Hari ini: Jumat, 18 Juni 2021
Kamis, 24 Desember 2020, 19:30 WIB

Dijamin Aman! Gunakan 7 Cara Merawat Burung Hantu di Rumah Sendiri

Dijamin Aman! Gunakan 7 Cara Merawat Burung Hantu di Rumah Sendiri

cara merawat burung hantu - 123rf

Memelihara burung hantu harus dilakukan dengan cara yang aman. Berikut ini adalah panduan cara merawat burung hantu bagi pemula dengan mudah

Untuk kamu para penggemar sekuel Harry Potter pasti sudah tidak asing lagi dengan burung hantu. Di beberapa negara, merawat burung hantu adalah sesuatu yang ilegal. Dalam artian, kamu tidak boleh memeliharanya dan mendapatkan hak milik atas hewan tersebut.

Berbeda dengan Indonesia, kamu tetap bisa merawat dan menjadikan burung hantu sebagai peliharaan. Menurut undang-undang yang berlaku, hanya ada beberapa jenis burung hantu yang dilarang untuk dijadikan hewan peliharaan, beberapa diantaranya adalah jenis serak minahasa dan jenis pungguk togean.

Sedangkan, untuk jenis beluk ketupa, kamu masih bisa untuk memeliharanya. Akan tetapi, sebelum kamu benar-benar ingin memilikinya, sebaiknya cari tahu dulu bagaimana cara merawat burung hantu.

7 Cara Merawat Burung Hantu di Rumah

Tidak sama dengan hewan-hewan peliharan yang kamu miliki seperti kucing atau anjing, merawat burung hantu perlu dedikasi waktu yang cukup tinggi bagi sebagian orang. Ketika kucing dan anjing adalah jenis hewan yang mandiri, burung hantu adalah jenis hewan yang terkenal sangat manja kepada pemiliknya.

Walaupun jenis burung hantu manapun tidak banyak bergerak, kamu perlu memberikan perhatian yang cukup signifikan dalam ruang yang sangat terbatas.

Simak tips berikut ini untuk belajar cara merawat burung hantu dengan baik.

Follow Instagram @PintarPet untuk lebih tahu tentang Burung lainnya!
>> FOLLOW DISINI

1. Siapkan Mental, Jangan Mudah Panik!

Tips pertama yang harus diingat oleh semua orang yang baru ingin memelihara burung hantu adalah jangan mudah panik. Meskipun, kita semua tahu bahwa burung hantu memiliki potensi besar untuk mencakar dan menggigit.

Padahal, sebenarnya burung hantu juga merupakan salah satu jenis burung yang mudah untuk dijinakkan. Asalkan, pemiliknya merawat dan memelihara dengan baik dan tenang.

Namun, jika rasa panik tersebut tidak bisa kamu hindari, kurangilah resiko adanya cakaran atau gigitan dengan menggunakan sarung tangan. Bila perlu, biarkan saudara kamu saja yang mengatasinya.

2. Siapkan Kandang Simpel yang Tepat

Cara Merawat Burung Hantu
Siapkan kandang - petpintar

Ketika kamu sudah siap untuk merawat burung hantu, pastikan kamu mempunyai kandang yang cukup atau bisa dibilang besar sebagai tempat tinggal burung hantu yang sekarang ada di rumahmu. Untuk pemula, disarankan untuk memilih kandang burung yang luas sekitar 40 meter.

Jika kamu fans dari film Harry Potter, pasti kamu akan melihat kalau burung milik Harry, si pemeran utama, adalah kandang burung yang amat kecil. Kenyataan yang sebenarnya, burung hantu membutuhkan kadang yang sangat besar walaupun dia hanya tinggal sendiri.

Variasi dari kandang burung hantu ini pun bermacam-macam tergantung dari banyaknya burung hantu yang kamu akan miliki.

Secara garis besar, kandang burung hantu dapat memiliki panjang 4 meter dan lebar kurang lebih sekitar 10 meter. Singkatnya, spesifikasi sangkar burung hantu yang tepat sesuai dengan list berikut ini:

  • Jangan pernah menggunakan sangkar burung lain pada umumnya. Burung hantu mudah stres bila dimasukkan ke dalam sangkar.
  • Sediakan tempat tangkring / tempat burung hantu bertengger menggunakan dahan pohon atau ranting.
  • Terhindar dari terik matahari secara langsung.

3. Bersihkan Kandang Burung Hantu secara Teratur

Sama seperti kebanyakan hewan peliharaan lainnya, membersihkan kandang adalah tips utama dalam merawat hewan apapun, terutama burung hantu. Pastikan kamu selalu membersihkan kandangnya minimal 2 hari sekali untuk memastikan tidak ada kotoran yang menumpuk di lantai, dan ranting.

Perhatikan bagian sekitar pohon supaya tetap dalam keadaan bersih tanpa ada rayap yang menggerogoti tiang kandang, dan sarang laba-laba pengganggu lainnya.

4. Memandikan Burung Hantu

Cara Merawat Burung Hantu Bagi Pemula
memandikan burung hantu - petpintar

Selain membersihkan kandang hantu, sebagian besar pecinta burung hantu merekomendasikan untuk rajin memandikan burung hantu juga. Hal ini mengingat mudahnya bulu burung hantu terkena debu.

Banyak yang belum tahu bahwa burung hantu memiliki suara sangat kecil ketika mengepakkan sayap. Namun, ketika burung hantu tidak pernah dimandikan, suara kepakkan sayap mereka akan menjadi sangat keras dan berisik.

Menurut sebagian pecinta burung hantu, selain kamu harus rajin membersihkan kandang, kamu juga harus rajin memandikan burung hantu ini. Sebagian ahli berpendapat bahwa bulu dari burung hantu ini sangat mudah untuk terkena debu. Bahkan debu-debu sangat mudah untuk menempel. Burung hantu adalah jenis burung yang memiliki suara sangat kecil ketika dia mengepakkan sayap.

Bahkan, bukan hanya debu yang akan hilang dari tubuh si burung hantu, memandikan burung ini juga berfungsi untuk membunuh parasit-parasit yang menempel.

Bagaimana cara memandikan burung hantu? Ikuti langkah-langkah berikut ini:

  • Sediakan baskom yang besar (cukup besar untuk menampung burung hantu milikmu).
  • Isi baskom tersebut dengan air bersih kurang lebih setengah dari ukuran penuh.
  • Biarkan burung hantu milikmu untuk mendekati dan memandikan badannya sendiri.
  • Tunggu hingga beberapa menit. Jika mereka merasa sudah cukup, mereka akan keluar dari baskom dan mengeringkan badannya sendiri.

5. Jangan Jemur Burung Hantu di Bawah Sinar Matahari Langsung

Meski burung hantu butuh mandi juga untuk membersihkan debu dan parasit yang menempel, bukan berarti kamu bisa menjemur mereka di bawah sinar matahari langsung.

Burung hantu adalah jenis hewan nokturnal yang aktif di malam hari, dan menghabiskan banyak waktu di siang hari untuk tidur atau istirahat. Secara tidak langsung, burung hantu tidak menyukai cahaya yang terlalu cerah, dan tidak akan pernah berada di bawah sinar matahari secara langsung.

Jika hal ini kamu lakukan, besar kemungkinan burung hantu peliharaan baru kamu akan mudah stres, dan sakit. Bahkan, jika terlalu sering akan membuat mereka mati dengan mudah.

6. Matikan Lampu di Malam Hari dan Hindari Kebisingan

Setelah kamu mendengar bahwa burung hantu adalah jenis hewan nokturnal, ini artinya kamu harus tahu juga bahwa mereka akan menjadi sangat aktif di malam hari layaknya berada di alam liar.

Sebaiknya, kamu hindari adanya cahaya terlalu terang yang masuk ke dalam kandang burung hantu secara langsung. Jangan panik, meski berada di dalam kegelapan, mata mereka akan tetap tajam.

7. Beri Makanan yang Tepat

Sebagai jenis burung karnivora, burung hantu hanya memakan hewan yang hidup saja. Namun, bukan berarti kamu bisa memberi hewan hidup apapun untuk mereka. Ada beberapa kandungan nutrisi dan gizi tepat yang harus kamu berikan.

Berikut beberapa jenis makanan favorit burung hantu:

  • Potongan daging segar
  • Tikus
  • Ikan
  • Katak
  • Jangkrik
  • Burung emprit

Khusus untuk potongan daging, pastikan ada lumuran darah segar yang melapisi daging tersebut agar makan mereka semakin lahap. Serta, usahakan untuk tidak pernah membeli daging hewan apapun di supermarket untuk burung hantu. Karena, kamu tidak pernah tahu kandungan pengawet apa yang ada di dalamnya.

Penyakit Pada Burung Hantu yang Harus Kamu Waspadai

Penyakit Pada Burung Hantu
penyakit pada burung hantu - wired

Selama kamu memelihara burung hantu, pastinya pernah akan mengalami masalah atau gangguan kesehatan yang cukup mengkhawatirkan. Nah ada baiknya kamu mengetahui dulu apa saja masalah kesehatan yang mungkin diderita oleh burung hantu.

  • Penyakit tulang, penyakit ini pastinya disebabkan karena burung hantu kekurangan vitamin D, kekurangan kalsium dan fosfor yang tidak sesuai takaran kebutuhan nutrisinya setiap hari.
  • TBC pada burung, jika burung kamu mengalami penyakit ini maka harus sesegera mungkin kamu bawa ke dokter hewan, karena penyakit ini cukup mematikan bagi burung hantu. Penyebabnya adalah bakteri yang menular dari hewan lain atau bahkan dari manusia.
  • Pododermatitis, penyakit ini disebabkan karena kandang dari burung hantu yang bermasalah. Mungkin karena faktor ukuran, bentuk kandang, tempat bertengger yang tidak tepat, sanitasi yang buruk menyebabkan luka pada kaki burung sehingga akan kesulitan untuk berjalan.
  • Aspergillosis, penyakit ini adalah salah satu penyakit yang paling sering ditemukan pada spesies burung. Umumnya penyakit aspergillosis sangat mempengaruhi sistem pernapasan pada burung.
  • Kandidiasis, jenis penyakit ini mempengaruhi saluran pencernaan dan menghasilkan lesi seperti plak di lidah dan faring yang menyebabkan infeksi yang berkepanjangan.
  • Frounce, penyakit yang sering menimbulkan flek. Penyakit ini tidak boleh disepelekan karena bisa mengganggu keseimbangan tubuh dari burung hantu.

Itu dia 7 tips cara merawat burung hantu yang baik dan benar. Serta beberapa penyakit pada burung hantu yang mungkin menyerangnya. Tidak ada salah satu pun tips yang bisa kamu lupakan.

Kamu harus melakukan semua tips di atas dengan matang sebelum akhirnya burung hantu peliharaan baru kamu stres dan mati.

Selamat bersenang-senang dengan burung hantu baru kamu, ya!

Jika kamu suka dengan artikel PintarPet, jangan lupa bagikan artikel ini ke seluruh dunia dan follow juga Instagram @pintarpet untuk tahu informasi tentang Burung terbaru lainnya!

Terbit: Senin, 24 Agustus 2020, 10:00 WIB
Update pada: Kamis, 24 Desember 2020, 19:30 WIB

Referensi Tulisan [ Tampilkan ]
  • https://besgroup.org/2007/04/18/owl-bathing/
  • https://kidzfeed.com/what-do-owls-eat/
  • https://pethelpful.com/exotic-pets/Owls-as-Pets-Care-Legal
  • https://www.barnowltrust.org.uk/captive-barn-owls/aviaries-barn-owls/
  • owl-help.org.uk/wild-owl-nestbox-project
  • thesprucepets.com/do-owls-make-good-pets-390707

Tentang Penulis

Saya adalah seorang penulis yang antusias dengan hewan peliharaan seperti kucing, kelinci dan hewan peliharaan lainnya.

Suka dengan tulisan saya? Hubungi saya disini.

Komentar