Hari ini: Kamis, 08 Desember 2022
Senin, 10 Januari 2022, 10:00 WIB

Waspada! Inilah Bakteri Pada Kucing Yang Bisa Menular

Waspada! Inilah Bakteri Pada Kucing Yang Bisa Menular

bakteri pada kucing - pixabay

Bagi pemilik kucing, harus selalu memperhatikan kebersihannya. Berikut penyakit karena bakteri yang ada di tubuh kucing dan pencegahannya!

Sobat Pintar, kucing memang hewan yang lucu dan menggemaskan. Tetapi, kamu harus waspada dengan bakteri pada kucing.

Terlebih lagi kamu memelihara nya di dalam rumah. Untuk menghindari seluruh penyakit akibat bakteri pada bulu kucing ini, kamu juga harus memahami cara pencegahannya, lho. 

Untuk kamu yang memiliki kucing peliharaan di rumah, bahaya bakteri pada bulu kucing adalah hal terpenting untuk diwaspadai.

Karena tidak hanya bakteri saja, tetapi juga ada parasit yang bisa menimbulkan banyak penyakit, mulai dari kurap, toksoplasmosis dan lainnya. 

Hal ini juga menjadi masalah yang serius untuk ibu hamil, orang dengan daya tahan tubuh yang lemah dan bagi penderita penyakit autoimun.

Lantas, apakah kucing memiliki bakteri? dan apa saja penyakit akibat bakteri pada bulu kucing? Yuk sama-sama simak penjelasannya berikut ini. 

Follow Instagram @PintarPet untuk lebih tahu tentang Kucing lainnya!
>> FOLLOW DISINI

Jenis Penyakit yang Disebabkan Oleh Bakteri Pada Kucing

Penyakit Bakteri Pada Kucing
penyakit bakteri pada kucing - pixabay

Mungkin untuk kamu yang memelihara kucing atau pecinta kucing, melihat bulu kucing yang indah menjadi salah satu daya tarik tersendiri.

Tetapi, terdapat sejumlah potensi penyakit yang diakibatkan oleh bakteri pada bulu kucing, antara lain: 

1. Penyakit Cakar Kucing

Penyakit ini bisa terjadi karena infeksi bakteri Bartonella henselae. Selain bisa berpindah ke manusia melalui cakaran atau gigitan kucing saja, tetapi bakteri pada kucing ini juga dapat berpindah melewati bulu-bulunya yang halus.

Ketika mengelus kucing yang terinfeksi bakteri ini dan kamu tidak sengaja mengusap mata, maka kamu bisa terkena penyakit ini. 

Penyakit cakar kucing juga bisa memicu penyakit serius yang lainnya, apalagi untuk orang dengan kekebalan tubuhnya lemah, seperti orang dengan HIV/AIDS atau juga pada pasien pengidap kanker. 

2. Penyakit Chlamydophilosis

Jenis bakteri pada kucing berikutnya adalah Chlamydophilosis. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Chlamydophila felis dan biasanya menginfeksi mata anak kucing yang berusia 5-12 minggu. 

Umumnya kucing yang terserang penyakit ini akan menunjukkan gejala seperti pilek (bersin-bersin dan hidung berair), kehilangan nafsu makan, radang mata, dan juga demam.

Lalu apabila kucing kamu terinfeksi, sebaiknya segera obati penyakit ini sampai tuntas karena Chlamydophilosis dapat menular hanya dengan kontak melalui lendir matanya saja, lho.

3. Penyakit Kurap

Kurap adalah penyakit akibat infeksi jamur dermatofita yang terjadi pada kulit. Penyakit ini bisa ditularkan dari hewan ke manusia, dan kucing menjadi hewan yang bisa menularkannya.

Kucing adalah hewan yang terkena kurap. Mengapa demikian? Karena bila kucing tidak sering dibersihkan dan bulunya sering basah, kurap bisa muncul pada bulunya. 

Sehingga, kamu harus waspada ketika melihat adanya tanda-tanda kurap pada kucing, seperti terdapat bagian lingkaran yang berkerak dibarengi dengan bulu yang rontok. Jika kucing mu terkena kurap, maka segera bawa ke dokter hewan sehingga bisa dibersihkan dengan ahlinya. 

4. Penyakit Toksoplasmosis

Selanjutnya, penyakit ini terjadi karena adanya parasit Toxoplasma gondii. Biasanya parasit ini ditemukan di kotoran kucing yang telah terinfeksi dan bisa menular ke manusia.

Lalu, penyakit toksoplasmosis ini berbahaya untuk ibu hamil dan orang dengan daya tahan tubuh yang lemah. 

Pada ibu yang sedang mengandung, toksoplasmosis bisa menyebabkan kelahiran prematur, adanya penyakit bawaan lahir pada jabang bayi, dan bahkan bisa keguguran. Selain itu, penyakit ini juga dapat mengganggu kesuburan wanita, lho. 

5. Penyakit Pemicu Alergi

Bulu kucing selalu terkena air ludah, urine kucing dan kotoran. Ketika menyentuh bulu tersebut, orang yang mempunyai alergi dapat mengalami reaksi alergi.

Umumnya reaksi ini terjadi dengan munculnya ruam, bentol dan gatal-gatal pada kulit. Tetapi, reaksi alergi akibat bulu kucing juga dapat menimbulkan gejala bersin, pilek dan mata gatal akibat rhinitis alergi. 

Untuk orang yang mempunyai penyakit asma juga dapat mengalami kambuhnya gejala ini secara sering jika terpapar oleh bulung kucing yang sudah terinfeksi. 

Cara Mencegah Bahaya Bakteri Pada Kucing

Cara Mencegah Bahaya Bakteri Pada Kucing
cara mencegah bahaya bakteri pada kucing - pixabay

Setelah kamu mengetahui apa saja jenis penyakit kucing yang berasal dari bakteri, ini saatnya kamu mengetahui cara untuk melindungi diri dari bakteri tersebut.

Berikut ini adalah beberapa langkah pencegahan yang bisa kamu lakukan, seperti : 

1. Cuci Tangan Setelah Memegang Kucing

Kamu jangan sampai lupa untuk selalu cuci tangan dengan air dan sabun setelah memegang kucing dan saat setelah membersihkan box atau kandang nya.

Kebiasaan ini harus dilakukan oleh seluruh anggota keluarga yang tinggal di rumah, khususnya anak-anak. Supaya lebih aman lagi, pastika juga anak kamu tidak bermain di tempat yang telah terkontaminasi dengan kotoran kucing. 

2. Bersihkan Box atau Kandang Secara Rutin

Kebersihan tubuh dan tempat tinggal si kucing ini merupakan hal yang sangat penting ketika kamu memelihara hewan.

Demi menjaga kesehatan kamu dan kucingmu, mandikan kucing dengan sampo khusus dan air bersih secara teratur. Hal tersebut penting guna mencegah perkembangan parasit, bakteri dan jamur yang ada di badan kucing. 

Walaupun begitu, ibu hamil tidak dianjurkan untuk memandikan kucing, ya! Apabila kamu sedang hamil, mintalah orang lain untuk membantu mu memandikan dan membersihkan kandang kucing supaya kamu dan janin terhindar dari bakteri yang ada di tubuh kucing. 

3. Jangan Tidur dengan Kucingmu

Beri batasan wilayah tertentu yang ada di rumahmu, khususnya kamar tidur, dengan tidak memperbolehkan kucing masuk dan tidur dengan kamu.

Hal ini dilakukan agar bulu kucing yang rontok tidak menempel di kamar tidur dan juga kasur yang akan kamu gunakan. 

Tidak hanya sejumlah cara untuk meminimalisir bahaya bakteri pada bulu kucing di atas saja, kamu juga harus membawa nya ke dokter hewan untuk mencegah berkembangnya penyakit tersebut demi kesehatan kamu dan keluarga.

Pemberian vaksin pada kucing bisa melindunginya dari paparan bakteri dan infeksi virus. 

Memiliki kucing peliharaan tentu saja sangat menyenangkan, namun bahaya bakteri pada bulu kucing juga wajib menjadi hal yang diwaspadai agar mencegah seluruh penyakit di atas.

Apabila kamu mempunyai alergi dengan bulu kucing atau merasakan keluhan selepas memegang bulu kucing, ada baiknya untuk langsung memeriksakannya ke dokter sehingga bisa mendapatkan penanganan yang benar. 

Sobat Pintar, itulah dia ulasan lengkap mengenai bakteri pada kucing dan juga penyakit yang ditimbulkan serta cara mencegahnya. Jangan lupa untuk selalu rajin menjaga kebersihan ya, Sobat Pintar! 

Jika kamu suka dengan artikel PintarPet, jangan lupa bagikan artikel ini ke seluruh dunia dan follow juga Instagram @pintarpet untuk tahu informasi tentang Kucing terbaru lainnya!

Baca juga artikel menarik berikut:

Perhatian: Informasi ini dihimpun dari beberapa sumber. Tim PintarPet tidak bertanggung jawab atas cidera, kematian, kerusakan atau kerugian langsung maupun tidak langsung, materiil dan immateriil yang disebabkan oleh informasi yang kami berikan. Untuk informasi dan tindakan lebih lanjut, sebaiknya kamu bisa mengkonsultasikannya dengan dokter hewan terdekat.

Referensi Tulisan [ Tampilkan ]
  • https://hellosehat.com/parenting/kesehatan-anak/penyakit-pada-anak/penyakit-dari-kucing/
  • https://kumparan.com/kumparannews/7-penyakit-mematikan-pada-kucing-yang-harus-kamu-tahu-1ttiufdYVNn
  • https://www.alodokter.com/waspada-bahaya-bulu-kucing

Tentang Penulis

Saya adalah seorang penulis yang antusias dengan hewan peliharaan seperti burung, amfibi dan juga hewan peliharaan lainnya.

Suka dengan tulisan saya? Hubungi saya disini.

Komentar