
Mengenal Kucing Sphynx, dari Ciri-Ciri, Jenis, Sejarah, & Fakta Uniknya
Penulis: Satria Aji | Editor: Zaky Afdika

kucing sphynx - the happy cat site
Kucing Sphynx identik dengan jenis kucing tanpa bulu yang punya tampilan eksotis. Berikut profil lengkap kucing Sphynx, ciri-ciri, sejarah, & fakta uniknya
Kebanyakan kucing peliharaan yang Sobat Pintar kenal umumnya memiliki bulu lebat, baik pendek atau panjang. Terus, apa jadinya kalau ada ras kucing yang hampir tidak memiliki bulu sama sekali nih?
Nah, salah satu ras kucing tanpa bulu yang paling populer adalah Sphynx. Sekilas mereka memiliki penampilan kucing botak tanpa bulu, seperti sedang sakit atau habis dicukur.
Walaupun penampilannya yang berbeda jauh daripada kucing kebanyakan, kucing Sphynx tetap memiliki penggemar tersendiri yang menganggapnya sebagai peliharaan yang eksotis.
Apakah Sobat Pintar tertarik untuk memeliharanya atau sekadar penasaran dengan kucing ini? Yuk, simak dulu ulasan lengkap mengenai ras kucing Sphynx berikut ini.
Daftar Isi
Mengenal Kucing Sphynx, Ras Kucing Tanpa Bulu Terpopuler

Hewan mamalia dikenal dengan tubuhnya yang ditutupi oleh rambut, atau lebih umum disebut bulu. Berbeda dengan kucing Sphynx, mereka terlahir hampir tanpa bulu pada sekujur tubuhnya akibat mutasi genetik yang dialaminya.
Kucing Sphynx tergolong dalam hewan peliharaan eksotis yang membuat penampilannya menonjol dibandingkan dengan lainnya. Tak heran apabila Sphynx juga termasuk ras kucing termahal yang banyak dipelihara oleh selebritis dan orang terkenal.
Untuk mengenal lebih banyak tentang ras kucing Sphynx, berikut beberapa ciri-ciri dan fakta dari ras kucing unik ini yang perlu Sobat Pintar ketahui.
1. Ada Banyak Jenis Kucing Tanpa Bulu
Kebanyakan orang pasti akan menyebut nama kucing Sphynx jika melihat ras kucing tanpa bulu. Padahal, ada berbagai jenis kucing tanpa bulu selain Sphynx yang telah diakui oleh The International Cat Association (TICA) dan Cat Fanciers’ Association (CFA).
Selain Sphynx, ada pun ras kucing tanpa bulu lainnya, seperti Elf, Peterbald, Donskoy, Ukrainian Levkoy, dan Bambino. Secara umum semuanya lahir hampir tanpa memiliki bulu.
Namun, mereka memiliki karakteristik yang dapat diidentifikasi secara khusus untuk masing-masing ras, seperti bentuk wajah (telinga, mata moncong) atau bentuk tubuh (leher, proporsi badan, kaki).
2. Postur dan Bentuk Tubuh
Ras kucing Sphynx memiliki postur tubuh dengan perawakan yang ramping, namun berotot. Beberapa kalangan pun juga mengatakan kalau proporsi bentuk tubuh kucing ini memiliki kemiripan dengan ras kucing Bengal.
Kucing ini juga tergolong berukuran sedang, dengan bobot berkisar antara 2,7 hingga 5,4 kilogram. Lengkapnya, bobot kucing jantan dewasa sekitar 3,6-6,3 kg dan kucing betina dewasa sekitar 3,2-4,5 kg.
Selain itu berkat tampilan yang tanpa bulu, kaki-kaki mereka cenderung terlihat panjang dan ramping. Ciri khas kucing Sphynx inilah yang membuat mereka tampak elegan bagi sejumlah kalangan.
3. Warna Bulu dan Mata
Kucing Sphynx tidak terlahir botak atau tanpa bulu sama sekali. Apabila Sobat Pintar membelainya, mereka memiliki lapisan bulu yang sangat pendek dan halus yang terasa seperti material suede. Namun, bagian seperti alis atau kumis kucing tidak mereka miliki.
Sama halnya seperti kucing kebanyakan, ras kucing Sphynx tersedia dalam berbagai warna dan pola bulu. Dikutip dari TheSprucePets.com ada variasi warna putih, hitam, merah muda, cokelat, lavender, tabby, tortoiseshell, calico, pointed, dan mink.
Mata mereka juga terdiri dari berbagai macam variasi warna, dengan karakteristiknya yang lebar, besar, dan membulat, mirip seperti buah lemon.
4. Usia
Ras kucing Sphynx yang awalnya adalah hasil mutasi genetik punya sejumlah gangguan kesehatan yang membuat umurnya tidak begitu lama. Umumnya berkaitan dengan sensitivitas kulit akibat perubahan suhu dan sengatan sinar matahari.
Namun saat ini, kucing Sphynx sudah melewati sejumlah persilangan dengan berbagai ras lain sehingga sudah tergolong sehat dan memiliki usia relatif panjang, lebih dari 15 tahun.
5. Sangat Aktif dan Penyayang
Ras kucing ini memiliki rasa ingin tahu tinggi, cerdas, dan sangat ramah dengan orang atau hewan peliharaan lain di sekitarnya. Mereka sangat senang duduk di pangkuan pemiliknya demi mencari tempat hangat untuk membantu meningkatkan suhu tubuhnya.
Baik anak kucing atau kucing dewasa sama-sama memiliki perilaku aktif dan menghibur. Kucing Sphynx dewasa juga sangat penyayang, senang dipeluk berlama-lama, serta ramah terhadap anak-anak dan hewan lainnya di rumah.
Sejarah Kucing Sphynx

Pasti ada beberapa di antara Sobat Pintar yang mengira asal muasal kucing Sphynx adalah dari Mesir, kan? Padahal, ras kucing Sphynx awalnya berasal dari Ontario, Kanada.
Perkembangbiakkan kucing Sphynx dimulai pada tahun 1966, ketika sepasang kucing hitam dan putih melahirkan anak kucing dengan ciri-ciri kulit keriput dan tanpa bulu. Ras kucing ini terus dikembangbiakkan hingga pada mulanya disebut sebagai Canadian Hairless.
Kepopuleran ras kucing ini selanjutnya dibawa ke Amerika Serikat, tepatnya di Minnesota yang kemudian berkembang menjadi hewan peliharaan populer di kawasan Amerika Utara dan Eropa Barat.
Lantas, bagaimana kucing ini memperoleh nama Sphynx? Selain dari Canadian Hairless, beberapa kalangan juga menyebut mereka dengan nama Sphynx karena kemiripan fisik kucing ini dengan patung kucing Mesir kuno yang bernama Sphinx.
Berkat kepopulerannya ini, ras kucing Sphynx akhirnya diakui oleh beberapa asosiasi pecinta kucing, seperti The International Cat Association (TICA) pada tahun 2005 dan Cat Fanciers’ Association (CFA) pada tahun 2002.
Sayangnya, beberapa asosiasi lain tidak mengakui ras kucing Sphynx. Mereka beranggapan kalau ras kucing tanpa gulu merupakan kelainan genetik yang membahayakan kesehatan dan umur peliharaan.
Cara Memelihara Kucing Sphynx

Sobat Pintar jangan salah mengira kalau perawatan kucing Sphynx yang tidak memiliki bulu lebih mudah. Nyatanya, kucing Sphynx juga memerlukan grooming secara teratur, lho.
Dikarenakan tubuhnya yang tidak memiliki bulu untuk menyerap minyak, kulit kucing Sphynx perlu dirawat secara teratur guna menjaga keseimbangan minyak dan menghindari berbagai masalah kulit, termasuk ruam dan infeksi jamur.
Kucing ini perlu mandi setidaknya seminggu sekali untuk menghilangkan penumpukan minyak. Sobat Pintar bisa menggunakan shampo kucing atau shampo bayi yang lembut. Perhatikan juga bagian kerutan atau lipatan yang lebih rentan akan tumpukan minyak.
Tubuhnya yang hampir tanpa bulu, kucing Sphynx lebih sensitif terhadap paparan sinar matahari. Sebaiknya jangan terlalu lama membiarkan kucing berada di luar ruangan untuk mencegah sinar UV yang berbahaya.
Sama halnya seperti kucing peliharaan lainnya, kucing Sphynx juga memerlukan asupan makanan dan minum air yang cukup. Selain itu, penuhi kebutuhan akan vaksinasi kucing dan pemeriksaan hewan tahunan untuk memberikan perlindungan terhadap penyakit.
Berapa biaya yang perlu Sobat Pintar keluarkan untuk mengadopsi kucing Sphynx? Nah, kisaran harga kucing Sphynx sendiri terbilang cukup mahal, mulai dari Rp2 jutaan untuk kitten hingga Rp25 jutaan untuk kucing dewasa menurut sejumlah sumber.
Tingginya harga kucing ini membuat Sobat Pintar harus memiliki komitmen tinggi dalam memeliharanya. Semoga informasi seputar kucing Sphynx di atas bermanfaat dan sampai jumpa pada artikel berikutnya.
Jika kamu suka dengan artikel PintarPet, jangan lupa bagikan artikel ini ke seluruh dunia dan follow juga Instagram @pintarpet untuk tahu informasi tentang Kucing terbaru lainnya!
Baca juga artikel menarik berikut:
Perhatian: Informasi ini dihimpun dari beberapa sumber. Tim PintarPet tidak bertanggung jawab atas cidera, kematian, kerusakan atau kerugian langsung maupun tidak langsung, materiil dan immateriil yang disebabkan oleh informasi yang kami berikan. Untuk informasi dan tindakan lebih lanjut, sebaiknya kamu bisa mengkonsultasikannya dengan dokter hewan terdekat.
- http://www.vetstreet.com/cats/sphynx#overview
- https://www.purina.co.uk/find-a-pet/cat-breeds/sphynx
- https://www.somerzby.com.au/blog/hairless-cats/
- https://www.thesprucepets.com/sphynx-cat-4176530
- https://www.tica.org/breeds/browse-all-breeds?view=article&id=1153:the-spynx-breed&catid=48
Tentang Penulis
Satria Aji Purwoko
Saya adalah seorang penulis yang antusias dengan hewan peliharaan seperti kucing, reptil dan hewan peliharaan lainnya.
Suka dengan tulisan saya? Hubungi saya disini.
Komentar