Hari ini: Sabtu, 18 September 2021
Minggu, 15 Agustus 2021, 20:00 WIB

Apa Saja Ciri-ciri Ular Sakit? Ini Daftar dan Cara Merawatnya

Apa Saja Ciri-ciri Ular Sakit? Ini Daftar dan Cara Merawatnya

ciri ciri ular sakit - rent

Ciri-ciri ular sakit penting untuk kamu ketahui, sebab terkadang tandanya tidak terlalu kentara pada ular peliharaan. Apa saja? Simak informasinya di sini

Terkadang, ciri-ciri ular sakit tidak begitu kentara. Hal ini rentan untuk diabaikan para pemilik ular peliharaan.

Tentu saja hal ini bisa berujung buruk apabila tidak segera dirawat dan diatasi. Dan jika terlalu parah, ular bisa saja tidak tertolong lagi.

Tidak semua ular menunjukkan tanda fisik yang kentara, sehingga para pemilik ular peliharaan harus bisa mengamati dan mengenalinya.

Ciri-ciri Ular Sakit yang Bisa Kamu Kenali dengan Mudah

Mengenali tanda-tanda ular yang sakit memang butuh ketelatenan. Sebab kamu harus sangat teliti dalam mengenali kalau ada yang tidak beres pada ular peliharaan milikmu, Sobat PetPi.

Terkadang melihat dan mengamati ular yang sakit juga harus hati-hati. Beberapa ular sakit malah lebih sensitif terhadap sentuhan, maka dari itu kamu juga harus tetap menjaga jarak ya.

Kenali tanda-tandanya seperti berikut ini, dan langsung bawa ke dokter hewan untuk mendapatkan penanganan dan pengobatan lebih lanjut.

Follow Instagram @PintarPet untuk lebih tahu tentang Reptil lainnya!
>> FOLLOW DISINI

Ciri-ciri Ular Sakit

Ciri Ciri Ular Sakit
Ciri-ciri ular sakit - sebabut

Beberapa penyakit bisa menyerang ular peliharaan kita. Yang umum terjadi adalah infeksi stomatitis (mouth rot), infeksi parasit, cairan keluar dari mulut, kesulitan berganti kulit, dan septicemia.

Tanda-tandanya bisa cukup sedikit spesifik pada tiap penyakit, misalnya keluarnya cairan putih kental pada ular yang terkena penyakit mouth rot.

Akan tetapi bisa juga cukup umum dan tidak spesifik pada penyakit tertentu, seperti kurangnya nafsu makan dan lesu yang bisa terjadi pada hampir semua penyakit.

Tiap perubahan yang terjadi secara tidak normal pada ular peliharaan sebaiknya segera diatasi ke dokter hewan. Kenali ciri-ciri ular sanca sakit dan yang lainnya secara umum sebagai berikut:

  • Lesu
  • Sering berlama-lama bersembunyi
  • Hilang nafsu makan
  • Dehidrasi
  • Turun berat badan
  • Kulit memerah
  • Berhenti mengeluarkan lidah
  • Lumpuh
  • Keluar gelembung-gelembung dari hidung
  • Tidak berganti kulit dengan benar
  • Air liur yang aneh
  • Mata berkabut
  • Bintik merah dan hitam di sekitar mulut
  • Gusi membengkak
  • Telur tersangkut dan tidak bisa keluar dari tubuh

Pada infeksi stomatitis atau mouth rot biasanya terlihat adanya pendarahan di bagian gusi atau lendir kental yang keluar dari mulut. Pada kasus yang parah, ular bisa mengalami pembengkakan parah di mulut dan bernapas lewat mulut.

Baik penyakit parasit internal (dari cacing dan coccidia) dan parasit eksternal (kutu) biasanya tidak menunjukkan gejala klinis. Penyakit ini umumnya terdeteksi dari pemeriksaan tinja.

Penyakit yang diakibatkan parasit bisa menyebabkan diare, sulit bernapas, pembengkakan organ dalam, gatal, mouth rot, atau turunnya berat badan.

Sedangkan ciri ciri ular pilek yang disebabkan oleh bakteri menunjukkan tanda-tanda yang mirip dengan infeksi mouth rot.

Tanda lain yang terlihat adalah adanya gelembung air yang mengalir seperti ingus. Dan ular juga akan terlihat seperti kesulitan bernapas atau bernapas lewat mulut.

Beberapa ular juga bisa mengalami kesulitan berganti kulit. Umumnya disebabkan suhu atau kelembaban sekitar yang tidak sesuai.

Kemudian ada septicemia atau toxemia di mana mikroba seperti bakteri atau racun menyerang aliran darah dan organ tubuh lainnya.

Ular yang mengalami penyakit ini biasanya langsung sakit parah dan sekarat. Mereka menunjukkan kelesuan, tidak nafsu makan, bernapas lewat mulut, dan terkadang muncul kemerahan di sisik bagian perut.

Cara Merawat Ular yang Sakit

Cara Merawat Ular Sakit
cara merawat ular sakit - 4animalmagnetism

Setelah mengenali apa saja tanda-tanda yang bisa muncul pada ular yang sedang sakit, maka kamu perlu merawatnya dengan baik untuk bisa menyembuhkannya.

Hal ini bisa kamu lakukan sendiri, namun alangkah lebih baik untuk membawanya ke dokter hewan untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan yang tepat.

Pada ular yang terkena infeksi stomatitis biasanya membutuhkan suntikan antibiotik. Kemudian pembersihan bagian mulut dengan cairan antibiotik pula.

Atropine untuk mengencerkan lendir dari mulut dan vitamin C juga bisa diberikan apabila dibutuhkan.

Apabila ular peliharaanmu sakit karena infeksi parasit, pengobatan biasanya dilakukan menggunakan obat oral atau suntik. Hasil dari pemeriksaan feses yang akan menentukan obat apa yang dibutuhkan.

Infeksi pernapasan seperti flu dan pilek pada ular umumnya disebabkan oleh bakteri. Terkadang ciri-cirinya mirip dengan alergi, biasanya bisa disembuhkan dengan antibiotik.

Suhu tubuh yang terlalu lembab atau dingin juga bisa menjadi penyebabnya. Oleh karena itu menaikkan suhu ruangan agar lebih hangat bisa menjadi salah satu pertolongan pertama.

Untuk sementara waktu, jangan masukkan wadah minum atau air di dalam kandang. Bahkan, jemur ular di bawah sinar matahari secara rutin.

Namun jangan terlalu lama agar tidak menimbulkan dehidrasi. Sebaiknya hanya selama 10-15 menit pada jam 8 hingga 10 pagi dengan tetap diawasi.

Beberapa pemilik ular peliharaan di Indonesia juga kadang menyarankan untuk membersihkan kandang menggunakan air daun sirih atau cairan pembunuh kuman yang aman bagi hewan.

Ada juga yang melakukan cara tradisional dengan memberikan bawang merah atau kunyit ke dalam kandang. Cara ini dimaksudkan agar ular dapat menghirup bau tersebut yang dapat melancarkan pernafasan ular.

Sejumlah pemilik ular peliharaan juga ada yang mengobati ular peliharaannya dengan obat-obatan manusia. Namun cara ini tidak terlalu disarankan, sebaiknya tetap membawa ular ke dokter hewan yang memahami ular.

Sementara kesulitan berganti kulit bisa diatasi dengan menambahkan kelembaban yang bisa membantu ular untuk melepaskan kulit yang tertinggal.

Sebab ular adalah hewan berdarah dingin yang sangat membutuhkan panas untuk menyesuaikan suhu tubuhnya, karena tubuhnya tidak bisa meregulasi panas sendiri seperti manusia.

Namun hal ini membutuhkan keahlian khusus sehingga sebaiknya apabila ular peliharaanmu mengalami hal ini, serahkan pada ahlinya yaitu dokter hewan, agar tidak menimbulkan kerusakan permanen.

Septicemia merupakan kegawatdaruratan yang membutuhkan perawatan intensif di rumah sakit. Ular akan mendapatkan antibiotik, terapi cairan, dan pasokan makanan agar bisa selamat dan sehat.

Itulah dia ciri-ciri ular sakit beserta cara merawatnya agar sembuh kembali. Perhatikan tanda-tanda tersebut sebab terkadang sangat mudah untuk diabaikan.

Tentunya kamu tidak ingin ular peliharaanmu mengalami hal yang cukup buruk karena penyakit yang dialaminya. Segera ke dokter hewan begitu kamu menemukan tanda-tanda di atas.

Jika kamu suka dengan artikel PintarPet, jangan lupa bagikan artikel ini ke seluruh dunia dan follow juga Instagram @pintarpet untuk tahu informasi tentang Reptil terbaru lainnya!

Perhatian: Informasi ini dihimpun dari beberapa sumber. Tim PintarPet tidak bertanggung jawab atas cidera, kematian, kerusakan atau kerugian langsung maupun tidak langsung, materiil dan immateriil yang disebabkan oleh informasi yang kami berikan. Untuk informasi dan tindakan lebih lanjut, sebaiknya kamu bisa mengkonsultasikannya dengan dokter hewan terdekat.

Terbit: Sabtu, 07 November 2020, 16:00 WIB
Update pada: Minggu, 15 Agustus 2021, 20:00 WIB

Referensi Tulisan [ Tampilkan ]
  • http://dokterhewan.co.id/detailpost/jika-ular-peliharaan-terserang-flu
  • https://www.mysnakepet.com/signs-of-a-sick-snake/
  • https://www.webvets.com/Resources/resource.php?Common-Diseases-of-Pet-Snakes-113
Share

Tentang Penulis

Saya adalah seorang penulis yang antusias dengan hewan peliharaan seperti kucing, hamster dan hewan peliharaan lainnya.

Suka dengan tulisan saya? Hubungi saya disini.

Komentar