Hari ini: Minggu, 16 Mei 2021
Selasa, 11 Mei 2021, 20:30 WIB

9 Ciri-Ciri Kelinci Mau Mati, Mulai dari Fisik hingga Bahasa Tubuhnya

9 Ciri-Ciri Kelinci Mau Mati, Mulai dari Fisik hingga Bahasa Tubuhnya

ciri-ciri kelinci mau mati - human ebroward

Mengenali ciri-ciri kelinci mau mati dari bahasa tubuh dan ciri fisiknya bisa membantu kamu dalam memberikan perawatan terbaik sebelum berpisah dengannya.

Mau ataupun tidak, Sobat Pintar harus menerima kenyataan kalau suatu hari nanti akan ditinggal kelinci peliharaan kesayangan selamanya. Penyebab kelinci mati bisa saja karena umurnya sudah tua atau memiliki kondisi penyakit tertentu.

Banyak kalangan mempercayai kalau beberapa hewan, salah satunya kucing memiliki insting yang sehingga tahu kapan dirinya akan segera meninggalkan dunia.

Hal yang sama juga bisa ditemukan pada kelinci peliharaan. Berikut PetPi akan mengulas sejumlah ciri-ciri kelinci mau mati, mulai dari ciri fisik hingga bahasa tubuh kelinci yang bisa diperhatikan.

Dengan begini, tentu Sobat Pintar dapat mempersiapkan kematian kelinci dengan tenang dan ikhlas akan kepergiannya, ya.

Bagaimana Cara Mengetahui Ciri-Ciri Kelinci Mau Mati?

Cara Mengetahui Ciri-ciri Kelinci Mau Mati
ciri-ciri kelinci mau mati - freepik

Mungkin Sobat Pintar penasaran, berapa lama hidup kelinci, sih? Dilansir dari laman TheSprucePets.com, kelinci peliharaan mampu bertahan hidup 8 hingga 12 tahun. Mereka bisa hidup lebih lama tergantung dari ras kelinci, asupan makanan, dan perawatan lainnya.

Ada juga beberapa kelinci mati mendadak sebelum waktunya, yang mana hal ini disebabkan oleh beberapa hal, misalnya mengalami penyakit tertentu atau perawatan yang keliru.

Mau apapun penyebab kematian kelinci, tentu Sobat Pintar harus siap dengan kejadian ini. Berikut adalah beberapa ciri-ciri kelinci mau mati yang dirangkum dari berbagai sumber.

Follow Instagram @PintarPet untuk lebih tahu tentang Kelinci lainnya!
>> FOLLOW DISINI

1. Perubahan Pola Makan

Sobat Pintar sebenarnya tak perlu khawatir jika kelinci makan hanya sedikit saja. Pasalnya, kelinci dewasa pada umumnya lebih sedikit makan dibandingkan kelinci muda.

Perubahan pola makan yang perlu diperhatikan apabila kelinci tidak lagi memiliki nafsu makan alias tidak makan sama sekali. Hal ini bisa jadi pertanda penyakit atau hampir mati.

Berbagai penyakit, baik fisik maupun mental bisa memengaruhi pola makan kelinci. Berkurangnya nafsu makan juga bisa jadi pertanda usia tua.

Kamu bisa memperhatikan ciri-ciri ini di setiap pemberian makan yang kamu berikan. Kelinci yang tidak nafsu makan biasanya hanya mengendus makanannya lalu ia pergi meninggalkannya.

Bahkan terkadang, mereka tidak lagi menghampiri makanan yang kamu berikan.

2. Kelesuan yang Tidak Biasa

Banyak kalangan memilih untuk memelihara kelinci karena tingkah lakunya yang aktif dan menggemaskan. Kelinci peliharaan sangat senang untuk melompat kesana-kemari.

Namun jika kelinci menjadi tidak aktif atau mengalami kelesuan tiba-tiba, kondisi ini bisa jadi salah satu pertanda bahwa kelinci Sobat Pintar sedang sekarat.

Selain itu, kelesuan juga bisa disebabkan oleh stres yang biasanya dipicu oleh suhu panas berlebih dan kebisingan. Cobalah untuk memberikan air minum dan memindahkannya ke tempat sunyi, lalu lihat perkembangannya.

3. Kondisi Bulu Tidak Terawat

Sama halnya seperti kucing yang suka grooming, kelinci juga lihai untuk menjaga kebersihan diri. Namun, kelinci yang mau mati biasanya mulai akan mengabaikan hal ini.

Kelinci yang sakit atau sekarat bisa saja mengalami kondisi bulu yang terlalu berminyak atau kusut. Kurangnya perawatan bulu juga bisa jadi gejala masalah kulit tertentu.

Berdasarkan penelitian, kelinci memang rentan akan berbagai penyakit kulit yang diakibatkan oleh parasit, penyakit menular, dan tumor kulit. Beberapa kondisi ini dapat menyebabkan kematian pada kelinci.

4. Myiasis

Salah satu penyakit kulit pada kelinci yang berpotensi fatal adalah myiasis atau serangan lalat. Kondisi bulu kelinci yang lembab membuat lalat bertelur pada bulu kelinci.

Telur lalat yang menetas dan menjadi belatung, kemudian akan memakan kulit kelinci. Bahkan apabila kondisi ini tidak terdeteksi, kelinci bisa mati dalam waktu 24 jam, lho.

Maka dari itu, penting untuk selalu memperhatikan kondisi kelinci. Jika menemukan adanya telur atau belatung pada bulunya, segera bawa kelinci peliharaan ke dokter hewan.

5. Perubahan Tanda Vital

Tanda-tanda vital pada kelinci termasuk suhu tubuh, detak jantung, dan pernapasan. Beberapa tanda-tanda vital normal pada kelinci yang sehat, antara lain:

  • Suhu tubuh: antara 37-40 derajat Celcius
  • Denyut jantung: antara 180-250 denyut per menit
  • Tingkat pernapasan: antara 30-60 napas per menit

Sobat Pintar bisa mengecek ketiga hal di atas kalau mencurigai kelinci sedang sakit atau sekarat. Jika tanda-tanda vital berada di luar kisaran normal, sebaiknya lebih waspada.

6. Kesulitan Bernapas

Kelinci sehat akan bernapas melalui hidung, bukan mulutnya. Saat hidung tersumbat, kemungkinan besar kelinci akan mengalami kesulitan bernapas.

Ciri-ciri kelinci mau mati salah satunya memiliki pernapasan yang berisik dan gelisah. Mereka juga umumnya mengeluarkan suara tidak biasa, seperti menggeretakkan gigi, merintih, dan mencicit yang tidak disengaja.

Hal lain yang perlu diperhatikan, termasuk bersin, napas terengah-engah, dan suara mengi mirip orang asma.

7. Perubahan Urine dan Feses

Perubahan kondisi urine dan feses bisa jadi tanda peringatan kalau kelinci sedang sekarat, termasuk seberapa sering kelinci melakukannya.

Sobat Pintar juga perlu memperhatikan perubahan tekstur, warna, dan bau pada feses. Sementara itu, perhatikan pula ada tidaknya bercak darah pada urine kelinci peliharaan.

Diare atau kotoran terlalu encer umumnya menjadi ciri khas kondisi kesehatan kelinci yang menurun mendekati akhir hidupnya. Kelinci akan mengeluarkan isi perut secara tidak terkendali pada menit-menit sebelum mereka mati.

8. Keluar Air Liur Berlebihan

Saat sekarat, kelinci akan lebih banyak mengeluarkan air liur atau dikenal sebagai “ngiler”. Kelinci dapat mengeluarkan air liur berlebihan, bahkan jika mereka tidak minum banyak air.

Tanda ini juga bisa diikuti dengan kelinci yang memiliki wajah dan mulut bengkak. Sobat Pintar juga perlu melihat ke bagian dalam mulut kelinci.

Perhatikanlah warna gusi kelinci. Jika gusi berwarna pucat, kekuningan, atau kebiruan berarti kelinci memiliki kondisi penyakit tertentu.

9. Tubuh Menggigil

Kelinci akan mengalami tubuh menggigil, gemetar, dan kejang saat mereka mendekati kematian. Kondisi ini juga bisa menjadi pertanda syok oleh hal-hal tertentu.

Saat tubuh kelinci menggigil, umumnya mereka memiliki pandangan yang kabur. Sesekali kelinci juga akan menghentakkan kaki mereka dengan keras.

Berikan ruang yang cukup dan selimut tipis untuk membuatnya merasa nyaman. Namun, jika kondisi ini mendadak padahal kondisi kelinci sehat sebelumnya, segera bawa mereka ke dokter hewan.

Cara Mempersiapkan Kematian Kelinci dengan Tenang

Cara Mempersiapkan Kelinci Yang Mau Mati
cara mempersiapkan kelinci yang mau mati - rabbits

Ketika saat kematian kelinci tiba, hal yang terpenting bagi Sobat Pintar adalah untuk membuat mereka merasa senyaman mungkin.

Dilansir dari laman FarewellPet.com, berikut adalah beberapa cara menjaga kelinci tetap nyaman dan tenang untuk menghadapi kematiannya.

  • Menjaga kelinci dalam lingkungan dengan suhu optimal.
  • Memberikan tempat tidur yang bersih dan letakkan di lokasi yang tenang.
  • Menjaga asupan makanan dan minum bagi kelinci untuk mencegah dehidrasi.
  • Memberikan banyak perhatian dan kasih sayang.
  • Memberikan obat penawar nyeri apabila diresepkan oleh dokter hewan.

Memanglah tidak menyenangkan kehilangan hewan peliharaan kesayangan Sobat Pintar. Berusahalah untuk ikhlas menghadapinya, dan jika ragu jangan ragu untuk konsultasi dengan dokter hewan atau kerabat terdekat.

Jika kamu suka dengan artikel PintarPet, jangan lupa bagikan artikel ini ke seluruh dunia dan follow juga Instagram @pintarpet untuk tahu informasi tentang Kelinci terbaru lainnya!

Perhatian: Informasi ini dihimpun dari beberapa sumber. Tim PintarPet tidak bertanggung jawab atas cidera, kematian, kerusakan atau kerugian langsung maupun tidak langsung, materiil dan immateriil yang disebabkan oleh informasi yang kami berikan. Untuk informasi dan tindakan lebih lanjut, sebaiknya kamu bisa mengkonsultasikannya dengan dokter hewan terdekat.

Terbit: Selasa, 23 Maret 2021, 16:00 WIB
Update pada: Selasa, 11 Mei 2021, 20:30 WIB

Referensi Tulisan [ Tampilkan ]
  • https://farewellpet.com/how-to-comfort-a-dying-rabbit/
  • https://pethelpful.com/rabbits/Dealing-With-a-Dying-Bunny-What-You-Need-to-Know
  • https://www.rabbitcaretips.com/rabbit-is-dying-signs/
  • https://www.thesprucepets.com/rabbit-lifespan-4582447
Share

Tentang Penulis

Saya adalah seorang penulis yang antusias dengan hewan peliharaan seperti kucing, reptil dan hewan peliharaan lainnya.

Suka dengan tulisan saya? Hubungi saya disini.

Komentar