Hari ini: Sabtu, 08 Mei 2021
Rabu, 16 September 2020, 10:00 WIB

Patut Waspada! Kenali Penyebab Kura-Kura Mati Lebih Cepat dari Perkiraan Umurnya

Patut Waspada! Kenali Penyebab Kura-Kura Mati Lebih Cepat dari Perkiraan Umurnya

Berharap punya umur panjang, tapi bagaimana kalau kura-kura mati mendadak? Makanya,  kenali penyebab kura-kura mati beserta dengan ciri-cirinya berikut ini.

Kura-kura menjadi reptil peliharaan yang jinak dan banyak diminati saat ini. Banyak di antara Sobat PetPi memilih kura-kura karena umurnya panjang, kan?

Melansir laman PetMD.com, Dr. Mark Mitchell, peneliti dan profesor kedokteran hewan di Universitas Illinois mengatakan kalau rata-rata angka harapan hidup kura-kura di alam liar sangatlah beragam.

Seperti jenis kura-kura sideneck Afrika dan kura-kura map punya rata-rata umur 25 tahun. Sementara jenis kura-kura darat bahkan punya umur lebih dari 100 tahun, dengan rata-rata 40-50 tahun, lho.

Namun sayangnya pada beberapa jenis kura-kura peliharaan, angka harapan hidupnya cenderung sangat singkat. Yakni berkisar 4-6 tahun saja dikarenakan metode perawatan yang tidak tepat.

Tentu sebagai pemilik kura-kura kamu tidak menginginkan kejadian ini terjadi pada peliharaanmu, kan?

Maka dari itu, pada artikel kali ini PetPi bakal mengulas sejumlah penyebab kura-kura mati lebih cepat yang wajib kamu perhatikan dan waspadai saat memeliharanya.

Ciri-Ciri Kura-Kura Peliharaan Mati dan Cara Mudah Mengenalinya

Penyebab Kura Kura Mati Mendadak

Sebagai hewan peliharaan yang cenderung memiliki perilaku pasif, kura-kura mungkin bakal membuat majikannya panik karena susah membedakannya saat dia tidur, sakit, atau tengah brumasi.

Sobat PetPi mungkin asing dengan istilah brumasi, kan? Brumasi secara mudah dapat diartikan sama seperti hibernasi pada hewan mamalia.

Bedanya brumasi dilakukan oleh hewan berdarah dingin pada bangsa reptil, seperti kura-kura atau buaya yang dilakukan dengan mengurangi aktivitasnya selama musim dingin.

Untuk mengetahui apakah peliharaanmu mati atau tidak, sebenarnya ada beberapa ciri-ciri kura-kura mati yang bisa kamu perhatikan dan periksa, lho. Apa sajakah itu? Berikut beberapa di antaranya!

  • Kura-kura mati tidak akan membalas rangsangan yang kamu berikan padanya. Di sini kamu cukup menyentuhnya dengan lembut dan perhatikan respon, seperti menggerakkan kaki, menutup cangkang, atau mendesis akibat adanya gangguan.
  • Timbul bau yang tidak sedap dan berasal dari tubuh kura-kura. Hal ini sama seperti mahluk hidup lain yang mati, di mana mikroorganisme mulai menggerogoti organ dalamnya.
  • Aktivitas pembusukan oleh mikroorganisme juga menimbulkan gas dalam tubuh kura-kura yang membuatnya akan terapung saat diletakkan di air. Yang mana pada kura-kura hidup, umumnya dia akan menenggelamkan diri.
  • Perhatikan gerakan kembang kempis pada bagian sela antara kepala dan kaki saat kura-kura bernapas. Kamu juga bisa meletakkan sehelai bulu di depan hidungnya untuk mengecek apakah dia masih bernapas atau tidak.
  • Melakukan pemeriksaan ke dokter hewan untuk mengecek kondisi kesehatannya. Karena pada beberapa kasus kemungkinan kura-kura sedang dalam keadaan sakit sehingga membutuhkan perawatan khusus.

Apa Saja yang Menjadi Penyebab Kura-Kura Mati Lebih Cepat?

Penyebab Kura Kura Mati

Mulai dari habitat hidup, makanan, penyakit, hingga cara kamu merawatnya bisa menjadi salah satu penyebab kura-kura mati lebih cepat.

Terlebih untuk para pemula, umumnya juga kurang memerhatikan beberapa faktor yang sudah PetPi rangkum pada poin-poin seperti berikut ini.

1. Kondisi Tangki Terlalu Kecil

Jenis kura-kura aquatik dan semi-aquatik, umumnya dipelihara pada tangki air atau akuarium. Kondisi akuarium yang berukuran kecil, terkadang juga bisa memengaruhi kondisi kesehatannya, lho.

Jika kamu memiliki kura-kura berukuran kurang lebih 5 inci atau sekitar 12 cm, kamu setidaknya harus memiliki akuraium ideal berukuran 55 galon atau dengan dimensi 122 x 33 x 53 cm.

Jangan lupa juga untuk meletakkan akuarium ini di tempat yang nyaman. Misal pada ruangan dengan pencahayaan cukup, minim kebisingan, dan tidak mudah dijangkau predator atau hewan lainnya.

2. Tidak Menggunakan Filter Air dan Sumber Cahaya yang Cukup

Selain itu akuarium yang tidak menyediakan filter air dan sumber cahaya yang cukup juga membuat kura-kura mudah terkena penyakit.

Pertama, tentu kondisi air yang kotor karena tercemar amonia hasil kotoran kura-kura. Kedua, kondisi cahaya dan panas yang dibutuhkan untuk tumbuh kembang kura-kura tidak diperoleh dengan baik.

Untuk mencegah penyebab kura-kura mati ini, kamu bisa menambahkan filter guna menjaga sirkulasi air di dalam akuarium dan menjaganya tetap bersih. Jangan lupa juga untuk mengganti air secara rutin.

Karena kamu meletakkan akuarium di dalam ruangan, maka kamu bisa juga memberikan sumber cahaya artifisial yang harus mengandung tiga komponen, seperti:

  • Sumber cahaya sebagai panas yang menjaga suhu berkisar 21-32 derajat Celcius;
  • UV-A untuk membantu metabolisme, proses berkembang biak, dan mengatur suasana hati kura-kura; dan
  • UV-B untuk produksi vitamin D yang membantu penyerapan kalsum dari saluran pencernaan.

3. Terlalu Banyak atau Sedikit Memberikan Air

Kebanyakan pemelihara kura-kura pemula kurang jeli dalam memberikan air dalam habitat tempat hidupnya. Padahal hal ini tergantung dari jenis kura-kura yang Sobat PetPi pelihara, lho.

  • Kura-kura air, seperti jenis kura-kura Brazil membutuhkan 75% habitatnya terisi oleh air.
  • Kura-kura darat, seperti jenis kura-kura Sulcata membutuhkan 75% habitatnya berupa daratan.
  • Kura-kura terrapin yang umumnya hidup di rawa-rawa berlumpur, membutuhkan komposisi seimbang dengan 50% daratan dan 50% perairan.

Terkhusus untuk jenis kura-kura air, di dalam akuarium jangan lupa juga untuk memberikan basking spot atau tempat berjemur berupa bebatuan atau dahan kayu yang mudah di panjang.

Hal ini sendiri berfungsi sebagai tempat penyu beristirahat, mengeringkan cangkang, dan memperoleh asupan cahaya yang cukup.

Penyebab Kura-Kura Mati Lainnya...

INGIN LEBIH TAHU TENTANG REPTIL?
Cari info Reptil terbaru hanya dengan sekali klik!
>> CARI DISINI

4. Terlalu Banyak atau Sedikit Makanan Berprotein

Dari asupan makanan yang diberikan pada kura-kura, kebanyakan pemilik terkadang terlalu berlebihan dalam memberikan protein seperti ikan, udang, bahkan daging ayam.

Konsumsi protein berlebih pada kura-kura dapat menyebabkan organ hati menjadi berlemak hingga masalah kesehatan lain, seperti pertumbuhan cangkang berlebih dan kematian dini.

Padahal pada umumnya, kura-kura tua akan lebih bersifat herbivora di alam liar. Ketimbang kura-kura muda yang sebaliknya lebih bersifat karnivora.

Adapun berdasarkan umurnya, kamu bisa memberikan asupan makanan berprotein pada kura-kura sebagai berikut ini.

  • Kura-kura berumur di bawah 6 bulan membutuhkan konsumsi protein setiap hari.
  • Kura kura berumur antara 6 bulan hingga 1 tahun, mulai dapat dikurangi konsumsi protein harian.
  • Kura kura berumur lebih dari 1 tahun dan dewasa, dapat diberikan asupan protein setiap 2-3 hari sekali.

5. Terlalu Sering Memegang dan Mengangkat Tubuh Kura-Kura

Memberikan perhatian yang cukup pada hewan peliharaan tentu dapat mempererat hubungan dengan majikan sekaligus mengurangi tingkat stresnya.

Namun memegang kura-kura terlalu sering nyatanya malah membuat mereka kurang bahagia, takut, dan kemungkinan besar akan mendatangkan stres pada mereka.

Ada baiknya kamu melakukan hal ini pada waktu-waktu tertentu, misal saat hendak membersihkan cangkangnya saja.

Teknik memegang dan mengangkat kura-kura pun tidak sembarangan. Sebaiknya kamu menahan sisi bawah dan kakinya, agar kura-kura tetap stabil dan merasa aman jika diangkat.

6. Penyakit dan Serangan Hama

Karena terkenal pasif, tak jarang kura-kura tidak menunjukkan gejala dan perilaku khusus saat dirinya terserang oleh penyakit tertentu.

Makanya penting bagi Sobat PetPi untuk melakukan pemeriksaan mandiri hingga check up rutin ke dokter hewan apabila diperlukan untuk menjaga umur kura-kura tetap panjang.

Penyebab kura-kura mati cepat lainnya adalah serangan hama yang bisa terjadi jika kamu memelihara kura-kura di luar ruangan, misal di kolam yang berada di pekarangan rumah.

Karena bukan tidak mungkin kura-kura bisa mati akibat binatang lain di sekitar rumah, misal semut atau tikus, lho.

Dengan membaca ulasan di atas tentu kamu makin paham apa saja yang jadi penyebab kura-kura mati sebelum waktunya, kan?

Nah, mulai dari sekarang jangan lupa untuk memberikan perhatian lebih pada hewan peliharaanmu. Selamat mencoba, ya!

Perhatian: Informasi ini dihimpun dari beberapa sumber. Tim PintarPet tidak bertanggung jawab atas cidera, kematian, kerusakan atau kerugian langsung maupun tidak langsung, materiil dan immateriil yang disebabkan oleh informasi yang kami berikan. Untuk informasi dan tindakan lebih lanjut, sebaiknya kamu bisa mengkonsultasikannya dengan dokter hewan terdekat.

Referensi Tulisan [ Tampilkan ]
  • https://www.petmd.com/reptile/care/how-long-do-turtles-live
  • https://www.petmd.com/reptile/slideshows/care/7-things-can-make-your-pet-turtle-sick
  • https://www.saltwateraquarium.com/standard-aquariums-weights-sizes/
  • https://www.tortoiseowner.com/why-pet-tortoises-die/
  • https://www.turtleholic.com/5-biggest-mistakes-pet-turtle-owners-make/

Tentang Penulis

Saya adalah seorang penulis yang antusias dengan hewan peliharaan seperti kucing, reptil dan hewan peliharaan lainnya.

Suka dengan tulisan saya? Hubungi saya disini.

Komentar