Hari ini: Selasa, 05 Maret 2024
Jumat, 07 Juli 2023, 16:30 WIB

Fungsi Cangkang Kura Kura, Struktur dan Cara Membersihkannya

Fungsi Cangkang Kura Kura, Struktur dan Cara Membersihkannya

Pengaruh kebersihan cangkang kura-kura pada kesehatannya (Gambar: @u_sz6p7cf18o/Pixabay)

Tahukah kamu bahwa cangkang kura-kura berpengaruh penting pada kesehatannya loh. Kira-kira apa ya fungsinya? Yuk cari tahu informasi lengkapnya berikut ini.

Sobat Pintar, seperti yang kamu tahu bahwa cangkang menjadi ciri unik dari kura-kura. Reptil yang sudah ada di bumi sejak 260 juta tahun lalu ini membuat banyak orang terpukau dengan cangkangnya.

Struktur keras yang menutupi hampir seluruh tubuh kura-kura ini rupanya tidak hanya berfungsi sebagai rumahnya saja loh. Sehingga, perawatan dan cara membersihkannya juga tidak boleh asal.

Lantas, apa sebenarnya fungsi cangkang kura kura? Apa Sobat Pintar penasaran? Maka dari itu, yuk mari kita belajar bersama-sama mengenai struktur, fungsi, dan cara membersihkan cangkang kura-kura yang benar di bawah ini.

Follow Instagram @PintarPet untuk lebih tahu tentang Reptil lainnya!
>> FOLLOW DISINI

Struktur Cangkang Kura Kura

Struktur Tempurung Kura Kura
struktur tempurung kura kura (Gambar: @sulier/Pixabay)

Cangkang atau disebut juga tempurung pada kura-kura merupakan struktur yang unik. Tempurung kura-kura tidak bisa dapat dilepas dan ditinggalkan, berbeda dengan cangkang pada hewan lain seperti siput dan hewan bercangkang lainnya.

Cangkang kura-kura tersusun atas tulang dan merupakan bagian dari tulang belakangnya. Sehingga, cangkang merupakan bagian dari tubuhnya sebagaimana rangka tubuh bagi hewan lain. Inilah mengapa cangkang akan ikut tumbuh saat kura-kura bertambah besar.

Melansir dari Mongabay, spesies kura-kura berevolusi dengan sumsum tulang belakang yang memiliki bentuk aneh. Hal ini masih terus menjadi pertanyaan bagi para ilmuwan.

Cangkang kura kura terdiri atas dua bagian, yaitu bagian atas (karapas) dan bagian bawah (plastron). Kedua bagian tersebut menyatu pada setiap sisi. Struktur tulang yang menyatukan kedua bagian cangkang disebut bridges.

Saat kura-kura baru menetas, cangkangnya memiliki tekstur yang cukup lunak. Kemudian cangkang akan mengalami mengeras setelah beberapa hari atau minggu.

Cangkang tersusun atas tulang keras, tulang rawan, dan jaringan hidup sehingga masih peka terhadap sentuhan.

Agar lebih memahaminya, berikut adalah susunan tulang masing-masing bagian cangkang kura-kura:

Karapas

Karapas (carapace) adalah cangkang pada bagian dorsal atau punggung kura-kura. Cangkang berbentuk cembung ini terdiri atas tulang rusuk yang mengalami osifikasi (pengerasan) dan menyatu dengan tulang dermal.

Pembentukan cangkang keras pada kura-kura darat ataupun air terjadi akibat penyatuan tulang belakang dan tulang rusuk yang memanjang melalui osifikasi pada lempeng dermal di bawah kulit.

Bagian luar kulit cangkang dilapisi dengan lempengan-lempengan bertanduk yang terbuat dari keratin dan disebut sebagai scutes. Lempengan ini berfungsi untuk melindungi cangkang dari goresan dan gesekan.

Plastron

Plastron atau cangkang pada bagian bawah atau ventral (bagian perut) memiliki bentuk hampir datar. Cangkang dorsal terdiri dari sembilan tulang dan dua epiplastra pada sisi depan yang homolog dengan clavicle pada tetrapoda (hewan vertebrata berkaki empat) lain.

Sementara itu, tulang-tulang yang terdapat pada plastron homolog pada gastralian itu berbeda bila dibandingkan dengan tetrapoda jenis lainnya.

Fungsi Cangkang Kura Kura

Fungsi Tempurung Kura Kura
fungsi tempurung kura kura (Gambar: @u_sz6p7cf18o/Pixabay)

Cangkang kura-kura berfungsi untuk memberikan perlindungan dari berbagai bahaya. Fungsi utamanya adalah sebagai pelindung dari pemangsa.

Perlindungan unik yang menyerupai "baju zirah" ini mengkompensasi kecepatan berjalan dari si kura-kura sehingga menjadi lambat. Hal ini diakibatkan karena kakinya yang pendek.

Menariknya, kura-kura mampu melakukan regenerasi atau pembaruan tulang dan jaringan keratin pada tempurung jika mengalami kerusakan. Bagian yang rusak akan digantikan oleh lapisan epidermis di bawah tulang yang mati.

Proses regenerasi ini memungkinkan sepertiga dari tempurung kura-kura dapat terganti secara alami selama satu hingga dua tahun tergantung kondisinya.

Namun, rupanya tempurung tidak hanya menjadi pelindung bagi kura-kura. Pasalnya, sebagai bagian tubuh, cangkang juga mengalami evolusi dan termodifikasi menyesuaikan kebutuhan tertentu.

Menurut buku Fossorial Origin of the Turtle Shell karya Tyler Lyson, tempurung kura-kura lebih sering digunakan untuk membantu proses penggalian pasir atau tanah dan juga untuk melarikan diri dari situasi genting.

Peneliti menduga jika pemanfaatan tersebut menjadi sebab mengapa saat ini kebanyakan kura-kura memiliki tempurung yang lebih tinggi dan berbentuk kubah.

Meski begitu, ada pula kura-kura dengan tempurung yang lebih ramping, misalnya kura-kura yang hidup pada perairan. Biasanya tempurung kura-kura akuatik juga lebih ringan dan fleksibel agar memudahkannya berakselerasi.

Ada juga jenis kura-kura yang memiliki tempurung dengan fungsi kamuflase supaya tidak terlihat oleh pemangsa.

Isi Tempurung Kura-kura

Isi Cangkang Kura Kura
isi cangkang kura kura (Gambar: @silverstylus/Pixabay)

Tempurung atau cangkang menutupi hampir semua bagian tubuh kura-kura, kecuali kepala dan kaki. Lantas, apa isi cangkang?

Banyak orang yang mengira bahwa isi tempurung kura-kura terdiri dari kumpulan daging dan lemak yang membuatnya bergerak lambat.

Namun, dugaan tersebut tidak tepat. Bagian tubuh kura-kura di dalam cangkang tersusun atas organ-organ tubuh vital. Organ-organ tersebut tersusun dengan rapi dan terlindungi.

Cangkang memberikan perlindungan utama bagi kura-kura. Selain itu, alat pertahanan ini sifatnya permanen atau seumur hidup karena cangkang ikut tumbuh.

Akan tetapi, terjadinya kerusakan pada cangkang dapat berisiko fatal bagi kura-kura. Saat cangkang mengalami retak atau rusak, kura-kura menjadi rentan terhadap infeksi.

Apalagi mengingat cangkang merupakan bagian yang menjadi daya tarik utama kura-kura. Pasalnya, cangkang atau tempurung memiliki warna dan corak yang bervariasi tergantung jenis kura-kura.

Cara Membersihkan Cangkang Kura Kura

Cangkang Kura Kura Harus Sering Dibersihkan
cangkang kura kura harus sering dibersihkan (Gambar: @u_sz6p7cf18o/Pixabay)

Setelah kamu mengetahui semua penjelasan terkait tempurung kura kura di atas, supaya hewan peliharaan lucu yang satu ini tetap sehat dan cantik, kamu perlu membersihkan tempurungnya dengan benar. Berikut adalah caranya:

  • Siapkan wadah berisi air hangat. Pastikan suhu air tidak terlalu dingin maupun panas. Suhu yang baik sekitar 20-28o C
  • Selanjutnya, masukkan kura-kura ke secara perlahan. Sebaiknya kamu memegang kura-kura pada bagian perut dengan satu tangan selama memandikan
  • Bersihkan cangkang bagian atas menggunakan sikat berbulu lembut. Pastikan kamu menggerakkan sikat dengan perlahan tanpa memberi tekanan. Hal ini karena cangkang kura kura sensitif terhadap sentuhan seperti kulit bagi hewan lain
  • Bilas tempurung menggunakan air untuk menghilangkan kotoran maupun lumut yang masih tersisa
  • Setelah menyikat cangkang atas secara menyeluruh, lanjutkan dengan membersihkan cangkang bawah. Caranya ialah dengan memiringkan kura-kura dengan sudut 45 derajat dengan kepala mengarah ke atas
  • Hindari membalik tubuh kura-kura secara langsung karena dapat menyebabkan ia merasa stress
  • Lanjutkan dengan menyikat cangkang bawah dengan lembut dan menyeluruh
  • Setelah semua bagian cangkang bersih, periksa bagian kaki kura-kura dan celah antara cangkang dengan ekor, kepala, dan kaki. Bersihkan bagian tersebut dengan menyikat lembut
  • Terakhir, setelah membilas dan memastikan semua bagian bersih, letakkan kura-kura pada tempat semula.

Bagaimana mudah, bukan? Tidak hanya kebersihannya saja yang perlu diperhatikan, tetapi kamu juga perlu tahu cara merawatnya seperti berikut ini.

Tips Merawat Cangkang Kura Kura

Sama seperti satwa lainnya, kura-kura juga perlu perawatan yang tepat agar dapat hidup panjang. Yuk simak penjelasan tentang cara perawatan reptil lucu ini yang telah PetPi rangkum di bawah ini:

1. Memandikan setiap Hari

Kura-kura perlu sering dibersihkan supaya bersih dan bebas dari kotoran maupun lumut dan mikroorganisme. Sebaiknya kamu memandikan kura-kura secara rutin. Bisa setiap hari atau setidaknya setiap 3 hari sekali.

2. Hindari Memandikan dengan Air Dingin

Memandikan kura-kura dengan air dingin dapat memicu penyakit paru-paru yang nantinya dapat berakibat fatal sehingga menyebabkan kura-kura cepat mati. Hal ini juga berlaku untuk kura-kura akuatik seperti dalam cara membersihkan cangkang kura-kura Brazil.

3. Menggosok Cangkang dengan Sikat Gigi

Untuk membersihkan cangkang dari kotoran, kamu bisa menggosoknya menggunakan sikat gigi. Setelah menyikat secara menyeluruh, bilas tubuh kura-kura sampai bersih.

4. Merendam dengan Air Hangat

Berendam dalam air hangat dapat membuat kura-kura merasa nyaman. Selain membersihkan cangkang, kamu bisa merendam kura-kura secara rutin dalam air dengan suhu hangat-hangat kuku.

5. Menjemur di Bawah Sinar Matahari

Setelah memandikan, kamu bisa menjemur kura-kura di bawah sinar matahari. Perawatan menjemur juga sebaiknya dilakukan secara rutin.

Sinar matahari memiliki manfaat penting bagi kesehatan kura-kura karena berperan dalam pembentukan vitamin D yang penting bagi pertumbuhan.

Waktu yang baik untuk menjemur kura-kura adalah sebelum jam 9 pagi dengan lama sekitar 20 sampai 30 menit.

Sobat Pintar, itulah dia hal-hal yang perlu kamu ketahui mengenai cangkang kura kura dan cara lengkap membersihkan dan merawatnya dengan benar.

Maka dari itu, supaya kura-kura peliharaan tetap sehat dan berumur panjang, selain memperhatikan kebersihan tubuhnya, kamu juga perlu memastikan kebersihan kandangnya ya!

Jika kamu suka dengan artikel PintarPet, jangan lupa bagikan artikel ini ke seluruh dunia dan follow juga Instagram @pintarpet untuk tahu informasi tentang Reptil terbaru lainnya!

Baca juga artikel menarik berikut:

Perhatian: Informasi ini dihimpun dari beberapa sumber. Tim PintarPet tidak bertanggung jawab atas cidera, kematian, kerusakan atau kerugian langsung maupun tidak langsung, materiil dan immateriil yang disebabkan oleh informasi yang kami berikan. Untuk informasi dan tindakan lebih lanjut, sebaiknya kamu bisa mengkonsultasikannya dengan dokter hewan terdekat.

Referensi Tulisan [ Tampilkan ]
  • https://blog.kuranesia.com/agar-tempurung-kura-kura-bersih-dan-bebas-lumut/
  • https://kumparan.com/berita-hari-ini/kegunaan-cangkang-bagi-kura-kura-dan-isi-di-dalamnya-1yi5addZx1Z/4
  • https://www.chattnaturecenter.org/blog/a-turtles-shell-is-more-than-its-home/
  • https://www.kompas.com/sains/read/2022/08/14/120500723/apa-fungsi-tempurung-kura-kura-?page=all
  • https://www.mongabay.co.id/2015/06/13/apa-yang-ada-dibalik-tempurung-kura-kura-ternyata-tak-seperti-yang-diduga/

Tentang Penulis

Saya adalah lulusan Sarjana Ilmu Komputer (S.Kom.) Binus University 2013 yang antusias dengan hewan peliharaan seperti kucing, ikan dan juga hewan peliharaan lainnya.

Ingin bekerja sama dengan PintarPet? Hubungi saya disini.

Komentar