Hari ini: Senin, 26 Februari 2024
Senin, 24 Oktober 2022, 16:45 WIB

Hipertiroidisme pada Kucing: Penjelasan, Gejala, dan Cara Mengobatinya

Hipertiroidisme pada Kucing: Penjelasan, Gejala, dan Cara Mengobatinya

kucing dewasa rentan terserang hipertiroidisme - DVM360

Apakah akhir-akhir ini kucing kamu mengalami penurunan berat badan secara drastis? Jika iya, segera baca ulasan penyakit hipertiroidisme pada kucing berikut

Sobat Pintar, sama halnya seperti manusia yang berusia lanjut, kucing berusia tua kerap kali terserang berbagai penyakit. Beberapa penyakit yang sering diderita kucing dewasa itu biasanya disebabkan oleh gangguan hormon.

Salah satu penyakit hormonal yang banyak ditemukan pada kucing dewasa dan berusia tua adalah hipertiroidisme. Kucing yang terserang penyakit hipertiroid akan merasakan laju metabolisme yang sangat cepat dibandingkan kucing sehat, lho.

Oleh sebab itu, hal tersebut bisa menimbulkan efek samping yang bisa membahayakan kehidupannya yang diakibatkan oleh ketidakseimbangan hormon yang dideritanya. 

Nah, berikut ini PetPi akan membahas penyakit hipertiroidisme pada kucing yang perlu kamu ketahui sebagai pemiliknya mulai dari penjelasan, gejala, hingga cara mengobatinya.

Follow Instagram @PintarPet untuk lebih tahu tentang Kucing lainnya!
>> FOLLOW DISINI

Apa Itu Hipertiroidisme pada Kucing?

Kucing Hipertiroid
kucing hipertiroid - AVMI

VCA Hospitals melansir jika hipertiroid merupakan peningkatan pada produksi hormon tiroid yang diproduksi dari kelenjar tiroid yang membengkak. Keadaan ini mengakibatkan meningkatnya proses metabolisme tubuh. 

Dikutip dari Cornell Feline Health Center, pembengkakan kelenjar tiroid biasanya disebabkan oleh tumor jinak atau adenoma dan jarang diakibatkan oleh tumor ganas atau thyroid adenocarcinoma.

Meski demikian, penyebab pembengkakan kelenjar tiroid belum dapat dipastikan. Namun, hal ini kemungkinan bisa disebabkan oleh kelebihan atau kekurangan zat tertentu pada pakan serta dari paparan zat kronis.

Pada Usia Berapa Kucing Rentan Terkena Hipertiroidisme?

Hipertiroid adalah penyakit hormonal yang sangat umum ditemui pada kucing. Dikutip dari VCA Hospitals, kebanyakan penderitanya adalah kucing berumur pertengahan sampai tua dengan rata-rata usia 12 tahun. 

Seperti yang kita ketahui, ketika kucing kesayangan sudah berusia lanjut memang lebih mudah terserang berbagai jenis penyakit apapun itu. Jadi, usia yang tua merupakan salah satu faktor penyebab hipertiroid pada kucing.

Oleh sebab itu, kamu sebagai pemilik yang mempunyai kucing berumur tua atau sudah lebih dari 10 tahun, ada baiknya lebih teliti lagi dalam memperhatikan kesehatannya, ya!

Apa Saja Gejala Kucing Yang Terkena Hipertiroid?

Gejala Hipertiroid Pada Kucing
gejala hipertiroid pada kucing - AVMI

Meskipun termasuk penyakit yang sering ditemui, tetapi nyatanya gejala kucing hipertiroid tidak dapat kamu lihat secara spesifik.

Tetapi, menurut banyak sumber yang ditemui, kucing yang mengidap hipertiroid umumnya akan memperlihatkan gejala peningkatan metabolisme, diantaranya:

Ciri kucing hipertiroid pun dapat dilihat dari berubahnya perilaku seperti terjadinya peningkatan aktivitas sampai kegelisahan. Tak hanya itu saja, terkadang kucing pun tampak pendiam dan mendadak agresif.

Berubahnya perilaku ini pun umumnya bersama dengan terjadinya perubahan pada bulu kucing kesayangan yang mulai tampak berminyak dan terlihat tidak terawat. 

Tetapi, untuk memastikan kembali apakah kucing peliharaan mu terserang hipertiroid sesudah menunjukkan tanda-tanda klinis di atas, kamu perlu membawanya ke dokter hewan untuk melakukan pemeriksaan lebih detail. 

Hipertiroid pada kucing nyatanya bisa menimbulkan penyakit lainnya sehingga dapat mengakibatkan komplikasi. Sejumlah penyakit yang bisa jadi akan menyerangnya adalah hipertensi, penyakit ginjal kronis, dan gangguan jantung. 

Sayangnya, sampai sekarang belum terdapat tindakan pasti yang dapat dilakukan demi mencegah munculnya hipertiroid pada anabul kesayangan.

Maka dari itu, dengan diagnosis lebih cepat bisa menjadi cara yang dapat menurunkan resiko penyakit dan meningkatkan persentase kesembuhan.

Hipertiroid yang diderita kucing tidak boleh kamu anggap remeh sebab bila dibiarkan selain dapat mengakibatkan komplikasi, penyakit ini pun dapat mengancam nyawa.

Adakah Cara Mendiagnosis Hipertiroid pada Kucing?

Diagnosa Kucing Hipertiroid
diagnosa kucing hipertiroid - ICatCare

Karena sebagian penyakit biasanya terjadi pada kucing lanjut usia, seperti gagal ginjal, kanker usus, usus inflamasi, dan diabetes, mempunyai sejumlah gejala klinis yang menyerupai hipertiroidisme, sehingga dibutuhkan sejumlah penelitian.

Oleh karena itu, satu-satunya cara mengetahui apakah kucing terkena hipertiroid adalah dengan cara membawanya ke dokter hewan terdekat agar bisa diteliti lebih lanjut.

Penelitian secara klinis, analisis urinalisis dan darah biokimia saja tidak dapat mendiagnosa hipertiroidisme, tetapi pastinya bisa menyingkirkan gagal ginjal dan diabetes pada kucing.

Kucing yang menderita penyakit ini mungkin mempunyai hasil normal pada analisis klinis urin dan darah, tetapi tes darah biokimia selai memperlihatkan melonjaknya tingkat enzim hati tertentu. 

Dalam beberapa kasus besar, diagnosa akhir dari penyakit ini didasari dalam tes tingkat T4 yang melonjak pada aliran darah. Sayangnya, pada 2-10% kucing terserang hipertiroidisme, tingkat normal T4 yang dapat keluar dan normal kembali.

Apakah Hipertiroidisme pada Kucing Bisa Disembuhkan?

Pengobatan Kucing Hipertiroid
pengobatan kucing hipertiroid - purina

Ada kabar baik yang perlu Sobat Pintar ketahui yaitu tingkat kesembuhan kucing yang terserang hipertiroid ini sangat tinggi sehingga kucing mempunyai kesempatan untuk sembuh total.

Terdapat berbagai pilihan yang bisa kamu pilih untuk menyembuhkan hipertiroidisme pada kucing, yang diantaranya adalah:

1. Terapi menggunakan radioaktif yodium

Ini merupakan cara mengobati hipertiroid pada kucing yang terbaik dan paling sulit. Yodium radioaktif yang diberikan terkonsentrasi pada kelenjar tiroid, yang mana ia memancarkan dan memecahkan jaringan hiperfungsi.

Pembedahan dan anestesi tidak dibutuhkan dan umumnya hanya satu perawatan saja yang diperlukan untuk mencapai fase pemulihan.

Sebelumnya, pengobatan menggunakan yodium radioaktif hanya dilakukan pada institusi khusus yang sudah berlisensi, tetapi saat ini ada banyak institusi medis swasta.

Karena menggunakan radioaktif, maka kucing yang sedang dalam proses terapi hipertiroid akan dirawat inap lebih panjang tergantung dengan peraturan negara bagian atau daerah ia dirawat.

Sebab, mungkin saja kucing membutuhkan tempat tinggal dengan fasilitas kesehatan selama 10 hingga 14 hari hingga tingkat radioaktif pada kotoran dan urin nya turun pada tingkat yang bisa diterima.

Namun, terapi menggunakan yodium radioaktif ini sangat mahal. Harganya pun bervariasi mulai dari Rp7.500.000 - Rp18.500.000 yang dimana untuk sebagian pemilik kucing masih terlalu mahal.

2. Operasi pengangkatan kelenjar tiroid

Hipertiroidisme umumnya disebabkan oleh tumor jinak dan menjaring satu hingga lebih dari kedua kelenjar tiroid.

Namun, untungnya sebagian besar kucing yang terserang hipertiroidisme ini mempunyai tumor jinak dan terenkapsulasi secara baik sehingga mudah dikeluarkan.

Operasi biasanya mengakibatkan pemulihan, namun mungkin anestesi tidak diinginkan untuk para pasien lanjut usia, sebab mereka bisa berpengaruh pada jantung dan organ tubuh lainnya.

Walaupun operasi ini mungkin terlihat mahal, kerap kali lebih murah dibandingkan tes darah rutin dan pengobatan oral.

3. Memberikan oral melalui agen antitiroid

Metimazol adalah obat tiroid kucing yang sudah lama menjadi dasar dari terapi obat untuk kucing yang terserang penyakit hipertiroidisme.

Jenis obat kucing hipertiroidisme ini terbukti sangat efektif untuk merawat keadaannya, dan biasanya akan terlihat hasilnya dalam 2-3 minggu perawatan.

Meski terkenal ampuh, Methimazole hanya bisa ditebus dengan resep dokter hewan dan bukan termasuk ke dalam golongan obat bebas.

Selain itu, sayangnya sekitar 15-30% dari kucing yang mengkonsumsi obat tiroid ini akan mengalami efek samping, seperti:

  • Muntah,
  • Hilangnya nafsu makan,
  • Kantuk yang parah,
  • Sakit kuning,
  • Gangguan pembekuan darah,
  • Pruritus moncong dan kepala, serta
  • Perubahan sel darah.

Meskipun tidak sedikit juga efek samping yang ringan akhirnya hilang dengan sendirinya, tetapi terkadang pemberian obatnya harus dihentikan sementara waktu untuk mengurangi efeknya.

Ada kelemahan lainnya dari pemberian obat ini yaitu diperlukan pengobatan berhari-hari selama pengobatan, jika kucing tidak bisa meminum pil maka pemilik pun juga harus mengupayakannya.

Selain itu, tes darah secara klinis dan analisis T4 juga wajib diulang secara berkala untuk memantau perkembangan tiroid selama sisa umur hidupnya.

Perlu kamu ingat bahwa jika seluruh tindakan di atas wajib dilakukan dan berdasarkan rekomendasi dari dokter hewan atau para ahli yang telah berpengalaman menangani penyakit ini.

Terlebih dari semua hal tersebut, kamupun wajib selalu memperhatikan asupan nutrisinya sebab dapat menjadi pemicu utama hipertiroid tersebut yakni sebab makanan yang diberikan.

Lakukan pemeriksaan secara rutin ke dokter hewan untuk mengetahui keadaan kesehatannya, agar jika kucing mu terserang penyakit ini bisa diketahui dan mendapatkan perawatan yang tepat dengan lebih cepat.

Sobat Pintar, demikianlah ulasan mengenai hipertiroidisme pada kucing yang perlu kamu pahami sebagai pemilik agar tidak kecolongan saat penyakit sesudah parah.

Sebagai pemilik yang baik, kamu harus selalu lakukan pengecekan secara rutin ke dokter atau klinik hewan terdekat untuk mengetahui kesehatan kucing mu, ya!

Jika kamu suka dengan artikel PintarPet, jangan lupa bagikan artikel ini ke seluruh dunia dan follow juga Instagram @pintarpet untuk tahu informasi tentang Kucing terbaru lainnya!

Baca juga artikel menarik berikut:

Perhatian: Informasi ini dihimpun dari beberapa sumber. Tim PintarPet tidak bertanggung jawab atas cidera, kematian, kerusakan atau kerugian langsung maupun tidak langsung, materiil dan immateriil yang disebabkan oleh informasi yang kami berikan. Untuk informasi dan tindakan lebih lanjut, sebaiknya kamu bisa mengkonsultasikannya dengan dokter hewan terdekat.

Referensi Tulisan [ Tampilkan ]
  • https://id-m.iliveok.com/family/hipertiroid-pada-kucing_68653i16038.html
  • https://www.idntimes.com/science/experiment/ratna-ramadhani/mengenal-hipertiroid-pada-kucing-c1c2?page=all
  • https://www.kawanhewan.com/post/hipertiroid-pada-kucing

Tentang Penulis

Saya adalah seorang penulis yang antusias dengan hewan peliharaan seperti burung, amfibi dan juga hewan peliharaan lainnya.

Suka dengan tulisan saya? Hubungi saya disini.

Komentar