Hari ini: Minggu, 16 Mei 2021
Kamis, 04 Maret 2021, 00:15 WIB

Penyebab dan Cara Mengatasi Kucing Susah Buang Air Besar, Langsung Lancar!

Penyebab dan Cara Mengatasi Kucing Susah Buang Air Besar, Langsung Lancar!

Kucing Susah Buang Air Besar - wag walking web

Kucingmu sedang kesulitan menjalani rutinitasnya untuk buang air besar? Jangan panik, ini beberapa penyebab dan cara mengatasi kucing susah buang air besar!

Kucingmu susah buang air besar selama berhari-hari dan kamu tidak tahu bagaimana cara mengobatinya? Khawatir kalau ternyata kucingmu ternyata menderita penyakit yang lebih parah?

Semua makhluk hidup memiliki metabolismenya masing-masing. Semua makanan dan minuman yang dikonsumsi akan diubah untuk menjadi energi yang dibutuhkan oleh tubuh.

Akan tetapi, tidak semua menjadi energi. Ada ampas yang tidak dibutuhkan dan akan dikeluarkan dari tubuh dalam bentuk feses. Nah, kalau sampai tidak bisa buang air besar, artinya bisa berbahaya untuk kesehatan.

Kucing pun seperti itu. Kalau kucingmu susah buang air besar, sebaiknya segera diketahui apa penyebabnya dan cara mengobatinya!

Gejala Kucing Susah Buang Air Besar

Gejala Kucing Susah Buang Air Besar
gejala kucing susah buang air besar - rover

Susah buang air besar bisa dialami oleh kucing di segala umur, mulai yang masih bayi hingga yang sudah dewasa.

Kamu harus mengetahui beberapa gejala yang bisa kamu perhatikan untuk mengetahui apakah kucingmu benar-benar susah buang air besar.

Hal yang paling mudah untuk diperhatikan adalah berapa lama ia tidak buang air besar. Jika sudah lebih dari dua atau tiga hari tidak buang air besar, lebih baik kamu segera memeriksakannya.

Bisa juga dengan memperhatikan ketika ia menunjukkan gelagat akan buang hajat. Jika ia telah berada di dalam litter box-nya tapi tidak mengeluarkan apa-apa, artinya ada yang bermasalah dengan kucingmu.

Sekalinya keluar, feses yang muncul keras dan kering. Tak jarang kucing akan mengeluarkan suara yang menandakan kalau iya sedang kesakitan. Kamu juga bisa mengecek anus mereka apakah ada benjolan atau nanah di sana.

Gejala lain yang perlu kamu perhatikan adalah kucing terlihat lesu, nafsu makannya berkurang, dan terkadang disertai muntah.

Penyebab Kucing Susah Buang Air Besar

Penyebab Kucing Susah Buang Air Besar
Penyebab kucing susah buang air besar - youtube image

Normalnya, kucing akan buang air besar sebanyak satu hingga tiga kali dalam sehari. Frekuensinya bergantung pada banyak hal seperti ras, usia, seberapa banyak porsi makannya, dan lain sebagainya.

Penyakit kucing susah buang air besar yang paling sering terjadi adalah sembelit. Sembelit dapat terjadi jika usus tidak bergerak secara normal dan sering disebabkan oleh stres, penyakit radang usus, hingga alergi..

Penyakit ini dapat dilihat dengan kotoran kucing yang kering dan keras. Kucing akan terlihat kesakitan ketika berusaha mengeluarkan kotorannya.

Beberapa penyebab susah buang air lainnya yang perlu kamu ketahui adalah:

  • Mengalami dehidrasi
  • Pola makan yang kurang tepat
  • Merasa tidak nyaman dengan litter box-nya
  • Keretakan pada tulang panggul
  • Ada bulu yang menghalangi anus
  • Peradangan usus besar
  • Penyumbatan usus
  • Trauma atau luka pada daerah anus
  • Kanker
  • Rectal polyps
  • Penyakit kekebalan
  • Penyakit radang usus (inflammatory bowel disease)
  • Parasit
  • Reaksi terhadap pengobatan
  • Alergi
  • Penyakit prostat
  • Perineal hernia
  • Infeksi kantung anus
  • Megacolon atau hilangnya tonus otot secara bertahap di usus besar

Cara Mengatasi Kucing Susah Buang Air Besar

Cara Mengatasi Kucing Susah Buang Air Besar
cara mengatasi kucing susah buang air besar - the spruce pets

Jika kucing susah buang air besar, apa yang sebaiknya kita lakukan? Tergantung dari seberapa parah kucingmu kesulitan untuk mengeluarkan kotorannya.

Kalau kucingmu masih mengeluarkan kotoran setiap hari meskipun sedikit kesusahan, perawatan di rumah sudah cukup. Ada beberapa hal yang bisa kamu lakukan.

Follow Instagram @PintarPet untuk lebih tahu tentang Kucing lainnya!
>> FOLLOW DISINI

1. Meningkatkan Konsumsi Airnya

Susah buang air besar dapat diatasi dengan memastikan kalau ia tidak kekurangan cairan tubuh. Siapkan wadah atau mangkuk berisikan air di berbagai tempat agar ia mudah untuk minum lebih banyak.

Gunakan wadah yang lebar karena kucing tidak merasa nyaman jika kumisnya menyentuh sisi wadah. Sebagian kucing lebih menyukai wadah yang terbuat dari keramik atau logam dibandingkan wadah dari plastik.

Terkadang kucing juga suka meminum air yang mengalir, sehingga kamu bisa menyalakan keran untuk memancing minatnya. Selain memberi air, kamu juga bisa memanfaatkan makanan basah untuk meningkatkan asupan air untuk kucingmu.

2. Lebih Banyak Beraktivitas

Mengajak kucing untuk lebih banyak beraktivitas bisa memberikan dampak positif untuk membuat seluruh tubuhnya bergerak, termasuk ususnya.

Coba cari permainan yang bisa dimainkan bersama atau setidaknya temukan mainan yang akan menarik perhatiannya. Kalau kucingmu terlihat lesu dan sama sekali tidak ingin bermain, ini bisa menjadi pertanda kalau ia menderita penyakit yang lebih serius.

Banyak beraktivitas juga bisa mencegah kucing mengalami obesitas yang dapat menyebabkan radang usus dan membuat usus menjadi lebih lambat dalam mencerna makanan.

3. Mengubah Pola Makannya

Mengubah pola makannya bisa dilakukan untuk membantu kucing mengatasi masalah buang air besarnya. Kalau biasanya kamu hanya memberikan makanan kering, coba beri makanan basah untuk memancing nafsu makannya.

Pilih makanan yang mengandung kadar serat yang tinggi. Serat dapat membantu melancarkan sistem pencernaan kucing. Tapi jangan sampai berlebihan juga.

Beri sedikit pencahar untuk membantu kucing mengeluarkan feses dari sistem pencernaannya. Hanya saja, sebaiknya pemberian obat pencahar dilakukan berdasarkan resep dokter.

4. Minimalisir Stres dan Kecemasan

Percaya atau tidak, susah buang air bisa disebabkan oleh stres dan kecemasan yang berlebihan. Untuk itu, kamu harus bisa meminimalisir kedua hal tersebut dari kucingmu.

Cari tahu apa yang bisa membuat kucingmu merasa demikian. Untuk kucing yang baru diadopsi, mereka akan butuh waktu untuk beradaptasi dan terbiasa dengan lingkungan barunya.

5. Memeriksakannya ke Dokter Hewan

Kalau kucing sama sekali tidak mengeluarkan feses selama lebih dari dua hari, sebaiknya kamu segera memeriksakannya ke dokter hewan. Seperti yang sudah disebutkan di atas, ada banyak penyakit berbahaya yang bisa menjadi penyebab susah buang air besar.

Kamu akan mendapatkan obat buat kucing susah buang air besar dari dokter. Kemungkinan dokter akan memberikan obat pencahar, antibiotik, hingga obat anti-inflamasi.

Untuk kasus yang parah, kemungkinan dokter hewan akan menyarankan kucing untuk melakukan rawat inap dan berusaha mengeluarkan kotoran yang tertumpuk di dalam usus.

Itulah tadi beberapa informasi menarik seputar gejala, penyebab, dan cara mengatasi kucing susah buang air besar.

Meskipun kadang kondisi ini bisa sembuh sendiri seiring berjalannya waktu, kamu harus tetap waspada dan sebaiknya tetap memeriksakannya ke dokter hewan terdekat.

Tentu Sobat Pintar tidak ingin kucingnya mengalami kejadian yang tidak diinginkan, bukan?

Jika kamu suka dengan artikel PintarPet, jangan lupa bagikan artikel ini ke seluruh dunia dan follow juga Instagram @pintarpet untuk tahu informasi tentang Kucing terbaru lainnya!

Perhatian: Informasi ini dihimpun dari beberapa sumber. Tim PintarPet tidak bertanggung jawab atas cidera, kematian, kerusakan atau kerugian langsung maupun tidak langsung, materiil dan immateriil yang disebabkan oleh informasi yang kami berikan. Untuk informasi dan tindakan lebih lanjut, sebaiknya kamu bisa mengkonsultasikannya dengan dokter hewan terdekat.

Referensi Tulisan [ Tampilkan ]
  • https://wagwalking.com/cat/condition/difficult-defecation
  • https://www.petmd.com/cat/care/8-ways-help-your-constipated-cat
  • https://www.purina.co.uk/cats/health-and-nutrition/symptoms-to-watch-out-for/cat-constipation
Share

Tentang Penulis

Saya adalah seorang penulis yang antusias dengan hewan peliharaan seperti kucing, reptil dan hewan peliharaan lainnya.

Suka dengan tulisan saya? Hubungi saya disini.

Komentar