Hari ini: Selasa, 05 Maret 2024
Selasa, 14 Februari 2023, 17:00 WIB

Mengenal Ciri-Ciri Komodo Beserta Fakta dan Tips Melihatnya

Mengenal Ciri-Ciri Komodo Beserta Fakta dan Tips Melihatnya

ciri-ciri komodo - telegraph

Komodo dikenal sebagai hewan karnivora yang ganas sehingga banyak yang takut dengannya. Penasaran dengan komodo? yuk kenali kadal raksasa ini lebih lanjut.

Keanekaragaman satwa di tanah air selalu berhasil membuat mata Sobat Pintar terbelalak. Mulai dari hewan mungil yang lucu, satwa melata yang ganas sampai kadal terbesar yang hanya hidup di Pulau Komodo.

Secara visual, ciri-ciri komodo yang paling menonjol adalah fisiknya yang besar dan menakutkan. Hewan ini bahkan berada dalam puncak rantai makanan di habitatnya. Meski demikian, masih banyak manusia yang tertarik untuk melihat satwa liar ini dari dekat.

Apakah komodo termasuk jenis satwa yang dapat dipelihara? Temukan berbagai fakta menarik mengenai kadal besar ini dengan membaca artikel dari PetPi berikut ini.

Follow Instagram @PintarPet untuk lebih tahu tentang Reptil lainnya!
>> FOLLOW DISINI

Ciri Ciri Komodo yang Jarang Diketahui

Keunikan Komodo
keunikan komodo - indoyachts

Komodo merupakan spesies kadal terbesar di dunia yang beratnya bisa mencapai 150 kilogram. Panjang rata-rata satwa ini 2-3 meter. Tubuhnya yang besar mungkin mengingatkanmu dengan buaya.

Uniknya lagi, kadal terbesar ini juga seringkali disebut sebagai buaya darat padahal tidak ada hubungan kekeluargaan di antara keduanya. Mau tahu info lebih banyak tentang ciri khas perilaku komodo? yuk tengok selengkapnya di bawah ini:

1. Ciri Khas Fisik

Komodo merupakan reptil terbesar yang sangat kuat. Hewan ini tidak hanya menggunakan gigi untuk mencengkram mangsa tapi juga ekor untuk berkelahi. Ciri fisik pada hewan ini untuk yang sudah dewasa yaitu memiliki gigi tajam sepanjang 2,5 centimeter sebanyak 60 gigi.

Coba bayangkan jika kamu terjebak dengan sekawanan komodo di suatu tempat? Membedakan komodo jantan dewasa dan betina cukup mudah. Ukuran komodo jantan biasanya lebih besar dari komodo betina.

2. Kulit Komodo

Warna kulit komodo betina dominan hijau kecoklatan dengan bercak berwarna kuning sementara komodo jantan warna kulitnya cenderung abu gelap atau merah batu bata.

Lain lagi dengan komodo muda yang warna kulitnya lebih bervariasi. Ada pun warna kulit komodo muda umumnya adalah hijau, kuning dan putih dengan corak berwarna hitam.

3. Fungsi Panca Indera

Sebagaimana hewan pada umumnya, komodo juga memiliki panca indera untuk menopang kehidupannya. Hebatnya, kemampuan melihat hewan ini di siang hari dapat mencapai 300 meter namun kemampuan tersebut akan menurun saat malam.

Komodo juga dapat membedakan warna. Yang masih diperdebatkan hingga kini adalah fungsi pendengaran komodo. Hewan ini diyakini tidak mampu mendengar meskipun mempunyai lubang telinga.

4. Lidah untuk Mencium Mangsa

Komodo Sedang Menerkam Mangsa
komodo sedang menerkam mangsa - a-z-animals

Alih-alih menggunakan hidungnya untuk mencium aroma mangsa, komodo lebih mahir menggunakan lidahnya. Lidah komodo memiliki kemampuan untuk menangkap partikel bau yang ada di udara.

Sedangkan, hidung komodo berfungsi sebagai organ pernapasan saja. Kebiasaan komodo yang menggerakkan kepala ke kiri dan kanan juga bantuan angin sepoi-sepoi, komodo dapat mendeteksi mangsa meskipun berjarak 4-9.5 kilometer.

Banyak sekali hal menarik yang bisa Sobat Pintar petik saat mempelajari hewan ini. Sebagai satwa liar, komodo ternyata tidak hanya menunjukkan karakteristik fisik yang unik tapi juga perilaku tak biasa.

5. Merupakan Binatang Penyendiri

Bukan manusia saja yang memiliki sifat introvert, komodo pun mempunyai nya. Satwa ini lebih senang menyendiri terutama di siang hari ketika udara sangat panas.

Waktu berkumpul atau sosialisasi yang dilakukan oleh komodo hanya pada saat kawin dan makan. Selebihnya, satwa ini lebih suka beraktivitas tanpa kelompoknya.

6. Kecepatan Berlari

Komodo termasuk satwa liar yang paling ditakuti karena memiliki kecepatan lari hingga 20 km/jam. Namun, kemampuannya tersebut hanya bertahan dalam jangka waktu yang pendek.

Hebatnya lagi, kadal raksasa ini juga memiliki kemampuan memanjat pohon yang baik. Komodo memanjat pohon menggunakan cakarnya yang tajam dan kuat.

7. Kemampuan Berenang

Komodo Adalah Perenang Yang Handal
komodo adalah perenang yang handal - australiangeographic

Tak hanya hebat berlari, ciri-ciri komodo dragon berikutnya adalah ia juga mampu berenang dan pandai menyelam bahkan hingga kedalaman 4.5 meter.

Nah, Kemampuan berenangnya terkadang dimanfaatkannya untuk mendinginkan tubuh terutama di musim panas saat cuaca sedang terik-teriknya.

8. Air Liurnya mengandung Bisa

Komodo merupakan hewan karnivora yang terbiasa memakan daging bangkai. Gigi dan cakarnya yang tajam memang menakutkan tapi komodo juga memiliki senjata ampuh lainnya untuk melumpuhkan mangsa hidup.

Benar sekali, air liur komodo mengandung bisa. Racun tersebut berasal dari bakteri Pasteurella multocida. Gigitan komodo memang tidak langsung mematikan namun membuat mangsa lemas sehingga tidak dapat melarikan diri.

9. Metabolisme yang Lamban

Komodo memiliki kebiasaan menyantap mangsa dengan membuka rahangnya. Tahukah kamu jika hewan ini memerlukan waktu selama 15-20 menit untuk menelan satu ekor kambing.

Reaksi lamban komodo juga terlihat dari sistem metabolismenya yang lamban. Hewan ini besar hanya perlu makan satu kali dalam jangka waktu sebulan. Sisa-sisa makanan seperti rambut, tanduk dan gigi akan dimuntahkannya bersamaan air liur.

Fakta Menarik mengenai Komodo

Komodo Berjalan Di Sekitar Pantai
komodo berjalan di sekitar pantai - cntraveler

Sobat Pintar, bukankah pembahasan mengenai komodo sangatlah menarik? Mau tahu informasi lebih banyak? Yuk simak berikut ini:

1. Komodo Suka Bermain

Visual komodo memang tidak bersahabat tapi siapa yang mengira jika satwa liar ini ternyata sangat senang bermain. Teman bermainnya tentu saja benda mati bukan hewan lain atau bahkan manusia.

Saat diberikan sepatu atau sekop untuk bermain, komodo tampak memberikan respon. Menariknya, respon tersebut tidak berhubungan dengan agresi untuk memangsa.

2. Tak Perlu Kawin untuk Berkembang Biak

Hewan lain perlu kawin sebagai proses alamiah berkembang biak tapi tidak dengan komodo. Betinanya dapat bereproduksi secara aseksual sehingga tanpa pejantan pun masih bisa bertelur.

Proses pembuahan tanpa pejantan tersebut dikenal sebagai parthenogenesis. Meskipun tak biasa, hal tersebut bisa membuat pemerintah sedikit lega. Karena jumlah komodo terus menerus mengalami penurunan.

3. Sejarah Komodo

Ada satu teori yang menyebutkan jika komodo berasal dari Australia atau Asia. Proses migrasi adalah alasan paling kuat melatarbelakangi teori tersebut. Dari hasil penelitian PLOS One tahun 2009 menyebutkan jika komodo Australia lama punah.

Kepunahan komodo di Australia bukan terjadi baru-baru ini melainkan 50.000 tahun lalu. Di tanah air, hewan ini dapat kamu jumpai di Pulau Komodo, Pulau Gili Motang, Pulau Rinca juga bagian barat dan utara Flores.

Tips Aman Bertemu Komodo di Taman Nasional Komodo

Perkelahian Antar Komodo Jantan Dewasa
perkelahian antar komodo jantan dewasa - indoyachts

Melihat komodo secara langsung mungkin menjadi salah satu tujuan hidup yang belum dapat kamu realisasikan. Tapi jika suatu hari terlaksana, lakukan beberapa tips aman berjumpa hewan buas tersebut di bawah ini.

1. Manfaatkan Jasa Pemandu (Ranger)

Memasuki area baru akan lebih aman dan menyenangkan jika ditemani oleh pemandu wisata. Berhubung area yang akan Sobat Pintar kunjungi adalah TN Komodo maka manfaatkanlah keberadaan ranger atau polisi hutan.

Hindari melihat binatang ini tanpa ditemani. Karena hewan ini masih termasuk hewan karnivora yang ganas dan dapat menyerang manusia saat merasa terganggu.

2. Tidak Membuat Gerakan yang Mendadak

Komodo sebenarnya memiliki ciri khas perilaku yang sama seperti kucing yakni suka bermalas-malasan. Meski demikian, jangan sampai kamu usil dan mengganggunya karena komodo yang merasa terusik bisa mengejarmu.

Selain bersikap usil, kamu juga dilarang untuk membuat gerakan mendadak. Gerakan tiba-tiba akan membuat hewan ini waspada.

3. Lari ZigZag

Komodo memang mahir berlari tapi gaya larinya hanya lurus ke depan. Saat kamu dikejar oleh komodo pastikan untuk berlari secara zigzag. Kamu juga bisa mencari tempat tinggi untuk berlindung.

Tapi pastikan jangan memanjat pohon karena beberapa komodo remaja cukup senang memanjat dan bermalas-malasan di atas pohon.

Sobat Pintar, itulah akhir dari informasi singkat mengenai kadal terbesar di Indonesia yakni komodo. Satwa ini termasuk hewan yang dilindungi dan hanya bisa kamu jangkau di pulau-pulau tertentu saja.

Kalau kamu ingin melakukan wisata alam yang mendebarkan maka kunjungilah habitat hewan ini di Indonesia. Pengalaman melihat komodo secara langsung tak akan pernah terlupakan, loh!

Jika kamu suka dengan artikel PintarPet, jangan lupa bagikan artikel ini ke seluruh dunia dan follow juga Instagram @pintarpet untuk tahu informasi tentang Reptil terbaru lainnya!

Baca juga artikel menarik berikut:

Perhatian: Informasi ini dihimpun dari beberapa sumber. Tim PintarPet tidak bertanggung jawab atas cidera, kematian, kerusakan atau kerugian langsung maupun tidak langsung, materiil dan immateriil yang disebabkan oleh informasi yang kami berikan. Untuk informasi dan tindakan lebih lanjut, sebaiknya kamu bisa mengkonsultasikannya dengan dokter hewan terdekat.

Referensi Tulisan [ Tampilkan ]
  • http://p2k.unkris.ac.id/id3/3065-2962/Komodo_28662_p2k-unkris.html
  • https://id.wikipedia.org/wiki/Komodo
  • https://travel.kompas.com/read/2017/05/04/215500427/jangan.takut.bertemu.komodo.ini.tips.aman.berkunjung.ke.tn.komodo?page=all
  • https://www.detik.com/edu/detikpedia/d-5653659/5-fakta-komodo-hewan-khas-yang-ada-di-negara-indonesia
  • https://www.kompas.com/sains/read/2022/10/18/201131823/8-fakta-komodo-spesies-kadal-terbesar-di-bumi-yang-terancam-punah?page=all
Share

Tentang Penulis

Saya adalah alumni dokter hewan FKH Universitas Airlangga 2023 yang antusias dengan hewan peliharaan seperti kucing, hamster dan juga hewan peliharaan lainnya.

Suka dengan tulisan saya? Hubungi saya disini.

Komentar