
Ada 5 Perbedaan Ular Berbisa dan Tidak Berbisa, Apa Saja?
Penulis: Frieda Isyana | Editor: Zaky Afdika

perbedaan ular berbisa dan tidak berbisa - packtpub
Penting untuk kita mengetahui perbedaan ular berbisa dan tidak berbisa untuk mengantisipasi apabila mereka menyerang dengan tiba-tiba. Berikut ulasannya
Ada dua kategori ular di seluruh dunia, yakni ular yang berbisa dan tidak berbisa. Namun, perbedaan ular berbisa dan tidak berbisa tidak hanya terlihat dari kemampuan mereka mengeluarkan bisa dari taringnya, lho.
Mengetahui perbedaan ini sangat penting buat Sobat Pintar, sebab dengan begitu kita akan tahu bagaimana cara menanganinya jika bertemu atau tergigit.
Lagipula, hampir sebagian besar orang menganggap bahwa semua ular itu berbisa dan pasti menggigit. Padahal tidak semua ular memiliki karakteristik tersebut.
Berikut ini, kita bakal membahas tentang ciri-ciri utama ular berbisa dan yang tidak berbisa agar kita bisa membedakannya.
Daftar Isi
Perbedaan Ular Berbisa dan Tidak Berbisa yang Kamu Perlu Tahu

Lebih dari 2000 spesies ular ada di dunia. Menariknya, hanya sekitar 200-an spesies dari jumlah tersebut yang termasuk kategori berbisa.
Dalam mengidentifikasi mana ular yang berbisa dan tidak berbisa, seringkali orang salah kaprah. Padahal ada beberapa ciri-ciri yang bisa menjadi patokan untuk membedakannya.
Selain itu, mampu mengenali perbedaannya bisa membantumu untuk tetap aman jika suatu hari menemui salah satunya.
Apalagi beberapa jenis ular berbisa di Indonesia sendiri ada yang bisa kita temukan di lingkungan sekitar, seperti ular sendok, ular tanah, ular hijau, ular laut, ular pohon, ular welang hingga ular kobra.
Apa saja perbedaan ular berbisa dengan yang tidak berbisa? Mulai dari tanda-tanda fisik hingga perilaku, kamu bisa membedakannya dengan ciri-ciri berikut ini.
1. Bentuk kepala
Satu tanda yang paling mudah untuk dikenali dalam membedakan mana ular yang berbisa dan mana yang tidak adalah dari bentuk kepalanya.
Sebagian besar bentuk kepala ular berbisa berbentuk segitiga dan sedikit lebar. Sementara ular yang tidak berbisa memiliki kepala yang cenderung bulat.
Sebagai tambahan untuk bisa lebih membedakannya, ada faktor lain yaitu bentuk rahangnya. Ular berbisa memiliki leher yang jenjang dan kecil serta kepala yang sedikit besar.
Bentuk kepala yang sedikit lebih besar dan lebar ini disebabkan adanya kantung bisa yang terletak tepat di bawah rahang ular tersebut.
Sedangkan ular tidak berbisa memiliki rahang yang lurus dan jenjang, tidak ada perbedaan bentuk kepala karena tidak memiliki kantung bisa.
2. Bentuk gigitan
Yap, baik ular berbisa maupun tidak berbisa sama-sama menggigit sebagai mekanisme pertahanan mereka.
Namun dalam ular berbisa, menggigit dan mengeluarkan bisa lebih banyak digunakan untuk memangsa makanan mereka. Gigi taring mereka kecil dan memproduksi bisa yang keluar saat menggigit.
Kemudian apabila tergigit, maka bekas gigitan berupa luka halus yang berbentuk melengkung dan berdekatan.
Ular tidak berbisa di Indonesia dan belahan dunia lainnya di sisi lain memiliki bekas gigitan yang tidak rata karena deretan gigi mereka yang tidak memiliki taring, yang jadi ciri khusus ular tidak berbisa.
3. Bentuk mata dan lubang hidung
Selain dari kepalanya, banyak orang yang membedakan ular berbisa dengan yang tidak melalui dari bentuk matanya. Akan tetapi cara ini disebut tidak terlalu efektif.
Sebab perbedaan mata lebih terkait dengan waktu aktif ular tersebut. Ular nokturnal atau yang berburu di malam hari biasanya memiliki pupil berbentuk celah/elips.
Sementara ular diurnal atau yang berburu di siang hari biasanya memiliki pupil bulat.
Beberapa ular paling berbisa di dunia memiliki pupil bulat, akan tetapi ada juga ular berbisa terkenal lainnya seperti ular derik memiliki pupil mata berbentuk celah/elips yang klasik.
Secara umum ular berbisa memiliki mata yang lebih lonjong dengan pupil celah/elips, sedangkan ular tidak berbisa memiliki mata dan pupil yang bulat.
Ular berbisa juga umumnya memiliki lubang di dekat hidung yang sensitif terhadap panas guna mencari para mangsa yang berdarah panas, yang tidak dimiliki ular tidak berbisa.
Tentunya karakteristik in cukup sulit dilihat dari jarak jauh. Dan tentunya Sobat Pintar tidak perlu nekat mendekati ular tersebut untuk melihatnya.
4. Sisik dan ekor
Tanda fisik lainnya bisa terlihat dari sisik, warnanya, dan juga ekor. Ular berbisa umumnya memiliki warna yang terang dan mencolok, seperti misalnya ular karang.
Warna ular berbisa biasanya juga memiliki pola. Kemudian mereka hanya memiliki satu baris sisik saja.
Sementara jika ular tersebut memiliki warna solid, kemungkinan besar ular tersebut tidak berbisa.
Akan tetapi, ada juga beberapa ular tidak berbisa dari wilayah di Afrika yang memiliki warna yang cerah dan mencolok. Ular tidak berbisa juga memiliki pola sederhana dan terdiri dari dua baris sisik.
Ekor ular juga bisa memberikan penanda apakah ia berbisa atau tidak. Ular yang memiliki derik di ekornya sudah bisa dipastikan adalah ular berbisa.
Ular tidak berbisa hanya mengeluarkan suara derik dari menggerakkan ekornya di atas dedaunan kering. Bila bertemu ular, jangan menunggu untuk memastikan berbisa atau tidak, jaga jarak atau kabur akan lebih aman.
5. Perilaku
Berbeda cara bertahan hidup, pasti berbeda pula perilaku ular yang berbisa dan yang tidak. Misalnya yang paling mudah adalah dari cara mereka berenang.
Ular berbisa umumnya berenang hanya dengan memperlihatkan kepala mereka yang berada di atas air. Sedangkan ular tidak berbisa berenang dengan mengapungkan seluruh tubuhnya di atas air.
Selain itu, ular berbisa sering berperilaku aneh dengan gerakan lambat dan tenang. Umumnya mereka adalah hewan nokturnal yang mencari mangsa di malam hari.
Ular berbisa membunuh mangsa mereka dengan menyuntikkan bisa melalui gigitan taringnya. Biasanya, setelah menggigit mangsanya mereka masih tinggal di tempat.
Lalu ular tidak berbisa memiliki gerakan yang cepat dan agresif. Biasanya mereka mencari mangsa di siang hari (diurnal) dan tidak memiliki gigitan mematikan karena taringnya tidak berbisa.
Mereka membunuh mangsanya dengan cara membelitkan tubuhnya ke mangsa dengan erat hingga kehabisan napas lalu menelannya bulat-bulat.
Bahaya Gigitan Ular Berbisa

Pastinya, banyak orang yang merasa takut jika berhadapan dengan ular berbisa yang mematikan. Apalagi jika ular tersebut menggigit, ular berbisa pasti akan mengeluarkan bisanya yang mematikan kepada setiap predator yang mendekatinya.
Walaupun ukuran besar ataupun kecil, namun ular berbisa sama-sama mematikan jika menggigit. Bahkan gigitan ular yang berbisa mampu menyebabkan kerusakan dan gangguan sistemik tepat di bagian yang terluka.
Berbagai macam gejala dan gangguan kesehatan bisa saja bereaksi dalam waktu hanya 30 menit saja. Umumnya, gejala yang muncul adalah timbul bercak kebiruan dan rasa nyeri yang tinggi.
Nah, selain itu ada beberapa gejala yang muncul juga akibat gigitan ular yang berbisa.
- Menggigil
- Berkeringat
- Nyeri kepala
- Kelemahan otot
- Mual dan muntah
- Pandangan terasa Kabur
Ciri-Ciri Gigitan Ular Berbisa atau Tidak Berbisa

Mengetahui ciri-ciri gigitan ular berbisa atau tidak berbisa pun juga sangat penting Sobat. Dengan mengetahuinya, jika kamu tergigit oleh ular, kamu bisa segera menanganinya dengan cepat sehingga meminimalisir luka akibat gigitan ular yang fatal.
Dilansir dari detik.com, menurut salah satu dokter dari Perhimpunan Dokter Emergensi Indonesia (PDEI) dr. Wisnu Pramudito D. Pusponegoro Spb, kita harus mengetahui ciri-ciri gigitan ular yang berbisa maupun tidak berbisa.
Selain ciri-ciri fisik yang sudah dijelaskan diatas, apabila kita digigit, kita bisa meyakinkan bahwa gigitan tersebut dari ular berbisa atau tidak. Nah, yang bisa kamu lihat adalah dari bekas gigitan yang dihasilkan.
Jika ular berbisa, maka ia akan menghasilkan dua atau satu titik bekas luka. Luka tersebut adalah bekas luka taring untuk menyuntikan bisa ke tubuhmu.
Sedangkan jika ular tidak berbisa, luka yang dihasilkan cenderung luka sobek dan seperti daging yang terkoyak.
Kekuatan di mulut dan rahangnya inilah yang menjadi kelebihan ular tidak berbisa untuk melumpuhkan musuhnya.
Beberapa Jenis Ular yang Punya Karakteristik Berlawanan

Walaupun ada perbedaan secara umum antara ular berbisa dan yang tidak, ada juga beberapa jenis ular yang memiliki ciri-ciri berlawanan dari karakteristik umumnya.
Beberapa jenis ular tersebut antara lain:
- Ular kobra, lehernya jenjang dan tinggi namun bentuk kepalanya oval dan memiliki gerakan tenang.
- Ular king Kobra, leher tinggi dan gerakannya agresif, serta aktif di siang dan malam hari.
- Ular weling, punya kadar yang tinggi dan bentuk kepala oval.
- Ular elang, kadar tinggi, kepala oval dan gerakannya tenang.
- Ular karang, termasuk jenis ular berbisa dengan kepala bundar, pupil undar, berwarna dan tidak memiliki lubang penginderaan panas.
- Ular picung atau pudak seruni, kadarnya tinggi, bentuk kepala oval, gerakanya gesit dan aktif di siang hari.
- Semua jenis ular laut termasuk kategori berbisa dan bergerak lamban saat di pasir atau di pantai.
- Semua jenis ular piton dan boa termasuk kategori tidak berbisa dan aktif di malam hari.
Membedakan ular yang tidak berbisa dan berbisa sangat penting untuk menjaga keselamatan kamu, Sobat Pintar. Oleh karena itu, perhatikan baik-baik perbedaan ular berbisa dan tidak berbisa.
Selain itu, sangat disarankan untuk tidak menyerang ular atau mendekatinya. Apabila kamu bertemu dengan ular berbisa maupun tidak, langkah terbaik adalah segera menjauh atau kabur.
Jika kamu suka dengan artikel PintarPet, jangan lupa bagikan artikel ini ke seluruh dunia dan follow juga Instagram @pintarpet untuk tahu informasi tentang Reptil terbaru lainnya!
Baca juga artikel menarik berikut:
Perhatian: Informasi ini dihimpun dari beberapa sumber. Tim PintarPet tidak bertanggung jawab atas cidera, kematian, kerusakan atau kerugian langsung maupun tidak langsung, materiil dan immateriil yang disebabkan oleh informasi yang kami berikan. Untuk informasi dan tindakan lebih lanjut, sebaiknya kamu bisa mengkonsultasikannya dengan dokter hewan terdekat.
Terbit: Minggu, 22 November 2020, 19:30 WIB
Update pada: Sabtu, 13 Februari 2021, 10:00 WIB
- https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-4678422/bagaimana-cara-tahu-gigitan-ular-berbisa-atau-tidak-ini-kata-dokter
- https://survivalistgear.co/how-to-tell-snake-poisonous-venomous/
- https://www.kompas.com/skola/read/2019/12/20/143544269/ciri-ciri-ular-berbisa-dan-tidak
- https://www.popmama.com/life/health/fx-dimas-prasetyo/jangan-salah-ini-cara-membedakan-ular-berbisa-dan-tidak-berbisa/3
- https://www.realworldsurvivor.com/2019/02/27/venomous-non-venomous-snake/
Tentang Penulis
Frieda Isyana Putri
Saya adalah seorang penulis yang antusias dengan hewan peliharaan seperti kucing, hamster dan hewan peliharaan lainnya.
Suka dengan tulisan saya? Hubungi saya disini.
Komentar