Hari ini: Jumat, 18 Juni 2021
Selasa, 12 Januari 2021, 16:00 WIB

Awas Menular! Ini Jenis Penyakit Kulit pada Kucing dan Cara Ampuh Mengatasinya

Awas Menular! Ini Jenis Penyakit Kulit pada Kucing dan Cara Ampuh Mengatasinya

penyakit kulit pada kucing - hills pet

Penyakit kulit pada kucing punya risiko menulari manusia. Maka penting untuk mengetahui penyebab dan cara mengobati penyakit kulit pada kucing berikut ini.

Selalu menjaga kebersihan serta kesehatan bulu dan kulit tubuh kucing tentu akan membawa banyak manfaat. Salah satunya adalah menjaga penampilan kucing tetap menarik dan sedap dipandang.

Selain itu, hal ini tentu juga membuat Sobat Pintar sebagai pemilik kucing peliharaan jadi tidak perlu ragu saat hendak bermain dengan mereka, kan?

Namun bukan berarti bagian ini luput dari berbagai masalah kesehatan, lho. Ada pula beberapa jenis penyakit kulit pada kucing yang umum terjadi dan mudah ditemukan.

Terlebih beberapa jenis penyakit kulit kucing ini sangat mudah menular, baik ke hewan peliharaan lain bahkan yang lebih menakutkan juga bisa menjangkiti manusia.

Maka dari itu, Sobat Pintar harus lebih waspada terhadap masalah kesehatan kucing ini yang sudah diulas lengkap pada artikel berikut ini.

Inilah Jenis Penyakit Kulit pada Kucing yang Menular dan Cara Mengobatinya

Menurut pernyataan Dr. Jessica Vogelsang seperti dilansir melalui laman PetMD.com, masalah kulit pada kucing menjadi keluhan yang paling banyak ditemui saat mereka berkunjung ke dokter hewan.

Penyebab dari masalah kulit pada kucing sendiri umumnya berasal dari faktor eksternal yang berasal dari lingkungan, misal parasit, bakteri, jamur, dan sebagainya.

Nah, yang perlu Sobat Pintar waspadai adalah pada umumnya juga penyakit kulit pada kucing ini mampu menular ke manusia juga, lho.

Lalu apa sajakah masalah-masalah kesehatan tersebut? Yuk simak ulasan selengkapnya sebagai berikut.

Follow Instagram @PintarPet untuk lebih tahu tentang Kucing lainnya!
>> FOLLOW DISINI

1. Kutuan

Penyakit Kulit Pada Kucing
Kucing kutuan - feet hq

Pertama, ada masalah kucing kutuan yang disebabkan oleh kutu kucing (Ctenocephalides felis) yang berukuran kecil dan menyebar luas di berbagai wilayah di seluruh dunia.

Kutuan pada kucing selain dapat menyebabkan gatal dan iritasi pada kulit, nyatanya juga bisa menjadi perantara jenis parasit lain, salah satunya adalah cacing pita.

Untuk mengatasi penyakit kulit pada kucing ini umumnya bisa dilakukan dengan memandikan mereka dengan shampo kutu kucing khusus.

Pada beberapa kasus di mana kucing memiliki hipersensitivitas pada gigitan kutu pula, pengobatan bisa dilakukan baik dengan bantuan salep atau obat yang diresepkan oleh dokter hewan.

2. Tungau Telinga (Ear Mites)

Jenis Penyakit Kulit Kucing
penyakit tungau telinga - air drievets

Kemudian ada tungau telinga atau ear mites yang disebabkan oleh parasit Otodectes cynotis. Parasit ini menyerang bagian telinga yang dapat ditemukan pada kucing dari berbagai rentang usia.

Penyakit kulit pada anak kucing ini juga rentan terjadi yang diakibatkan adanya penularan dari induk kucing pada anak yang diasuhnya.

Ciri-ciri penyakit kulit pada kucing ini adalah bagian telinga yang penuh dengan kotoran tebal berwarna kemerahan atau kehitaman.

Dari perilaku kucing sendiri, mereka akan lebih sering menggaruk bagian daun hingga lubang telinga dan menggelengkan kepala secara cepat.

Pengobatannya bisa dilakukan dengan obat tetes dan dibersihkan dengan cotton bud. Penyakit ini tergolong menular antarkucing, sehingga pengobatannya lebih baik dilakukan secara terpisah, ya.

3. Ringworm

Penyakit Kulit Pada Kucing Kampung
ringworm pada kucing - thrive vet

Ringworm kucing atau juga dikenal dengan istilah kurap atau jamur kulit ini menjadi salah satu penyakit kulit yang mudah menular, baik ke kucing, anjing, atau manusia, lho.

Penyakit kulit ini umum disebabkan oleh sejenis jamur bernama Microsporum canis yang bersifat zoonosis, yang artinya dapat menular antarkucing, anjing, hingga manusia.

Gejala dari salah satu jenis jamur kucing ini ditandai daerah kulit yang mengalami kebotakan dengan pola melingkar. Bagian ini pun juga akan terlihat gatal dan mengeras.

Ringworm pada umumnya menyerang bagian di sekitar kepala, telinga, hingga kaki bagian depan kucing.

Pengobatan ringworm diberikan melalui obat dan shampo atau salep khusus kulit. Selain itu untuk mencegah ringworm terjangkit kembali, penting untuk selalu menjaga kebersihan lingkungan.

Pengobatan ringworm diberikan melalui obat, salep, atau shampo khusus kulit kucing. Selain itu untuk mencegah ringworm terjangkit kembali, penting untuk selalu menjaga kebersihan lingkungan.

4. Alergi

Penyakit Alergi Pada Kucing
Alergi pada kucing - rog

Sama halnya seperti manusia, beberapa kucing peliharaan juga bisa mengalami alergi yang setidaknya disebabkan oleh dua penyebab utama, yakni:

  • Alergi lingkungan: Jenis alergi ini berkaitan dengan alergen yang berada di lingkungan sekitar, seperti debu, rumput, serbuk sari, zat kimia, dan lainnya. Jenis alergi ini umumnya dapat diobati, walaupun pada beberapa kasus harus diketahui penyebabnya untuk menghindarkan alergen dari lingkungan tempat tinggal kucing.
  • Alergi makanan: Kucing juga dapat mengalami alergi pada beberapa produk makanan dan yang paling umum, seperti daging sapi, susu, dan makanan laut. Kucing yang mengalami alergi makanan dapat menunjukkan gejala gatal, muntah, hingga diare. Penting untuk mengetahui jenis makanan penyebab alergi pada kucing dengan kondisi khusus ini.

Untuk mencegah kedua alergi tersebut, penting bagi Sobat Pintar mengetahui penyebab utama baik yang berasal dari lingkungan sekitar tempat tinggal ataupun makanannya.

Selain itu, untuk mengobati alergi umumnya dokter hewan akan merekomendasikan pengobatan oral atau suntikan apabila alergi sudah tergolong kronis.

5. Scabies

Scabies Pada Kucing
scabies pada kucing - cat time

Tungau pun juga menjadi penyebab penyakit kulit pada kucing lainnya yang dikenal sebagai scabies.

Scabies pada kucing yang disebabkan oleh tungau Sarcoptes scabiei menyerang ke dalam permukaan kulit dan menghasilkan gatal luar biasa yang menyebabkan kerontokan dan iritasi.

Kucing yang terserang scabies bisa saja tertular dari hewan lain yang sudah tertular atau melalui benda-benda di sekitar yang sudah terkontaminasi.

Obat untuk penyakit scabies pada kucing umumnya bersifat topikal, berupa salep dan shampo khusus yang perlu diberikan secara berkala.

Shampo khusus scabies kucing sebaiknya mengandung 2% kapur belerang (sulfur) dan diberikan selama kurang lebih 6-8 minggu.

Bisa juga dipadukan dengan penggunaan salep Fipronil yang digunakan dengan cara dioles pada area terjangkit scabies.

Jika scabies kucing cukup parah, dokter hewan juga bisa memberi opsi suntik scabies kucing untuk mempercepat proses kesembuhan.

6. Ketombe dan Kulit Kering

Penyakit Kulit Kucing
ketombe pada kucing - disk trend

Ketombe kucing mirip seperti yang terjadi pada kulit kepala manusia, di mana akan menimbulkan bercak-bercak putih yang rontok dan terasa gatal.

Masalah ini juga umumnya diikuti dengan kulit kucing yang harus segera diobati agar tidak berujung menjadi iritasi hingga infeksi yang semakin parah.

Ketombe dan kulit kering pada kucing dapat ditangani dengan mudah menggunakan pengobatan luar yang mampu memberi kelembaban sekaligus menyehatkan.

7. Infeksi Bakteri

Penyakit Kulit Pada Kucing
Infeksi bakteri - pet md

Lalu ada infeksi bakteri pada kulit atau pioderma yang dapat menyebabkan gatal dan trauma pada kulit kucing hingga menyebabkan infeksi.

Selain itu, pioderma juga diikuti oleh gejala lain seperti bulu rontok, lapisan kulit mengelupas, hingga lesi memerah di sekitarnya.

Dokter hewan pada umumnya akan memberikan pengobatan berupa antibiotik untuk menangani infeksi bakteri kulit pada kucing.

8. Jerawat Kucing

Jerawat Kucing
jerawat kucing - litter-robot

Kemudian ada jerawat kucing yang tanda-tandanya mirip seperti jerawat manusia saat beranjak remaja.

Jerawat kucing atau feline acne ini umumnya menyerang bagian rahang bawah kucing, yang mana bagian ini lama-kelamaan akan menghitam mirip seperti komedo.

Penyakit kulit pada kucing ini menyerang semua jenis ras, usia, dan kelami pada kucing. Jerawat kucing sendiri juga bisa menyebabkan gatal dan bulu rontok pada area sekitarnya.

Pengobatan jerawat kucing bisa dilakukan melalui pengikisan kulit dan juga merawat dengan menggunakan salep hingga shampo khusus yang memiliki kandungan benzoil peroksida.

9. Bulu Rontok

Bulu Rontok Pada Kucinga
bulu rontok pada kucing - litter-robot

Jika kamu menemukan ras kucing berbulu panjang mengalami kerontokan bulu tentu menjadi sesuatu yang meresahkan, bukan?

Bulu rontok atau alopecia secara umum merupakan reaksi yang ditimbulkan oleh penyakit kulit pada kucing lainnya, seperti alergi, parasit, hingga infeksi jamur (ringworm).

Namun dalam kondisi lain, bulu rontok kucing juga bisa dipicu oleh kucing stres yang banyak diasosiasikan oleh dokter hewan sebagai psychogenic alopecia.

Selain itu masalah kesehatan kucing, seperti diabetes, kelainan tiroid, dan kanker bisa menjadi penyebab bulu rontok yang perlu didiagnosis langsung oleh dokter hewan.

Kenali Ciri-Ciri Umum Penyakit Kulit pada Kucing

Walaupun penyakit kulit pada kucing disebabkan oleh faktor yang berbeda, namun umumnya ciri-ciri masalah kulit pada kucing ini hampir serupa seperti yang dilansir melalui laman Vet.Cornell.edu, yakni:

  • Perilaku menggaruk, menjilat, dan mengunyah bulu yang berlebihan;
  • Kemerahan dan iritasi pada bagian kulit tertentu;
  • Kerontokan bulu;
  • Bagian kulit menebal, kering, dan bersisik; hingga
  • Pembengkakan dan benjolan pada kulit.

Cara Mengatasi Kucing Sakit Kulit Mulai Anakan Hingga Dewasa

Mengenali ciri-ciri penyakit kulit pada kucing di atas terbilang mudah untuk diamati, sehingga Sobat Pintar bisa langsung mengetahui jika peliharaanmu ini sedang mengalami masalah tertentu.

Namun sebelum menangani kucing sakit kulit, ada beberapa hal yang harus kamu perhatikan agar meminimalisir risiko tertular.

Adapun cara mengatasi penyakit kulit kucing anakan hingga dewasa yang bisa kamu lakukan adalah sebagai berikut.

  • Jika kamu memelihara lebih dari satu kucing atau memiliki peliharaan lain dalam rumah, segera pisahkan kucing terjangkit dengan meletakkannya dalam kandang terpisah.
  • Lakukan observasi pada tubuh kucing untuk melihat jenis penyakit kulit apa yang terjadi. Sebelum itu sebaiknya gunakan masker dan sarung tangan untuk mencegah risiko tertular.
  • Kalau memungkinkan, bersihkan bagian kulit yang teriritasi dengan kapas atau handuk lembut yang sudah dibersihkan sebelum dibawa ke dokter hewan.
  • Segera bawa kucing ke dokter hewan untuk melakukan observasi lanjutan, perawatan, hingga mendapatkan resep obat atau terapi lain yang bisa diberikan.
  • Jika penyebab penyakit kulit dikarenakan alergi lingkungan dan makanan, segera jauhkan benda yang menjadi alergen dari tempat tinggal kucing.
  • Selalu jaga kebersihan lingkungan sekitar tempat tinggal kucing agar terhindar dari parasit, bakteri, atau jamur yang mungkin terkontaminasi.

Demikianlah beberapa jenis penyakit kulit pada kucing berikut langkah penanganan dan pencegahan yang bisa kamu lakukan. Oh ya, setelah melakukan hal-hal di atas, jangan lupa cuci tangan, ya!

Semoga informasi yang sudah PetPi berikan di atas bermanfaat dan sampai jumpa pada kesempatan berikutnya.

Jika kamu suka dengan artikel PintarPet, jangan lupa bagikan artikel ini ke seluruh dunia dan follow juga Instagram @pintarpet untuk tahu informasi tentang Kucing terbaru lainnya!

Perhatian: Informasi ini dihimpun dari beberapa sumber. Tim PintarPet tidak bertanggung jawab atas cidera, kematian, kerusakan atau kerugian langsung maupun tidak langsung, materiil dan immateriil yang disebabkan oleh informasi yang kami berikan. Untuk informasi dan tindakan lebih lanjut, sebaiknya kamu bisa mengkonsultasikannya dengan dokter hewan terdekat.

Terbit: Jumat, 16 Oktober 2020, 10:00 WIB
Update pada: Selasa, 12 Januari 2021, 16:00 WIB

Referensi Tulisan [ Tampilkan ]
  • https://pets.webmd.com/cats/diseases-hair-loss-cats
  • https://www.catster.com/cat-health-care/cat-skin-problems
  • https://www.petmd.com/cat/slideshows/7-common-skin-problems-cats?view_all=1
  • https://www.vet.cornell.edu/departments-centers-and-institutes/cornell-feline-health-center/health-information/feline-health-topics/feline-skin-diseases

Tentang Penulis

Saya adalah seorang penulis yang antusias dengan hewan peliharaan seperti kucing, reptil dan hewan peliharaan lainnya.

Suka dengan tulisan saya? Hubungi saya disini.

Komentar