Hari ini: Sabtu, 08 Mei 2021
Selasa, 20 April 2021, 16:00 WIB

Bisa Buat Budidaya! Begini Cara Merawat Ikan Guppy Agar Tidak Gampang Mati

Bisa Buat Budidaya! Begini Cara Merawat Ikan Guppy Agar Tidak Gampang Mati

cara merawat ikan guppy - the tank mate

Cara merawat ikan guppy memang tidak sulit, asal kamu mengetahui cara memeliharanya dengan benar. Berikut panduan agar ikan guppy tidak cepat mati

Bagi Sobat Pintar yang memiliki akuarium di rumah, pasti kenal dengan ikan guppy, kan? Ikan guppy atau gapi merupakan salah satu jenis ikan hias air tawar populer dan banyak dipelihara.

Jenis ikan air tawar berukuran kecil ini terbilang mudah dipelihara. Harga ikan guppy yang murah dan memiliki banyak variasi warna dan corak juga menjadi daya tarik lainnya.

Walaupun pemeliharaannya terbilang mudah, tapi ikan guppy juga rentan dan gampang mati apabila kamu tidak melakukan perawatan dengan benar.

Nah, pada artikel ini PetPi sudah merangkum beberapa tips dan cara merawat ikan guppy di akuarium yang bisa Sobat Pintar praktikkan sendiri di rumah.

Mengenal Jenis Ikan Guppy dan Karakteristiknya

Cara Merawat Ikan Guppy
cara merawat ikan guppy - diapteron

Sebelum membahas cara merawat ikan guppy, pertama kali kamu harus mengenal asal usul, jenis, dan karakteristik ikan guppy sebagai peliharaan, nih.

Melansir laman Fishkeeping World, ikan air tawar kecil ini berasal dari perairan Amerika Selatan dan tergolong ke dalam famili Poeciliidae.

Penamaan ikan guppy diklaim berasal dari penemu pertamanya, yakni Robert John Lechmere Guppy yang menemukannya di wilayah Trinidad pada 1866 silam.

Hingga saat ini terdapat lebih dari 300 varietas ikan guppy di seluruh dunia, yang mana dibedakan berdasarkan warna, corak, ukuran, dan bentuk ekornya.

Namun secara umum, ada tiga spesies ikan guppy yang jamak dipelihara seperti dilansir melalui laman Guppy Expert, di antaranya:

  • Ikan Guppy Biasa/Fancy Guppy (Poecilia Reticulata);
  • Ikan Guppy Endler/Endler Guppy (Poecilia Wingei); dan
  • Ikan Guppy Rawa/Swamp Guppy (Micropoecilia Picta).

Lalu bagaimanakah dengan karakteristiknya? Ikan guppy memiliki cukup banyak julukan, seperti "million fish" karena kemampuan berkembang biak yang cepat dan "rainbow fish" karena beragamnya pilihan warna yang tersedia.

Jenis ikan air tawar yang bisa dicampur dengan jenis ikan lainnya ini memiliki temperamen yang tenang dan tidak agresif.

Ikan guppy merupakan jenis ikan air tawar berukuran kecil, yakni berkisar antara 1,5-3,5 cm untuk jantan dan 3-6 cm untuk betina.

Mereka juga umum dipelihara dalam jumlah banyak dan hidup berkelompok. Hal ini pula didukung dengan harga ikan guppy yang relatif terjangkau, yakni Rp10.000 - Rp50.000 tergantung jenisnya.

Begini Cara Merawat Ikan Guppy di Akuarium Agar Tidak Cepat Mati

Cara Merawat Ikan Guppy Yang Benar
cara merawat ikan guppy agar tidak cepat mati - petsoid

Selain dipelihara dalam akuarium bersama jenis ikan lainnya, ikan guppy yang berukuran kecil juga cocok dipelihara dalam aquascape.

Mereka pun dapat berfungsi sebagai ikan pembersih akuarium, karena dapat memakan sekaligus membersihkan ganggang yang menempel.

Walaupun terbilang mudah dipelihara, ikan guppy juga rentan mati akibat lingkungan akuarium yang tidak cocok, penyakit, atau serangan ikan lain yang tinggal bersama mereka.

Kemudian bagaimanakah cara merawat ikan guppy dengan tepat? Yuk, simak ulasan selengkapnya di bawah ini!

1. Kondisi Akuarium

Ikan guppy memiliki habitat alamiah di perairan air tawar di kawasan Amerika Selatan yang beriklim tropis. Hal ini menjadikannya cukup mudah beradaptasi di wilayah Indonesia.

Untuk memastikan kondisi akuarium sesuai, kamu bisa membuat habitat semirip mungkin dengan memberikan tanaman hidup, bebatuan, dan substrat sebagai dasaran.

Pemilihannya pun bisa disesuaikan dengan kebutuhan dan keinginan, karena mayoritas ikan guppy akan berenang di tengah hingga mendekati permukaan air akuarium.

Kondisi akuarium untuk ikan guppy lainnya yang perlu diperhatikan adalah temperatur. Sobat Pintar perlu memastikan suhu air berkisar antara 24-28 derajat Celcius.

Kadar pH air untuk ikan guppy pun antara 5.5-8.5, di mana pH yang ideal antara 7.0-7.2. Pastikan juga kamu melengkapi akuarium dengan filter dan aerator.

Hal ini untuk memastikan kotoran dapat tersaring baik dan memberikan oksigen dalam akuarium untuk mencegah timbulnya bakteri yang berbahaya bagi ikan guppy.

2. Jenis Ikan yang Bisa Dicampur

Ikan guppy jantan memiliki corak warna yang lebih menarik dibanding betina dan cocok dipelihara sebagai penghias akuarium.

Umumnya ikan guppy juga dipelihara berkelompok dengan jumlah beberapa ekor dalam akuarium. Ikan guppy memiliki temperamen yang tenang dan bisa dicampur dengan jenis ikan hias air tawar lainnya.

Di sini kamu bisa mencampur ikan guppy bersama ikan lain, seperti ikan moli, ikan mas koki, ikan discus merah, ikan corydoras, ikan bidadari, ikan sepat mutiara, dan ikan neon tetra.

Hindari jenis ikan hias yang agresif dan berukuran besar, seperti ikan oscar atau ikan arwana. Hal ini bisa menyebabkan ikan guppy diserang bahkan menjadi santapan mereka.

3. Pilihan Makanan Ikan Guppy

Makanan Ikan Guppy
makanan ikan guppy - da-voda

Tergolong jenis ikan omnivora, makanan ikan guppy liar dapat berupa ganggang, jentik nyamuk, kutu air, cacing, dan sebagainya.

Sebagai ikan hias peliharaan, tentu kamu perlu memilih makanan ikan guppy terbaik. Pilihannya dapat terdiri dari pelet ikan dan makanan alternatif lain untuk memenuhi kebutuhan nutrisinya.

Asupan makanan ikan guppy diberikan sekali atau dua kali dalam sehari. Pemberian makanan seperlunya atau dengan takaran yang bisa mereka habiskan dalam waktu dua menit.

Berikan variasi makanan selain pelet ikan, seperti jentik nyamuk, cacing beku, atau potongan kecil sayuran. Jika kamu menemukan sisa makanan, segera ambil dengan menggunakan jaring.

Kalau tidak dibersihkan, tentu sisa makanan dapat mengendap dalam akuarium dan berpotensi menimbulkan masalah kesehatan pada ikan di dalamnya.

INGIN LEBIH TAHU TENTANG IKAN?
Cari info Ikan terbaru hanya dengan sekali klik!
>> CARI DISINI

4. Perhatikan Penyakit dan Masalah Kesehatan

Sebagai salah satu cara merawat ikan guppy, tentu Sobat Pintar perlu mengetahui ciri-ciri ikan guppy saat stres atau sedang mengalami penyakit dan masalah kesehatan.

Umumnya ikan guppy stres atau sakit akan menunjukkan perilaku yang bersembunyi dan tidak berenang bebas seperti pada umumnya.

Masalah kesehatan yang bisa terjadi pada ikan guppy, di antaranya infeksi jamur, bintik putih (ich), dan busuk sirip (fin rot). Adapun beberapa langkah pencegahan yang bisa dilakukan, seperti:

  • Pastikan kondisi air dan akuarium optimal;
  • Lakukan perawatan dan penggantian air akuarium secara rutin;
  • Berikan makanan yang bervariasi; dan
  • Batasi populasi ikan dalam akuarium agar tidak berlebihan.

5. Budidaya Ikan Guppy

Mudahnya ikan guppy dalam berkembang biak tentu membuka peluang bisnis, salah satunya adalah melakukan budidaya ikan guppy menggunakan ember atau media lainnya.

Sebelum melakukan budidaya ikan guppy, sebaiknya kamu perlu mengetahui bagaimana cara membedakan ikan guppy jantan dan betina dalam memilih indukan yang baik.

Secara umum, ikan guppy jantan berukuran kecil dengan warna cerah dan kontras. Sementara ikan guppy betina berukuran lebih besar membulat dengan warna yang cenderung kurang cerah.

Untuk media ember, siapkan empat wadah berbeda yang memiliki fungsi sebagai tempat memisahkan indukan, tempat pemijahan, tempat penetasan, dan tempat pendederan.

Pertama, pisahkan indukan ikan guppy jantan dan betina dalam wadah terpisah. Lakukan pemberian makanan seperti biasa dan ganti air secara rutin.

Kedua, lakukan proses pemijahan dengan menempatkan ikan guppy jantan dan betina dengan rasio 1:5 atau 2:5 dalam wadah khusus. Proses ini biasanya berlangsung selama 4-7 hari.

Ketiga, setelah betina berhasil dibuahi segera pindahkan ke wadah penetasan. Pastikan wadah penetasan memiliki kualitas air bersih dan diberi aerasi.

Ikan guppy merupakan ikan ovovivipar, artinya bertelur dan beranak. Telur ikan guppy akan menetas di dalam tubuh induk dan baru baru akan keluar setelahnya. Proses ini berlangsung selama 3-4 minggu.

Terakhir, lakukan pendederan pada anakan ikan guppy dengan wadah terbuka yang cukup terkena sinar matahari. Berikan tanaman eceng gondok dan atur asupan makanan sesuai dengan umurnya.

Lakukan pendederan hingga umur 20 hari, di mana ikan guppy sudah bisa ditentukan jenis kelaminnya.

Alasan Kenapa Ikan Guppy Mati di Akuarium

Penyebab Ikan Guppy Sering Mati
penyebab ikan guppy sering mati - pinterest

Banyak pecinta ikan guppy pemula yang kebingungan kenapa ikan guppy miliknya terus menerus mati di akuarium, bahkan hampir setiap hari ada saja ikan guppynya yang mati.

Berikut ini ada beberapa alasan kenapa ikan guppy kesayanganmu mengalami hal yang sama.

  • Kualitas air yang buruk, alasan paling kuat kenapa ikan guppy sekarat atau mati adalah kualitas air yang buruk. Dengan memberi makan ikan guppy, sebenarnya kamu secara tidak sengaja akan mengotori akuariummu. Apalagi ikan guppy juga akan mengeluarkan kotoran yang bisa saja mencemari kualitas air di dalam akuarium.
  • Meningkatnya level amonia, level amonia di dalam akuarium seharusnya berada level 0 ppm. Adanya amonia akan membuat bakteri starter mengubah amonia menjadi nitrit dan kemudian menjadi nitrat. Jika didiamkan, tingkat amonia akan terus meninggi sehingga menyebabkan kematian ikan guppy yang begitu
  • Terlalu banyak memelihara ikan guppy, masalah ini biasanya disebut dengan overpopulated. Ikan guppy adalah salah satu ikan yang tingkat reproduksinya tinggi. Di dalam satu bulan, ikan guppy betina dapat menetaskan sekitar 20-120 ekor. Itulah mengapa jika akuariummu tidak cukup menampung ikan guppy, maka lingkungan tempat tinggalnya tidak dapat menampung kebutuhan dari ikan guppy itu sendiri.

Itulah dia ulasan mengenai cara merawat ikan guppy di akuarium sekaligus langkah budidaya yang bisa Sobat Pintar lakukan dengan mudah.

Semoga informasi yang sudah PetPi ulas di atas bermanfaat dan sampai jumpa lagi pada artikel-artikel berikutnya, ya!

Perhatian: Informasi ini dihimpun dari beberapa sumber. Tim PintarPet tidak bertanggung jawab atas cidera, kematian, kerusakan atau kerugian langsung maupun tidak langsung, materiil dan immateriil yang disebabkan oleh informasi yang kami berikan. Untuk informasi dan tindakan lebih lanjut, sebaiknya kamu bisa mengkonsultasikannya dengan dokter hewan terdekat.

Terbit: Rabu, 02 Desember 2020, 10:00 WIB
Update pada: Selasa, 20 April 2021, 16:00 WIB

Referensi Tulisan [ Tampilkan ]
  • https://guppyexpert.com/guppy-fish-types/
  • https://www.fishkeepingworld.com/guppies/

Tentang Penulis

Saya adalah seorang penulis yang antusias dengan hewan peliharaan seperti kucing, reptil dan hewan peliharaan lainnya.

Suka dengan tulisan saya? Hubungi saya disini.

Komentar