang beresiko kucing akan muntah busa putih.
Bahkan, bukan hanya busa saja yang akan terlihat dimuntahkan oleh mereka. Kombinasi dari empedu kuning dan busa putih akan dikeluarkan jika memang iritasi sudah cukup parah.
2. Menelan Bulu Rontok (Hairballs)
Kucing suka menjilati bagian bulu mereka. Bulu rontok yang terjadi pada setiap hewan memungkinkan untuk masuk ke dalam perut kucing. Bila hal ini terus terjadi, maka akan ada kondisi hairball, dimana bulu yang ada di dalam perut kucing sudah menggumpal terlalu besar.
Gumpalan tersebut akan menyebabkan saluran pencernaan kucing tersumbat sampai akhirnya memuntahkan busa sebagai efek dari sakitnya.
Gumpalan tersebut bisa terbentuk karena bulu rontok di lingkungan kucing yang jarang dibersihkan, atau dikarenakan proses cara memandikan kucing yang kurang tepat.
Oleh sebab itulah, merawat kucing perlu kebersihan dan pemilihan tempat pemandian kucing yang terpercaya.
3. Radang Perut
Penyebab ketiga kenapa kucing muntah busa dikarenakan adanya radang yang menyerang perutnya setelah menelan sesuatu sehingga menyebabkan perut teritiasi.
Selain makanan, belum ada penyebab pasti kenapa kucing bisa terserang radang perut. Yang pasti, ketika mereka terserang radang perut, kucing akan menunjukkan penuruan nafsu makan, stres, lesu dan dehidrasi.
Usahakan untuk selalu memberikan air minum yang cukup kepada kucing untuk menjaga kondisi mereka tetap terhidrasi. Karena, muntah yang terjadi pada kucing akan sangat menguras seluruh nutrisi dan cairan yang ada pada tubuh mereka.
4. Infeksi Cacing
Layaknya anak kecil, kucing muda yang mengalami kondisi muntah beriringan dengan diare, dapat didiagnosa sebagai adanya infeksi cacing atau parasit pada sistem pencernaannya.
Periksalah bagaimana bau tinja dari kucing yang mengalami kondisi ini. Semakin menyengat bau tinja mereka, semakin kuat resiko terserangnya infeksi cacing.
5. Keracunan
Ingat kemana terakhir kali kucing kamu main? Apakah ada sesuatu yang mencurigakan disana, seperti racun tikus, makanan busuk atau yang lainnya?
Seperti yang dilansir dari komunitas Facebook KamiCatLovers, seorang pemilik kucing bercerita bahwa kucingnya tengah dalam kondisi perawatan karena sebelumnya terlalu sering muntah busa.
Penyebab kucing muntah busa tersebut terjadi karena kucing dia memakan racun tikus sampai 3 kali.
6. Diabetes
Bukan hanya manusia, kucing juga rentan terkena diabetes yang disebabkan oleh berkurangnya produksi insulin dalam tubuh. Insulin berfungsi untuk mengubah glukosa menjadi energi dan menyebarkannya ke seluruh bagian tubuh.
Kucing diabetes akan menunjukkan tanda-tanda seperti penurunan berat badan, dehidrasi, dan minum serta buang air kecil lebih sering dari umumnya.
Diabetes juga dapat menunjukkan gejala lain, seperti perubahan warna bulu, muntah, dan bau mulut tak sedap. Terapi insulin dan perubahan asupan makanan umumnya jadi cara tepat untuk mengatasi permasalahan ini.
7. Hipertiroidisme
Hipertiroidisme merupakan kondisi di mana kelenjar tiroid yang terletak di belakang leher terlalu banyak memproduksi tiroksin. Masalah kesehatan ini umumnya ditemukan pada kucing tua dengan umur di atas 10 tahun.
Gejala yang ditimbulkan hipertiroidisme dapat berupa penurunan berat badan, peningkatan aktivitas, peningkatan makanan dan minuman, muntah, diare, hingga mengeong berlebihan.
8. Penyakit Ginjal Kronis (PGK)
Kondisi yang biasa juga disebut dengan Gagal Ginjal Kronis (GGK) ini biasanya menyerang kucing yang sudah tua karena fungsi dari ginjal mereka sudah menurun akibat faktor usia.
Dilansir dari HaloDoc, kucing yang terserang penyakit ini akan mengalami perubahan metabolisme pada tubuhnya sehingga menyebabkan penurunan nafsu makan, muntah-muntah, serta diare atau mencret.
9. Disfungsi Liver (Hati)
Kucing muntah busa putih juga bisa disebabkan oleh adanya gangguan pada organ liver atau hati mereka, seperti peradangan (hepatitis), hepatomegali (pembesaran organ hati), dan yang terparah adalah kanker.
Gejala yang timbul akibat penyakit ini biasanya meliputi demam, kurang bertenaga, dan sering muntah-muntah yang mengakibatkan penurunan berat badan secara drastis.
10. Pankreatitis
Penyakit organ pencernaan yang satu ini sebetulnya cukup sulit untuk dideteksi karena gejala-gejala yang terlihat akan berbeda, tergantung penyebab dan tingkat keparahannya.
Ketika kucing terserang pankreatitis, umumnya mereka akan kesakitan disertai beberapa gejala seperti mengalami dehidrasi, muntah secara terus menerus, dan sering buang air besar.
11. Hamil
Meskipun jarang terjadi, muntah busa juga bisa menjadi pertanda bahwa kucing kesayanganmu tersebut sedang hamil. Sebab, ada sebagian dari kucing betina yang mengalami mual (morning sickness) di pagi hari.
Sama seperti manusia, kucing pun akan mengalami perubahan pada rahimnya. Hal ini juga akan diiringi dengan adanya lonjakan hormon akibat kehamilan yang terjadi pada tubuhnya.
Ketika hamil, biasanya muntah busa pada kucing akan berlangsung dalam waktu yang lama tetapi hanya sesekali. Namun kamu tidak perlu khawatir, karena kondisi ini hanya terjadi pada beberapa minggu pertama pada fase kehamilannya saja.
Bagaimana Cara Mengobati Kucing Muntah Busa Putih?
Setelah kamu mengetahui apa saja yang bisa menjadi penyebab kucing muntah busa putih. Sekarang saatnya bagi kamu untuk mengetahui lebih lanjut tentang bagaimana cara mengobati kucing muntah busa putih.
Langkah-langkah berikut ini cocok untuk pengobatan kucing muntah busa putih sesuai dengan penyebabnya.
1. Biarkan Kucing Puasa dan Beri Air Minum yang Cukup

Ketika kamu mendapati ada kucing yang muntah busa putih, segera jauhkan dia dari segala makanan di dekatnya. Biarkan kucing itu puasa terlebih dahulu selama kurang lebih 2-18 jam untuk menetralisir iritasi pada perutnya.
Tapi, karena muntah bisa menyebabkan kucing cepat dehidrasi, kamu harus memberikan air minum yang cukup untuk menjaga mereka tetap terhidrasi dengan baik.
Sobat Pintar dapat memberikannya air dengan cara menyuapi kucing muntah buih putih dengan beberapa sendok makan air atau bisa juga dalam bentuk batu es dan biarkan ia menjilatinya.
2. Beri Satu Sendok Teh Daging Rendah Lemak
Selanjutnya apabila kucing Sobat Pintar keadaannya sudah membaik dan tidak muntah busa kembali, kamu bisa mulai memberikan makanan pada anabul kesayanganmu.
Namun, kucing yang sedang muntah akan sulit diberi segala macam jenis makanan. Salah satu solusi agar perutnya kembali normal adalah dengan memberikan makanan berupa daging rendah lemak hambar yang direbus/dikukus.
Satu satu sendok teh saja porsi makanan itu diberikan selama 4 jam sekali. Hal ini dilakukan agar perutnya bisa dengan pelan mengolah makanan dengan baik.
3. Beri Air Kelapa Jika Keadaan Membaik
Air kelapa adalah salah satu minuman alami yang ampuh dalam mempercepat rehidrasi cairan yang hilang pada tubuh kucing setelah mengalami muntah busa.
Tidak hanya aman untuk dikonsumsi, air kelapa mengandung vitamin B, vitamin C, mineral, dan elektrolit, sehingga hal ini mampu memulihkan tubuh kucing yang lemas.
Namun jika keadaan memburuk, sebaiknya segera kunjungi pusat kesehatan hewan terdekat untuk mendapatkan pertolongan yang lebih baik.
4. Bawa ke Dokter untuk Mendapatkan Cairan Intravena dan Obat Lainnya
Bagi kucing yang mengalami muntah busa putih bukan karena telat makan, cukup sulit untuk mengobatinya. Terutama, jika sudah ada frekuensi muntah dalam satu hari sudah terlalu sering.
Kondisi kucing muntah seperti ini bisa didiagnosa karena keracunan, iritasi, cacing, hairballs, atau parasit.
Segera bawa kucing kamu ke dokter hewan langganan untuk mendapatkan cairan intravena dan obat-obatan lain sesuai dengan penyebabnya.
Cairan intravena ini berfungsi untuk mensuplai cairan dalam tubuh kucing yang sudah sulit minum dan makan agar tetap terjaga dalam kondisi terhidrasi.
Sementara itu untuk obat kucing muntah busa putih sebaiknya kamu berikan sesuai dengan penyebab dan diagnosis dokter. Misalnya kucing muntah disebabkan oleh parasit berupa cacing, mungkin kamu memerlukan perawatan lanjutan dengan obat cacing kucing.
Nah, itulah dia sejumlah penyebab kucing muntah busa putih. Perlu diingat bahwa dari semua penyebab tersebut mempunya cara pengobatan yang berbeda-beda.
Saat kucing mengalami muntah, mohon jangan untuk disepelekan lebih dari 3 jam. Segera tangani dengan cara mengobati kucing muntah busa di atas, dan bawalah ke dokter hewan untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Semoga kucing peliharaan kamu lekas membaik dan sehat kembali seperti awal, ya!
Jika kamu suka dengan artikel PintarPet, jangan lupa bagikan artikel ini ke seluruh dunia dan follow juga Instagram @pintarpet untuk tahu informasi tentang Kucing terbaru lainnya!
Baca juga artikel menarik berikut:
Perhatian: Informasi ini dihimpun dari beberapa sumber. Tim PintarPet tidak bertanggung jawab atas cidera, kematian, kerusakan atau kerugian langsung maupun tidak langsung, materiil dan immateriil yang disebabkan oleh informasi yang kami berikan. Untuk informasi dan tindakan lebih lanjut, sebaiknya kamu bisa mengkonsultasikannya dengan dokter hewan terdekat.
Terbit: Sabtu, 17 September 2022, 20:30 WIB
Update pada: Jumat, 07 Juni 2024, 20:00 WIB
- https://tanyadokterhewan.com/2016/05/19/penyebab-anjing-dan-kucing-muntah/
- https://www.animalwised.com/why-is-my-cat-vomiting-white-foam-2621.html
- https://www.cuteness.com/article/cat-throwing-up-foam
- https://www.proplan.co.id/tanya-ahli/kucing-muntah-busa
- https://www.thesprucepets.com/what-to-do-if-your-cat-is-vomiting-white-foam-4768695
Tentang Penulis
Rendy Andriyanto
Saya adalah seorang penulis yang antusias dengan hewan peliharaan seperti kucing, kelinci dan hewan peliharaan lainnya.
Suka dengan tulisan saya? Hubungi saya disini.
Komentar