Hari ini: Selasa, 01 Desember 2020
Selasa, 29 September 2020, 19:30 WIB

Waspada! Ini Beberapa Penyebab Kucing Tiba-Tiba Lemas dan Cara Mengatasinya

Waspada! Ini Beberapa Penyebab Kucing Tiba-Tiba Lemas dan Cara Mengatasinya

Pernah menemukan kucing tidak mau makan dan tidur terus? Simak dulu beberapa penyebab kucing tiba-tiba lemas yang wajib kamu waspadai sebelum terlambat!

Sebagai pecinta kucing, melihat peliharaanmu dalam keadaan yang lahap makan, sehat, dan lincah tentu menjadi suatu kepuasan tersendiri, kan?

Walaupun kamu sudah merasa merawat kucing peliharaan dengan benar, namun bukan berarti "anak bulu" ini bisa terbebas dari berbagai masalah, lho.

Salah satunya adalah kucing tidak mau makan dan tidur terus alias lemas, yang banyak pemilik langsung menyamakannya dengan ciri-ciri kucing mau mati.

Jangan keburu panik! Sebaiknya Sobat PetPi pahami dulu beberapa penyebab kucing tiba-tiba lemas dan langkah penanganannya yang sudah dirangkum lengkap berikut ini.

Kenapa Kucing Tiba-Tiba Lemas, Tidak Mau Makan, dan Tidur Terus?

Kucing Tiba- Tiba Lemas

Bagaimana cara mengetahui kucing lemas? Melansir laman WagWalking.com, hal ini dapat diketahui dari kucing yang kehilangan nafsu makan dan menghindari makanannya selama lebih dari 24 jam.

Bahkan untuk anak kucing, hal ini dapat ditentukan apabila kelesuan ini berlangsung lebih dari 12 jam.

Selain kucing lemas dan tidak mau makan, ada pula tanda-tanda lain seperti keluar tidur berlebih, dehidrasi, muntah, diare, penurunan berat badan, pernapasan cepat, dan munculnya infeksi.

Lalu kenapa kucing lemas dan tidur terus? Melansir laman VCAHospitals.com, setidaknya masalah yang mendasari hal ini terdiri dari masalah medis dan non-medis yang dialaminya.

  • Permasalahan non-medis umumnya berkaitan dengan kucing stres dan kecemasan yang dialaminya. Hal ini dapat terjadi, misal karena tidak menyukai makanan, pindah ke rumah baru, adanya orang atau hewan baru dalam rumah, dan kebosanan.
  • Permasalahan medis berkaitan dengan mulut, kerongkongan, dan sistem pencernaan. Hal ini dapat menyebabkan kucing mengalami kesulitan menggigit, mengunyah, dan menelan makanan yang berujung pada kucing tidak mau makan dan lemas.
  • Permasalahan medis berkaitan dengan penyakit sistemik yang melibatkan seluruh metabolisme tubuh. Hal ini bisa menyebabkan kucing lemas tidak bisa berdiri, seperti penyakit jantung, ginjal, hati, kekebalan tubuh (imun), penapasan, pencernaan, hipertiroidisme, dan kanker.

Faktor lain juga bisa menjadi penyebab kucing tiba-tiba lemas, mulai dari keracunan, pengaruh obat-obatan, atau vaksinasi yang bisa menyebabkan penurunan nafsu makan dan tanda-tanda lainnya.

Beberapa Langkah Penanganan Kucing Tiba-Tiba Lemas

Kucing Tiba-tiba Lemas

Jangan terburu-buru panik ketika menemui kucing peliharaan dalam kondisi seperti di atas, ya. Pasalnya panik bisa saja malah memperparah keadaan, lho.

Adapun beberapa langkah penanganan kucing tiba-tiba lemas yang bisa kamu lakukan sendiri hingga membutuhkan bantuan dokter hewan adalah sebagai berikut.

1. Coba Berikan Makanan dan Amati Tingkah Lakunya

Pertama coba tawarkan makanan kesukaan kucing. Dilansir dari laman Pets.WebMD.com, cobalah beri makanan yang bisa menstimulasi nafsu makan kucing, seperti hati atau tuna kalengan.

Berikan dalam porsi kecil terlebih dulu untuk melihat respon kucing, di antaranya seperti mengendus, mengeong, atau mungkin menghampirimu.

Selain makanan di atas, kamu juga bisa memberikan makanan favorit kucing lainnya, misal ikan, kaldu, atau telur untuk tipe kucing yang memilih-milih makanannya.

Jika kucing tidak memberikan respon dan memakan makanan yang sudah kamu sediakan lebih dari 24 jam, ada baiknya Sobat PetPi segera mendatangi dokter hewan terdekat.

Baca Juga: Ternyata Ini Alasan Kenapa Kucing Suka Mengejar Sinar Laser

2. Lakukan Pemeriksaan Fisik Awal

Kucing lemas merupakan pertanda umum dari berbagai masalah medis yang dialami oleh peliharaanmu.

Jika kamu datang dengan kondisi kucing tidak mau makan dan tidur terus disertai lemas, umumnya dokter hewan akan melakukan pemeriksaan awal mulai dari:

  • Menanyakan tanda-tanda lain yang muncul selain kucing lemas, seperti adanya perubahan pola minum, buang air kecil, diare, batuk, bersin, mual, muntah, hingga penurunan berat badan. Misalnya saja kucing tua yang banyak minum air mungkin bisa memiliki penyakit ginjal.
  • Pemeriksaan fisik menyeluruh dengan melihat semua bagian tubuh kucing. Biasanya hal ini sudah termasuk mendengarkan irama jantung dan paru dengan stetoskop, serta palpasi (merasakan dengan meremas) bagian perut kucing. Misal irama tak tentu bisa jadi pertanda penyakit jantung; massa perut abnormal sebagai salah satu pertanda kanker; dan gusi yang pucat menunjukkan gejala anemia.

3. Tes Skrining untuk Deteksi Masalah Kesehatan

Untuk memperkuat diagnosa awal, dokter hewan juga menyarankan untuk melakukan tes skrining untuk makin meyakinkan mengenai masalah medis yang dialami oleh kucing peliharaan.

Melansir laman VCAHospitals.com, ada tiga jenis tes skrining yang umum dilakukan, yakni tes hitung darah lengkap (CBC), profil biokimia, dan urinalisis.

  • Tes hitung darah lengkap (HDL) atau complete blood count (CDC) akan memberikan informasi mengenai tiga jenis sel dalam darah, yakni sel darah merah yang membawa oksigen ke jaringan, sel darah puting yang melawan infeksi dan peradangan, serta trombosit yang membantu darah menggumpal.
  • Tes profil biokimia yang melakukan pengujian pada zat-zat, seperti enzim, protein, lipid (lemak), glukosa (gula), hormon, elektrolit, dan produk limbah metabolik. Pengujian pada zat-zat ini akan memberikan informasi mengenai kesehatan berbagai organ dan jaringan dalam tubuh, termasuk keadaan metabolisme kucing.
  • Urinalisis adalah tes sederhana yang menganalisa komposisi pada cairan urin. Pengujian ini cukup akurat untuk menilai kinerja ginjal, mengidentifikasi peradangan dan infeksi dalam saluran kemih, serta mendeteksi diabetes dan gangguan metabolisme lainnya.

Selain ketiga hal di atas, dokter juga akan melakukan beberapa tes lanjutan yang mungkin akan direkomendasikan. Mulai dari pengujian x-ray atau USG, tes infeksi penyakit menular, dan sebagainya.

4. Perawatan Kucing Lanjutan

Setelah melakukan pemeriksaan awal hingga tes skrining, dokter hewan yang sudah mengetahui masalah kesehatan pada kucing akan memberikan perawatan lanjutan.

Selain tindakan medis yang perlu dilakukan, seperti operasi ada pula beberapa perawatan kucing lemas lanjutan yang umum diberikan, di antaranya:

  • Obat-obatan; dokter hewan akan meresepkan beberapa obat untuk mengobati penyakit yang diderita oleh kucing. Misalnya saja seperti antibiotik untuk mengatasi infeksi bakteri, obat untuk merangsang nafsu makan kucing, dan obat untuk mengatasi gejala lain.
  • Terapi cairan; umumnya diberikan melalui suntikan di bawah kulit untuk menjaga tubuh kucing tetap terhidrasi dan terpenuhi nutrisinya.
  • Terapi makanan tabung; jika kucing sulit untuk mengunyah makanan, terapi tabung akan mempermudah makanan cair atau lunak masuk langsung ke sistem pencernaan.
  • Teknik mengatur asupan makanan; Seringkali masalah kucing tiba-tiba lemas disebabkan karena ketidakcocokan dengan asupan makanan yang kamu berikan. Kamu bisa mencampur atau mengubah asupan makanan kucing untuk meredakan rasa bosan dan stres yang dialami.

Demikianlah ulasan mengenai beberapa penyebab dari kucing tiba-tiba lemas berikut dengan langkah penanganannya yang bisa Sobat PetPi terapkan apabila menemuinya.

Kunci utama penanganan masalah kucing ini adalah tetap sabar dan jangan panik. Pasalnya hal ini mungkin dapat memperparah kondisi "anak bulu", lho. Semoga bermanfaat! 

Perhatian: Informasi ini dihimpun dari beberapa sumber. Tim PintarPet tidak bertanggung jawab atas cidera, kematian, kerusakan atau kerugian langsung maupun tidak langsung, materil dan immateriil yang disebabkan oleh informasi yang kami berikan. Untuk informasi dan tindakan lebih lanjut, sebaiknya kamu bisa mengkonsultasikannya dengan dokter hewan terdekat.

Referensi Tulisan [ Tampilkan ]
  • https://pets.webmd.com/cats/guide/my-cat-wont-eat#1
  • https://vcahospitals.com/know-your-pet/testing-for-decreased-appetite-with-listlessness
  • https://wagwalking.com/cat/condition/loss-appetite
Share

Tentang Penulis

Saya adalah seorang penulis yang antusias dengan hewan peliharaan seperti kucing, reptil dan hewan peliharaan lainnya.

Suka dengan tulisan saya? Hubungi saya disini.

Komentar