
Awas Tertular! Yuk Kenali Penyebab dan Cara Mengobati Scabies pada Kucing
Penulis: Satria Aji | Editor: Zaky Afdika

cara mengobati scabies pada kucing - the spruce pets
Khawatir scabies pada kucing menular ke manusia? Yuk, simak cara mengobati scabies pada kucing, penyebab, dan gejala yang ditimbulkan seperti berikut ini.
Apakah Sobat Pintar kenal dengan istilah scabies? Permasalahan kulit pada hewan yang satu ini memang lebih sering terdengar menjangkiti anjing.
Namun faktanya, penyakit scabies juga bisa menyerang hewan peliharaan lain, salah satunya kucing, lho.
Kucing scabies tentu memerlukan perawatan khusus untuk mengobati sekaligus mencegahnya terulang kembali. Hal ini pun sebenarnya bisa kamu lakukan sendiri atau dengan bantuan dokter hewan.
Lalu bagaimanakah cara mengobati scabies pada kucing? Sebelum itu simak dulu penjelasan apa itu scabies, gejala, hingga langkah penanganannya yang sudah PetPi rangkum berikut ini.
Daftar Isi
Apa Itu Scabies Kucing?

Istilah scabies secara awam dikenal sebagai kudis merupakan permasalahan kulit yang disebabkan oleh sejenis parasit berupa tungau.
Tungau ini akan menggali lapisan kulit pada kucing sehingga menyebabkan rasa gatal yang luar biasa hingga rontoknya bulu pada hewan peliharaan.
Penyebab scabies kucing salah satunya adalah tungau Sarcoptes scabies yang berukuran kecil, yakni sekitar 0,2-0,4 mm saja.
Salah satu jenis penyakit kulit pada kucing yang umum ditemui ini bisa menjangkiti lewat hewan lain yang sudah terjangkit scabies lebih dulu.
Hal inilah yang menyebabkan scabies dapat menular antarkucing, terlebih untuk kucing liar lebih berisiko terjangkit scabies dibanding kucing rumahan.
Lalu, apakah scabies pada kucing menular ke manusia? Melansir laman Pets WebMD, tungau penyebab scabies pada kucing bisa saja menular ke manusia.
Namun pada umumnya tidak akan menimbulkan gejala serius, hanya berupa ruam dan benjolan kecil mirip seperti gigitan nyamuk.
Walaupun begitu, tetap saja scabies pada kucing akan membuat peliharaan dan pemiliknya merasa sangat tidak nyaman, bukan?
Kenali Beberapa Gejala Scabies Kucing yang Perlu Diperhatikan

Masih banyak orang keliru antara scabies dan jamur pada kucing. Padahal penting untuk mengetahui perbedaan scabies dan jamur pada kucing untuk mengetahui langkah penanganan yang tepat.
Secara mudah, kedua jenis penyakit kulit pada kucing ini berbeda dari faktor penyebabnya. Di mana penyebab scabies pada kucing adalah tungau dan jamuran adalah jamur, salah satunya ringworm.
Melansir laman The Spruce Pets, berikut beberapa gejala scabies kucing yang perlu Sobat Pintar perhatikan, di antaranya:
- Kulit terasa gatal dan lebih sering menggaruk;
- Wajah tampak berminyak;
- Pembengkakan;
- Timbul kerak di sekitar wajah, leher, dan kelopak mata;
- Perubahan warna kulit kemerahan;
- Benjolan pada kulit;
- Menjilat dan grooming berlebihan;
- Bulu rontok; dan
- Kegelisahan
Informasi Lengkap Cara Mengobati Scabies pada Kucing yang Paling Ampuh

Jika kamu menemukan gejala scabies kucing, yakni timbulnya kerak dan pembengkakan di sekitar area wajah, ini berarti kamu harus segera melakukan langkah penanganan yang tepat.
Dalam hal ini paduan obat scabies kucing yang ampuh dari dokter hewan dan memperhatikan kebersihan tempat tinggal kucing yang bisa kamu lakukan sendiri jadi kunci utamanya.
Maka dari itu penting untuk mengikuti panduan cara mengobati scabies pada kucing yang telah PetPi rangkum dengan beberapa poin sebagai berikut ini.
1. Isolasi Kucing Terjangkit Scabies
Hal pertama yang bisa Sobat Pintar lakukan adalah dengan melakukan isolasi dan memisahkan kucing dengan kucing peliharaan lain dan anggota keluarga lainnya di dalam rumah.
Karena scabies menular pada hewan peliharaan lain, pastikan kamu menggunakan kandang terpisah. Pastikan juga kamu menggunakan tempat makan dan minum yang berbeda, ya.
Setelah memastikan kucing terisolasi dengan aman, selanjutnya kamu bisa melakukan konsultasi ke dokter hewan untuk mendapatkan arahan langkah penanganan yang tepat.
2. Gunakan Obat Scabies Kucing
Sebagai langkah pengobatan scabies paling awal, pada umumnya dokter akan menyarankan untuk melakukan pengobatan topikal.
Pengobatan topikal sendiri biasanya memadukan antara salep scabies kucing dan shampo antikutu yang kandungannya dapat mematikan tungau di dalam jaringan kulit.
Melansir dari laman Veterinary Practice, dua jenis pengobatan topikal pada kucing terkena scabies adalah sebagai berikut.
- Shampo khusus scabies kucing yang mengandung 2% kapur belerang (sulfur); Dapat dilakukan penerapan selama kurang lebih 6-8 minggu jika diperlukan.
- Fipronil; Salep scabies kucing yang penerapannya bisa dilakukan pada daerah yang terjangkit.
Kedua metode pengobatan scabies pada kucing ini cukup ampuh untuk mengatasi gejala ringan. Jika gejala sudah cukup parah, kucing scabies tentu memerlukan perawatan lanjutan.
3. Lakukan Suntik Scabies Kucing
Penanganan dengan melakukan suntik scabies umumnya dilakukan untuk kucing dengan gejala cukup parah dan perlu perawatan langsung dari dokter hewan.
Salah satu jenis suntik scabies kucing adalah Selamectin, di mana kucing akan diinjeksi dengan obat yang dapat diberikan selama 30 hari sekali sebanyak 3 kali aplikasi.
Harga suntik scabies kucing di dokter hewan pun cukup beragam. Di mana rata-rata dibanderol dengan kisaran Rp100.000,- hingga Rp300.000,- per aplikasinya.
Sambil melakukan suntik scabies, Sobat Pintar juga bisa memadukan dengan perawatan topikal menggunakan salep dan shampo untuk mempercepat proses kesembuhan.
4. Bersihkan Kandang dan Perlengkapan Kucing
Penyebab scabies kucing salah satu faktornya berasal dari lingkungan tempat tinggal kucing. Cara mencegah scabies kucing terulang adalah melakukan proses pembersihan secara rutin.
Kamu bisa membersihkan kandang dan perlengkapan kucing, seperti alas tidur, peralatan grooming, mainan, hingga tempat makannya dengan menggunakan sabun dan air mengalir.
Jika diperlukan, menurut The Spruce Pets kamu juga bisa menggunakan cairan pembasmi kutu dan air panas untuk membunuh tungau yang mungkin tersisa.
Selain itu kebersihan seluruh area rumah dan diri kamu sendiri dengan mencuci tangan sebelum dan setelah berinteraksi dengan kucing juga perlu diperhatikan, ya!
5. Bersihkan Alat Grooming Kucing
Selain itu juga, alat grooming juga berpotensi menjadi media penyebaran scabies antarkucing peliharaan. Baik itu yang tersedia di rumah maupun di salon perawatan hewan.
Sebagai langkah pencegahan, Sobat Pintar perlu membersihkan alat grooming di rumah dan melakukan desinfeksi terlebih dulu agar kucing terhindar dari infeksi kutu, tungau, jamur, dan parasit lainnya.
Jika kamu biasanya melakukan grooming di salon perawatan hewan, sebaiknya hindari melakukan kunjungan kembali ke tempat tersebut.
Sebaiknya pilih salon perawatan hewan yang menawarkan sanitasi yang baik dan selalu mensterilkan alat grooming terlebih dulu sebelum digunakan pada peliharaan lainnya.
6. Hindari Kerumunan Kucing dan Hewan Lain
Salah satu cara mencegah scabies kucing adalah selalu memastikan kucing peliharaan dari kerumunan kucing atau hewan liar yang berpotensi menjadi penyebab scabies.
Kucing rumahan (indoor) kebanyakan lebih jarang menderita scabies, dibanding kucing yang dibiarkan berkeliaran di luar rumah (outdoor), seperti dilansir dari laman PetCoach.
Namun terkadang, perilaku kucing untuk keluar rumah tidak bisa dihindari, misal kucing sedang mengalami birahi.
Maka dari itu penting untuk Sobat Pintar mengamankan bagian rumah, seperti pintu dan jendela untuk menghindari pergi kucing keluar rumah dan terjangkit masalah kesehatan yang tidak kamu inginkan.
7. Check Up Berkala ke Dokter Hewan
Kucing yang sudah sembuh bukan berarti mereka aman dari serangan tungau ke depannya. Penting untuk rutin melakukan pemeriksaan (check up) demi memastikan tidak ada tungau di tubuh kucing.
Cara mencegah scabies kucing lainnya yang perlu Sobat Pintar perhatikan adalah selalu memberinya asupan makanan kucing terbaik.
Pasalnya kucing yang kurang cukup mendapatkan asupan nutrisi akan memengaruhi sistem imun dan membuatnya rentang terserang penyakit, termasuk scabies.
Adapun jika kamu khawatir kucing terjangkit scabies dari lingkungan luar rumah, memastikan mereka tetap berkeliaran di dalam rumah juga jadi salah satu langkah pencegahan, lho.
Itulah dia informasi seputar penyebab, gejala, dan cara mengobati scabies pada kucing yang bisa kamu lakukan sendiri di rumah dan juga dengan bantuan dokter hewan.
Memastikan lingkungan kucing dan tempat tinggalnya dalam keadaan bersih, serta selalu menjaga asupan makanan kucing terpenuhi tentu menjadi langkah preventif paling utama.
Jika kamu suka dengan artikel PintarPet, jangan lupa bagikan artikel ini ke seluruh dunia dan follow juga Instagram @pintarpet untuk tahu informasi tentang Kucing terbaru lainnya!
Baca juga artikel menarik berikut:
Perhatian: Informasi ini dihimpun dari beberapa sumber. Tim PintarPet tidak bertanggung jawab atas cidera, kematian, kerusakan atau kerugian langsung maupun tidak langsung, materiil dan immateriil yang disebabkan oleh informasi yang kami berikan. Untuk informasi dan tindakan lebih lanjut, sebaiknya kamu bisa mengkonsultasikannya dengan dokter hewan terdekat.
Terbit: Kamis, 12 November 2020, 10:00 WIB
Update pada: Minggu, 10 Januari 2021, 10:00 WIB
- https://pets.webmd.com/cats/cat-mange-scabies#1
- https://veterinary-practice.com/article/feline-scabies-notoedric-mange
- https://www.petcoach.co/cat/condition/scabies/
- https://www.thesprucepets.com/mange-in-cats-4583792
Tentang Penulis
Satria Aji Purwoko
Saya adalah seorang penulis yang antusias dengan hewan peliharaan seperti kucing, reptil dan hewan peliharaan lainnya.
Suka dengan tulisan saya? Hubungi saya disini.
Komentar