Hari ini: Kamis, 09 Desember 2021
Selasa, 02 Maret 2021, 10:00 WIB

Pup Kucing Berdarah? Jangan Panik, Ini Ciri-Ciri, Penyebab, dan Cara Mengobatinya!

Pup Kucing Berdarah? Jangan Panik, Ini Ciri-Ciri, Penyebab, dan Cara Mengobatinya!

pup kucing berdarah - getty images

Kucingmu mengeluarkan darah bersama pupnya? Jangan panik, di sini kamu bakal tahu ciri-ciri, penyebab, dan cara mengobati pup kucing berdarah!

Waktu kamu bersihkan pup kucing di litter box tapi tiba-tiba nemu ada darahnya? Pas kamu cek kucingmu, dia juga terlihat sakit? Tenang, tarik napas dulu!

Darah pada pup merupakan kondisi medis yang banyak ditemukan pada kucing. Jenis dan penyebabnya pun bermacam-macam. 

Nah, informasi yang terkait inilah yang wajib kamu ketahui sebagai pemiliknya! Langsung aja cek berbagai informasi menarik terkait pup kucing berdarah!

Ciri-Ciri dan Jenis Pup Kucing Berdarah

Ciri Ciri Pup Kucing Berdarah
ciri ciri pup kucing berdarah - catster

Normalnya, feses kucing akan berukuran panjang sekitar 5-7 cm dengan diameter sekitar 3-4 cm. Bentuknya terlihat solid dan berwarna cokelat. Kebanyakan kucing akan buang air satu kali sehari.

Kalau kotoran kucingmu tidak seperti itu, kemungkinan ia sedang menderita suatu penyakit, apalagi jika ada darah di sana. 

Darah yang terdapat pada feses kucing dikenal sebagai hemtochezia. Darahnya bisa tercampur di seluruh tinja, di ujung tinja, atau yang paling parah tinjanya semua berupa darah.

Ada beberapa jenis feses kucing berdarah yang perlu kamu tahu.

Follow Instagram @PintarPet untuk lebih tahu tentang Kucing lainnya!
>> FOLLOW DISINI

1. Hanya Ada Sedikit Darah di Tinja dan Berwarna Merah Cerah

Coba perhatikan feses kucingmu. Jika kamu melihat darah segar (bukan melebur dengan tinja), kemungkinan darah tersebut berasal dari daerah usus besar atau daerah rektal.

BIsa dibilang ini merupakan kejadian feses berdarah yang paling ringan. Tapi jika pendarahan terus berlangsung selama beberapa hari, lebih baik kamu segera membawa kucingmu ke dokter hewan.

2. Tinja Berwarna Gelap dan Terlihat Seperti Bubuk Kopi

Jika berwarna gelap dan terlihat lengket atau menyerupai bubuk kopi, kemungkinan itu karena darah dan berasal dari usus halus. Kamu mungkin tidak percaya kalau itu darah karena warnanya yang sangat gelap. 

Perubahan warna tersebut terjadi karena ada darah yang dicerna oleh sistem pencernaan kucing. Pencernaan parsial dilakukan oleh enzim yang disekresikan di usus kecil.

Beberapa ciri lain yang patut kamu perhatikan untuk mengetahui feses kucing tidak normal adalah:

  • Darah segar pada tinja
  • Tinja berbau busuk, mirip dengan bau logam
  • Darah menggumpal dan berwarna gelap, terlihat seperti butiran kopi
  • Ada cacing di tinja
  • Tinja berlendir
  • Munculnya benjolan di sekitar anus
  • Keluarnya nanah dari kelenjar anus

Kucingnya sendiri mungkin akan menunjukkan gejala lain seperti susah buang air besar, muntah, terlihat depresi, penurunan berat badan, gusi pucat, dan lain sebagainya.

Bagaimana dengan pup kucing berdarah dan berlendir? Lendir merupakan sekresi normal dari saluran usus untuk melumasi dan melembabkan lapisan saluran feses. Selama lendirnya tidak berlebihan, itu merupakan kondisi yang normal.

Penyebab Pup Kucing Berdarah

Penyebab Pup Kucing Berdarah
penyebab pup kucing berdarah - the meow place

Sama seperti kucing yang memuntahkan darah, penyebab mengapa pup kucing bisa berdarah juga bermacam-macam. Kebanyakan merupakan gejala dari penyakit yang lebih serius.

Darah pada pup kucing biasanya menandakan adanya pendarahan di saluran pencernaan kucing, seperti usus kecil dan lambung. Selain itu, darah juga berasal dari urin jika saluran kemihnya mengalami infeksi.

Jangan heran jika pup kucing mencret dan berdarah karena biasanya kedua hal tersebut berasal dari sumber penyakit yang sama.

Jadi, apa saja penyebab pup kucing berdarah?

1. Diare dan Sembelit

Diare merupakan jenis penyakit yang rentan menyerang kucing. Parahnya, diare dapat menyebabkan iritasi pada lapisan saluran pencernaan bagian bawah. 

Jika iritasinya parah, saluran pencernaan dan mengalami pendarahan. Hasilnya adalah pup kucing mencret dan berdarah.

Selain diare, sembelit juga menjadi salah satu penyebabnya. Kucing yang menderita penyakit ini akan membutuhkan tenaga ekstra untuk mengeluarkan kotorannya. Akibatnya, pembuluh darah pada saluran pencernaan bisa pecah.

Kedua penyakit ini dapat disebabkan oleh stres, dehidrasi, perubahan pola makan, parasit, masuknya benda asing, penyakit radang usus, dan lain sebagainya. 

2. Penyakit Pada Sistem Pencernaan

Seperti yang sudah disinggung di atas, darah pada feses kucing bisa terjadi akibat adanya penyakit di daerah pencernaan seperti lambung dan usus halus. 

Beberapa penyakit yang bisa menyebabkan darah pada feses kucing antara lain:

  • Infeksi karena parvovirus
  • Ulkus lambung
  • Adanya benda asing yang masuk dan menyebabkan pendarahan
  • Kanker perut atau usus

Penyakit juga bisa terjadi pada usus besar, seperti:

  • Infeksi karena campylobacter
  • Pertumbuhan polip jinak di usus atau rektum
  • Parasit seperti cacing tambang, cacing cambuk, cacing gelang
  • Colitis atau radang usus besar

Bisa juga dikarenakan penyakit yang menjangkiti bagian anus seperti:

  • Abses kelenjar anus
  • Tumor kelenjar anal
  • Tumor perianal
  • Fistula perianal
  • Trauma

3. Penyebab Lainnya

Selain penyakit yang berasal dari sistem pencernaan, masih ada beberapa penyebab lain mengapa kucing mengeluarkan feses yang berdarah. Contohnya adalah

  • Menelan racun tikus tanpa sengaja atau memakan tikus yang sudah memakan racun tikus
  • Perubahan pola makan
  • Gangguan pembekuan darah
  • Anxiety
  • Makan makanan yang basi
  • Alergi makanan atau obat
  • Pendarahan internal karena trauma atau hal lainnya
  • Penyakit ginjal
  • Penyakit hati
  • Mengalami kecelakaan yang menyebabkan pendarahan internal

Cara Mengobati Pup Kucing Berdarah

Cara Mengobati Pup Kucing Berdarah
cara mengobati pup kucing berdarah - tuxedo

Adanya darah pada pup kucing bisa menjadi indikasi penyakit yang lebih serius. Apabila pup berdarah terjadi dalam waktu dua hingga tiga hari berturut-turut, kamu sangat disarankan untuk segera membawa kucingmu ke dokter hewan terdekat.

Biasanya untuk menentukan penyebab feses kucing berdarah, dokter hewan akan mengambil sampel tinja untuk memeriksa apakah ada pertumbuhan parasit atau bakteri yang berlebihan.

Bukan tidak mungkin dokter hewan akan memberi rekomendasi agar kucing melakukan tes laboratorium untuk memeriksa sel darah, fungsi organ, dan saluran kemih kucing.

Setelah mengetahui apa penyebab pup berdarah, dokter hewan akan memberikan obat dan suplemen yang bisa digunakan untuk mengobati si kucing. Pengobatan lain yang mungkin akan diberikan antara lain antibiotik, prokinetik, hingga penghilang rasa sakit.

Hal-hal Lain yang Harus Diperhatikan Saat Pup Kucing Berdarah

Kucing Pup Berdarah
hal-hal yang berkaitan dengan kucing pup berdarah - idn times

Selain informasi di atas yang sudah PetPi berikan, kamu harus mengetahui informasi lain seputar kucing pup berdarah ini. Biasanya hal ini sering dibahas oleh pemilik kucing yang kucingnya mengalami hal ini.

Ingat, jangan panik saat mengetahui kucingmu mengeluarkan darah dari pupnya. Yang harus kamu pastikan adalah darah yang keluar dari anus bukan dari tempat lain.

Jika memang jelas terlihat darah keluar dari anus melalui kotoran, maka ada hal ini yang harus diperhatikan.

  • Nafsu makannya menurun, kucing yang mengalami penyakit ini otomatis nafsu makannya akan menurun. Hal ini diakibatkan oleh gangguan usus atau luka di ususnya sehingga mengeluarkan darah. Biasanya gejala ini disertai dengan demam ringan.
  • Aktivitas kucing menurun, Jika mengalami diare disertai darah yang parah, kucing akan cenderung lemas dan mengurangi aktivitasnya. Apalagi jika badannya kehilangan cairan tubuh akibat dehidrasi yang cukup berat. Kucing akan cenderung berdiam diri di suatu tempat.
  • Ekspresi kucing saat mengejan, kucing yang tidak memiliki masalah pada pencernaannya tidak akan mengeluarkan ekspresi mengejan saat buang kotoran. Namun, jika kucing yang mengalami pendarahan di sistem pencernaannya, maka dari ekspresinya akan terlihat seperti menahan sakit saat buang air. Tak jarang kucing yang mengeluarkan darah saat buang air juga terkena konstipasi.

Itulah tadi beberapa informasi terkait pup kucing berdarah yang wajib kamu ketahui agar bisa menanganinya sedini mungkin. Mau pup kucing berdarah sedikit ataupun banyak, kamu harus tetap waspada.

Kamu tidak disarankan untuk mengobati sendiri kucingmu tanpa adanya diagnosis dari dokter. Jangan membeli obat pup kucing sendiri tanpa resep. 

Semoga kucingmu tidak pernah mengalami hal ini, ya!

Jika kamu suka dengan artikel PintarPet, jangan lupa bagikan artikel ini ke seluruh dunia dan follow juga Instagram @pintarpet untuk tahu informasi tentang Kucing terbaru lainnya!

Perhatian: Informasi ini dihimpun dari beberapa sumber. Tim PintarPet tidak bertanggung jawab atas cidera, kematian, kerusakan atau kerugian langsung maupun tidak langsung, materiil dan immateriil yang disebabkan oleh informasi yang kami berikan. Untuk informasi dan tindakan lebih lanjut, sebaiknya kamu bisa mengkonsultasikannya dengan dokter hewan terdekat.

Terbit: Rabu, 13 Januari 2021, 10:00 WIB
Update pada: Selasa, 02 Maret 2021, 10:00 WIB

Referensi Tulisan [ Tampilkan ]
  • https://allaboutcats.com/blood-in-cat-stool
  • https://tanyadokterhewan.com/2017/07/24/mengapa-anjing-dan-kucing-keluar-kotoran-berdarah-ini-5-penyebab-kotoran-berdarah-pada-anjing-dan-kucing/
  • https://www.lortsmith.com/need-help-now/cat/sickness/blood-in-stool/
  • https://www.pethealthnetwork.com/cat-health/cat-diseases-conditions-a-z/should-i-worry-if-my-cats-poop-has-blood-or-mucus
  • https://www.thesprucepets.com/blood-in-your-cat-stool-4769112
Share

Tentang Penulis

Saya adalah seorang penulis yang antusias dengan hewan peliharaan seperti kucing, reptil dan hewan peliharaan lainnya.

Suka dengan tulisan saya? Hubungi saya disini.

Komentar